Jakarta, TopBusiness—PT Jasnita Telekomindo Tbk (kode saham: JAST) telah mengumumkan laporan kinerja keuangan untuk kuartal keempat tahun 2024. Meski mencatatkan kerugian, pendapatan JAST mengalami peningkatan signifikan sebesar 10% dibandingkan dengan periode yang sama pada Desember 2023.
Dalam keterbukaan informasi untuk bursa saham, hari ini, dijelaskan bahwa pendapatan tersebut melebihi proyeksi sebesar 6%. Pendapatan itu diproyeksikan di tahun 2024 mencapai Rp 135 miliar. Sedangkan pencapaiannya di Rp143 miliar.
Adapun kerugian yang dialami perusahaan disebabkan oleh beberapa faktor, seperti depresiasi aset, penerapan standar akuntansi PSAK 73 tentang sewa, serta penghapusan investasi dan penurunan piutang. Faktor-faktor ini memberikan dampak yang cukup signifikan terhadap hasil keuangan perusahaan pada kuartal ini.
Jasnita tetap optimis terhadap prospek bisnis ke depan. Saat ini, Jasnita tengah menjalankan sejumlah proyek strategis yang diyakini akan mendorong pertumbuhan pendapatan perusahaan. Termasuk di situ adalah permintaan layanan contact center beserta SDM-nya, yang saat ini semakin meluas ke perbankan.
Jasnita berfokus pada jasa nilai tambah, sehingga dalam menjalankan layanannya melakukan diversifikasi layanan. Tahun ini Jasnita mulai melayani aplikasi bagi perbankan dalam Card Delivery.
Card Delivery adalah layanan yang memungkinkan kurir untuk berkoordinasi terlebih dahulu dengan nasabah sebelum pengiriman kartu dilakukan. Melalui aplikasi yang disediakan oleh Jasnita, kurir dapat menghubungi nasabah langsung menggunakan masking number dengan tetap menjamin kerahasiaan data pribadi nasabah tetap terjaga.
