Jakarta, TopBusiness—Analis saham dari Indo Premier Sekuritas/Ipot, Angga Septianus, pagi ini memberi rekomendasi mingguan untuk transaksi saham di Bursa Efek Indonesia (BEI).
Berbicara tentang potensi market pada minggu terakhir sebelum libur panjang Hari Raya Nyepi dan Idul Fitri, yang berarti hanya ada empat hari perdagangan (24-27 Maret 2025), Angga mengimbau para trader untuk mencermati 2 sentimen.
Pertama, data inflasi PCE AS. “Pasar akan mencermati data inflasi PCE AS yang akan dirilis pada Jumat mendatang dan diharapkan dapat mendekati target inflasi 2%,” kata dia dalam analisis terbaru yang diterima Majalah TopBusiness.
Kedua, USD-IDR masih dalam tekanan seiring masih derasnya aksi jual asing pada pasar saham dan juga obligasi atau surat utang. Selain itu, risiko pelemahan Rupiah lanjutan dapat terjadi seiring risiko repatriasi asing, setelah mendapatkan dividen dari emiten-emiten pembagi dividen, terutama perbankan.
Angga menegaskan meski pekan terakhir sebelum libur panjang Hari Raya Nyepi dan Idul Fitri minim sentimen, ada sejumlah saham yang berpotensi cuan.
- Buy on Pullback AKRA (Current Price: 1.100, Entry: 1.070 – 1.080, Target Price: 1.130 (+5,6%), Stop Loss: < 1.040 (-2,8%) dan Risk to Reward Ratio = 1:2,0). Angga menjelaskan harga minyak berpotensi menguat karena OPEC+ berencana melakukan pemotongan produksi untuk menopang harga dan menjaga supply secara global. AKRA juga berpotensi tertopang sentimen migrasi pelanggan dari Pertamina ke pom bensin AKRA.
- Buy on Breakout ADMR (Current Price: 905, Entry: 950, Target Price: 1.000 (+5,3%), Stop Loss: < 920 (-3,2%) dan Risk to Reward Ratio = 1 : 1,7). Volume produksi batubara metalurgi ADMR sendiri pada tahun 2024 mencapai 6,63 juta ton sedangkan penjualan mencapai 5,62 juta ton, atau masing-masing naik 30% dan 26% dari tahun 2023. Secara teknikal harga bertahan di atas MA10 dan MA20 uptrend jangka menengah.
- Buy UNTR (Current Price: 22.875, Entry: 22.875, Target Price: 24.200 (+5,8%), Stop Loss: < 22.100 (-3,4%) dan Risk to Reward Ratio = 1 : 1,7). Dalam laporan perkembangan usaha UNTR dijelaskan bahwa pendapatan bersih dari bisnis emas dan mineral lainnya meningkat 90% menjadi Rp 9,9 triliun, terutama disebabkan oleh menguatnya harga jual emas.
- Buy Reksa Dana Saham Premier ETF IDX High Dividend 20 (XIHD). Power Fund Series (PFS) XIHD berisikan saham-saham berkapitalisasi besar seperti BBCA, BMRI, BBNI, BBRI, ASII dan TLKM yang berpotensi memberikan dividen dengan yield cukup tinggi bervariasi antara 4-6%. Ketika kondisi tidak menentu maka dividen menjadi satu-satunya sentimen positif yang dapat diharapkan.
