Jakarta, TopBusiness – Perumdam Tirta Lamandau berhasil masuk nominasi peraih penghargaan TOP BUMD Awards 2025. Keberhasil ini tak lepas dari catatan kinerja apik dari tahun ke tahun.
Apalagi berdasarkan penilain kementerian PUPR (Wilayah III), Perumdam milik Kabupaten lamandau ini menjadi peringkat pertama di Provinsi Kalimantan tengah dan Keempat secara Nasional dengan kategori pelanggan kurang dari 10 ribu SL (sambungan langsung).
Direktur Utama Perumdam Tirta Lamandau, Zulkarnain, mengungkapkan ragam strategi dan inovasinya dalam meningkatkan kinerja Perumdam, khususnya terkait dengan kinerja keuangan dan layanan. Menurutnya, ada tiga strategi utama dalam meningkatkan kinerja keuang dan layanan, yakni penyesuaian tarif, peningkatan SDm dan perbaikan saluran.
“Untuk meningkatkan kinerja keuangan ini, satu yang kita lakukan adalah penyesuain tarif. Artinya tarif kita memang dari 20215 sampai 2024 itu belum sama sekali mengalami kenaikan,” ungkap Zulkarnain saat mengikuti wawancara penjurian TOP BUMd Awards 2025 di Graha 415 Jakarta, Kamis (13/2/2025).
Dalam kesempatan itu juga, Zulkarnain, menjelaskan proses panjang yang dijalaninya dalam upaya menyesuaikan tarif. Bahkan dalam prosesnya, Ia mengaku selama 3 tahun mengupayakan namun belum berhasil.
“Masalah tarif memang selama 9 tahun (belum ada kenaikan), selama 3 tahun terakhir kami ajukan terus dan selalu mantul (gagal). Di tahun 2024 di bulan 12 di detik-detik terakhir karena sebenarnya kau terlewat seminggu saja itu nggak bisa naik lagi,” bebernya.
Meski demikian, Ia bersyukur upaya yang dilakukan telah membuahkan hasil. “Alhamdulillah dengan waktu yang mepet kemarin di bulan 12 kita sudah bisa terlaksana (disetujui) dan sudah keluar,” ucapnya.
Penyesuain tarif tersebut, lanjut Zulkarnain, sebagai upaya Perumdam dalam meningkatkan layanan agar mampu bertahan. Apalagi, lanjut Zul, selama ini Perumdam mengandalkan keuangan pribadi (Perumdam) tanpa ada bantuan modal dari pemerintah dan atau pihak luar lainnya.
“Penyesuain layanan karena memang tarif ini sudah kita tidak ada penyertaan modal, tarif tidak dinaikan selama 9 tahun itu kami berjibaku supaya bisa bertahan,” tegas Zul.
Sedangkan untuk meningkatkan kinerja layanan, Perumdam Tirta Lamandau akan melakukan penambahan SDM. Langkah ini dilakukan sebagai upaya konkrit dalam meningkatkan layanan karena jumlah sambungan telah melebihi rasio yang ditentukan Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP).
“Kalau rasio BPKP kan per 1000, 8 orang. Kalau kita ini harusnya di angka 40 (orang). Cuma ini masih 27 orang. Dengan adanya penyesuain tarif ini, kita akan menambah sekitar 6 orang,” paparnya.
“Terutama tenaga-tenaga teknis di lapangan, Distribusi, produksi maupun nanti (petugas) baca meter dan juga penagihan,” imbuhnya.
Selain menambah SDM, lanjut Zulkarnain, Perumdam juga akan melakukan penambahan IPA (Instalasi Pengolahan Air) dan perbaikan pipa untuk mengurangi angka kebocoran.
“Banyak juga pipa-pipa yang sudah harus diperbaiki. Ini juga sudah dianggarkan untuk penambahan IPA 30 liter lagi Pak. Jaringan perpipaan untuk di gang-gang juga sudah dianggarkan, kurang lebih kita sudah dapat sekitar Rp 8 miliar untuk tahun ini,” terangnya.
Pemanfaatan Teknologi Informasi
Dalam presentasinya berjudul Perumdam yang Mandiri, Sehat, dengan Pelayanan Prima, Zulkarnain juga menjelaskan pemanfaatan teknologi Informasi yang telah diimplementasikan dalam rangka menunjang kinerja layanan kepada masyarakat, salah satunya yakni penerapan sistem Billing Online.
Billing online merupakan sistem layanan berbasis website untuk pengelolaan tagihan dan pembayaran pelanggan melalui bank-bank yang telah bekerjasama, seperti Mandiri, BRI, BNI, Bank Kalteng dan lain sebagainya.
Dengan adanya sistem billing online tersebut akses pembayaran jadi lebih mudah tanpa harus datang ke kantor.
Dalam sistem tersebut, terdapat fitur Peta Jaringan (Peta pelanggan). Fitur ini dapat mengetahui area-area pelayanan perusahaan, sehingga memudahkan untuk melakukan rencana pengembangan jaringan.
Selain itu, billing online juga bisa diakses melalui smartphone. “Billing online selain diakses melalui komputer, dapat juga diakses melalui jaringan seluler di mana pun kita berada, sehingga memudahkan untuk memantaunya,” katanya dalam presentasi.
Tak hanya itu, dalam meningkatkan layanan, Perumdam Tirta Lamandau juga aktif memanfaatkan media sosial sebagai upaya untuk menjangkau masyarakat yang lebih luas, baik melalui Whatsapp, Facebook dan Instagram.
Sebagai tambahan, selain pemanfaatan sistem tersebut, Perumdam Tirta Lamandau juga telah memiliki sistem berbasis IT lainnya seperti QGIS (Quantum Geografis Information System), Logger System (Aplikasi yang dapat memantau tekanan dan arus air pada jaringan distribusi), Sistem Aplikasi Persediaan dan Gudang dan lain sebagainya.
