Jakarta- PT Golden Eagle Energy Tbk ( SMMT ) sepanjang tahun 2017 mengincar pendapatan Rp200 miliar atau tumbuh 256,5%, sementara pada akhir 2016 hanya membukukan pendapatan Sebesar Rp56,1 miiar. Kenaikan pendapatan itu ditopang adanya kenaikan harga acuan batubara.
Direktur Utama Golden Eagel Energy, Roza Permana Putra mengakui pendapatan tahun ini masih dipengaruhi beberapa faktor diantara harga acuan batubara.
“Kami yakin pendapatan mencapai Rp200 miliar, karena hingga kuartal I 2017 telah membukukan laba bersih Rp4,4 miliar dan pendapatan sebesar Rp60,2 miliar,” kata Roza di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin(5/6/2017).
Ia menjelaskan, pendapatan itu ditopang oleh target produksi sepanjang tahun 2017 sebesar 1,4 juta. Dengan rincian, anak usaha di Kalimantan yakni PT International Prima Coal (IPC) ditargetkan menghasilkan 900.000 ton batu bara dan anak usaha di Sumatera, PT Triaryani diharapkan menghasilkan 500.000 ton batubara.
“30% dari target produksi itu telah mendapatkan kontrak dengan pembeli,” kata dia.
Sementara harga acuan batubara perseroan, kata dia, akan mengacu pada ICI indeks III untuk batubara hasil produksi PT International Prima Coal dan ICI indeks IV untuk batubara hasil produksi PT Triaryani. (az)