Jakarta, TopBusiness—Menteri Perindustrian RI (Menperin), Agus G. Kartasasmita, menyatakan bahwa sektor industri memerlukan sejumlah insentif/dorongan dari pemerintahan agar tumbuh lebih bagus.
“Melalui kebijakan dan stimulus yang dapat merangsang para pelaku industri kita untuk lebih bergeliat dalam menjalankan usahanya, kami pun optimistis bahwa target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 8% akan dapat tercapai,” kata menperin dalam keterangan resmi untuk wartawan, pagi ini.
Menperin menegaskan, pihaknya konsisten untuk terus menjalankan kebijakan hilirisasi industri. Hal ini sesuai dengan salah satu misi Asta Cita Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, khususnya pada butir kelima. Yaitu melanjutkan hilirisasi dan mengembangkan industri berbasis sumber daya alam, untuk meningkatkan nilai tambah di dalam negeri.
Adapun kinerja positif yang telah dicatat oleh industri manufaktur sepanjang tahun 2024, yaitu capaian nilai ekspor industri pengolahan nonmigas sebesar USD196,54 miliar atau memberikan andil 74,25 persen dari total nilai ekspor nasional yang mencapai USD264,70 miliar.
“Selain menjadi kontributor terbesar, nilai ekspor industri manufaktur pada tahun lalu naik 5,33 persen dibandingkan tahun 2023,” kata Menperin Agus Kartas
Berikutnya, realisasi investasi industri manufaktur sepanjang tahun 2024 menembus Rp721,3 triliun atau memberikan kontribusi 42,1% terhadap total realisasi investasi di Indonesia sebesar Rp1.714,2 triliun.
Ia menambahkan, “Sumbangsih investasi manufaktur tahun 2024 juga menjadi yang tertinggi daripada sektor lainnya, dan naik drastis dibanding realisasi tahun 2023 yang mencapai Rp596,3 triliun.”
