Jakarta, BusinessNews Indonesia—Perusahaan petrokimia asal Indonesia sekaligus emiten di Bursa Efek Indonesia (BEI), PT Chandra Asri Petrochemical, Tbk., menunjuk perusahaan dari Amerika Serikat (AS) sebagai pemasok material kebutuhan revamp furnace, untuk pabrik Naptha Cracker CAP. Perusahaan tersebut adalah CB&I, yang berkedudukan di AS.
Dalam keterangan pers yang dikeluarkan pagi tadi di Jakarta, Direktur Chandra Asri Petrochemical, Suryandi, menjelaskan bahwa revamp furnace itu diharapkan selesai di kuartal pertama tahun 2020. Adapun pembangunannya dimulai di kuartal ketiga tahun 2018.
“Sebelumnya, kami dan CB&I telah menandatangani perjanjian basic and detailed engineering services di awal tahun 2017,” ucap Suryandi.
Lebih lanjut, Suryandi menjelaskan bahwa pembangunan itu akan meningkatkan kapasitas produksi ethylene pihaknya. Itu dari 860 kta (kiloton per anum) menjadi 900 kta.
Kemudian, bakal ada peningkatan kapasitas produksi propylene dari 470 kta ke 490 kta.
Py-gass, akan naik dari 400 kta menjadi 420 kta. Dan mixed c4 dari 315 kta menjadi 330 kta.
“Kenaikan tersebut akan memungkinkan kami lebih bisa melayani permintaan produk petrokimia di Indonesia,” kata Suryandi. (Dhi/achmad.adhito@gmail.com)
Sumber Foto Pabrik Chandra Asri: Istimewa
