Jakarta, TopBusiness—Pertemuan Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Sentral Asean ke-12 (Asean Finance Ministers’ and Central Bank Governors’ Meeting) di Kuala Lumpur, Malaysia (10/4/2025), menyepakati joint statement yang sejalan dengan tema keketuaan Malaysia di 2025.
Tema itu adalah ‘Inclusivity and Sustainability’ dengan tiga agenda utama (Priority Economic Deliverables) di jalur keuangan dan bank sentral.
Dalam keterangan resmi dari Bank Indonesia (BI), akhir pekan kemarin, dijelaskan bahwa tiga agenda itu adalah, pertama: mendorong akses pembiayaan untuk transisi iklim yang tangguh dan berkeadilan di kawasan Asean.
Kedua, memercepat pertumbuhan pasar modal Asean yang lebih berkelanjutan, terhubung, dan inklusif. Ketiga, mendorong konektivitas pembayaran instan yang inklusif di kawasan Asean.
Pertemuan itu juga menyambut inisiasi Project Revive untuk reformasi tata kelola, struktur pertemuan dan proses kerjasama jalur keuangan Asean guna meningkatkan efektivitas kelembagaan. Hal itu dalam kerangka implementasi Asean Strategic Plan 2026–2030 menuju Asean Community Vision (ACV) 2045.
Keterangan resmi itu pun menjelaskan bahwa di sela-sela pelaksanaan Pertemuan AFMGM ke-12, National Bank of Cambodia (NBC) secara resmi mengumumkan partisipasinya dalam inisiatif Regional Payment Connectivity (RPC) pada peluncuran fase kedua QR Connectivity Malaysia–Kamboja pada 8 April 2025.
Bergabungnya NBC ke dalam RPC memerkuat integrasi keuangan kawasan Asia Tenggara. Partisipasi yang terus meningkat. Hal ini mencerminkan potensi besar RPC dalam memerluas kerja sama konektivitas pembayaran di kawasan Asean dan sekitarnya.
