TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Ada Potensi Net Sell Asing, Selektif Pilih Rekomendasi Saham

Busthomi
27 February 2025 | 08:23
rubrik: Capital Market
IHSG Naik Terbatas

Ilustrasi laju saham. FOTO: Istimewa

Jakarta, TopBusiness – Laju IHSG kemarin ditutup naik 0.29%, tapi masih disertai dengan net sell asing Rp684 miliar. Saham yang paling banyak dijual asing adalah BBCA, BMRI, AMRT, BBRI, dan ICBP.

Untuk perdagangan hari ini, menurut Fanny Suherman, CFP, Head of Retail Research BNI Sekuritas, laju IHSG berpotensi koreksi Kembali, karena asing masih net sell di big banks, setelah kemarin proyeksi BNIS tepat, IHSG teknikal rebound dulu.

“Dengan kondisi demikian, maka level Support IHSG akan berada di rentang 6450-6550 adapun untuk level Resist IHSG diproyeksi di kisaran 6630-6720,” ujar dia, dalam risetnya, Kamis (27/2/2025).

Global Overnight Review

S&P 500 dan Nasdaq Ditutup Nyaris Stagnan, Investor Menanti Laporan Nvidia. Bursa saham AS ditutup hampir stagnan pada perdagangan Rabu (26/2).

Investor bersikap hati-hati menjelang laporan keuangan Nvidia, yang diperkirakan akan menjadi indikator utama bagi sektor kecerdasan buatan. Indeks S&P 500 naik tipis 1,33 poin (0,02%), dan Nasdaq Composite menguat 48,86 poin (0,26%).

Sedangkan, Dow Jones (DJIA) melemah 175,82 poin (0,40%). Indeks sempat melemah pada sesi perdagangan sore setelah investor mencermati pernyataan Presiden AS Donald Trump mengenai kebijakan tarif.

Trump mengumumkan bahwa pemerintahannya akan segera memberlakukan tarif impor sebesar 25% terhadap produk dari Uni Eropa.

Selain itu, mengindikasikan kemungkinan penundaan penerapan tarif baru tinggi untuk barang impor dari Meksiko dan Kanada.

Tarif ini dijadwalkan berlaku pada 2 April, sekitar satu bulan lebih lambat dari tenggat waktu sebelumnya.

Saham Nvidia menguat, mendorong kenaikan pada indeks semikonduktor. Namun, pergerakan positif di sektor teknologi tersebut diimbangi oleh penurunan di sektor perawatan kesehatan, kebutuhan pokok konsumen, dan beberapa sektor lainnya.

BACA JUGA:   IHSG di Pembukaan Perdagangan Datar

Bursa Asia-Pasifik Beragam Usai Penurunan Indeks Utama Wall Street.

Pasar saham Asia-Pasifik bergerak variatif pada Rabu (26/2), mengikuti penurunan dua indeks acuan utama Wall Street akibat data keyakinan konsumen AS yang lebih rendah dari perkiraan.

Di Jepang, indeks Nikkei 225 turun 0,25% dan Topix melemah 0,30%. Sementara itu, di Korea Selatan, indeks Kospi naik 0,41%, dan Kosdaq menguat 0,26%. Di Australia, indeks S&P/ASX 200 melemah 0,14%.

Sedangkan, Hang Seng di Hong Kong meningkat 3,32%, Shanghai Composite China naik 1,02%, dan Taiex Taiwan menguat 0,50%.

Di sisi lain, investor menantikan rilis data inflasi Januari, yang diperkirakan naik 2,5% YoY. Pemerintah Hong Kong dijadwalkan mengajukan anggaran tahunan pada hari Rabu (26/2).

Di Jepang ada serangkaian data ekonomi utama yang akan dirilis pada Jumat (28/2). Data tersebut, termasuk angka produksi industri, penjualan ritel, dan inflasi Tokyo, diperkirakan memberikan gambaran lebih jelas mengenai arah kebijakan moneter Bank of Japan (BOJ). (Source: Investor Daily, Bloomberg)

Trading Idea hari ini: BRMS, AMRT, CTRA, BRIS, ICBP, dan PNLF

–BRMS Spec Buy dengan area beli di 382, cutloss jika break di bawah 372. Jika tidak break di bawah 382, potensi naik ke 388-406 short term.

–AMRT Buy on Weakness dengan area beli di 2180-2240, cutloss jika break di bawah 2120. Jika tidak break di bawah 2180, potensi naik ke 2300-2330 short term.

–CTRA Spec Buy dengan area beli di 800-805, cutloss jika break di bawah 800. Jika tidak break di bawah 800, potensi naik ke 815-840 short term.

–BRIS Spec Buy dengan area beli di 2870, cutloss jika break di bawah 2820. Jika tidak break di bawah 2870, potensi naik ke 2920-2980 short term.

BACA JUGA:   Gelar RUPSLB, Bukalapak Tunjuk Willix Halim Jadi Direktur Utama

–ICBP Spec Buy dengan area beli di 10500, cutloss jika break di bawah 10300. Jika tidak break di bawah 10500, potensi naik ke 10800-10950 short term.

–PNLF Spec Buy dengan area beli di 338, cutloss jika break di bawah 332. Jika tidak break di bawah 338, potensi naik ke 346-350 short term.

Tags: ihsgproyeksi sahamrekomendasi sahamsaham hari ini
Previous Post

Baru Diresmikan di Indonesia, Apa Itu Bullion Bank?

Next Post

Sesi Pembukaan, Indeks Terkoreksi

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR