Jakarta, TopBusiness – PT Hadji Kalla terpilih menjadi nominator TOP CSR Awards 2025. Sebagai perusahaan yang memiliki visi “Menjadi kelompok bisnis terbaik di Indonesia dan panutan dalam pengelolaan usaha yang profesional dan berkelanjutan,” ini baru saja mengikuti sesi presentasi penjurian TOP CSR Awards 2025, Selasa (22/4/2025).
Hadir dalam penjurian, Sustainability Management Senior Officer Kalla Andi Nuraisyah, Sustainability Senior Analyst Kalla Ali Imran, dan CSR Strategy & Development Kalla Ayu Mashari Amelia. Dalam penjurian, Andi Nuraisyah menyatakan jika Sub Bisnis Unit Kalla tahun 2020 – 2024 memproduksi emisi karbon sebesar 175,693,199 kg CO2e per tahun berdasar perhitungan Buku Panduan Kalkulator Hijau Bank Indonesia.
Sub Bisnis Unit Kalla ini terdiri dari PT Hadji Kalla Holding, PT Hadji Kalla Toyota, PT Kars Inti Utama, PT Kars Inti Amanah, PT Bumi Jasa Utama, PT Bumi Lintas Tama, dan PT Bumi Logistik Utama. Selain itu, ada PT Bumi Sarana Utama, PT Bumi Karsa, PT Bumi Sarana Beton, PT Kalla Inti Karsa, PT Inti Karsa Persada, PT Baruga Asrinusa Development, serta PT Bumi Asri Nusa.
Untuk mengatasi permasalahan tersebut, maka perusahaan menurut Andi Nuraisyah kemudian mengimplementasikan program CSR bidang lingkungan yang dikelola secara sistematis dan terintegrasi dalam bisnis Perusahaan. Program CSR ini melibatkan semangat kolaborasi dan sinergi dari semua pihak khususnya masyarakat local untuk secara terus menerus membangun dan menciptakan masyarakat yang mandiri dan sejahtera.
Program CSR yang dihadirkan adalah “Aksi Mangrove Lestari.” Program CSR ini berupa pengelolaan ekosistem Mangrove melalui pemberdayaan masyarakat pesisir. Program Aksi Mangrove Lestari dilakukan dengan upaya menambah tutupan lahan mangrove di area program sehingga meningkatkan serapan emisi karbon.
Tujuan program ini untuk menanggulangi dampak perubahan iklim pada area pesisir pantai khususnya mencegah kerusakan tanggul tambak dan media tumbuh kerang laut pada saat musim banjir (setelah 5 tahun program).
Di samping itu, juga menghadirkan potensi peningkatan pendapatan kelompok/warga melalui penjualan bibit mangrove, budidaya kepiting bakau dan tiram serta pendapatan kelurahan melalui pengembangan ekowisata mangrove.
Menurut Andi kembali, lokasi program CSR terletak di pesisir pantai Kelurahan Tekolabbua, Kecamatan Pangkajene, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan seluas 24 Ha dengan panjang 6,5 Km.
Hal ini terbagi dalam beberapa Lokasi. Untuk Lokasi 1 : Luas 6,4 Ha, Panjang 1,8 km. Lokasi 2 : Luas 7,1 Ha, Panjang 2,1 km. Lokasi 3 : Luas 4,3 Ha, Panjang 1,0 km, dan Lokasi 4 : Luas 6,2 Ha, Panjang 1,6 km.
“Secara umum Program CSR Aksi Mangrove Lestari selain dilakukan dengan menambah tutupan lahan mangrove, juga dengan menghadirkan Pusat Edukasi Pembibitan Mangrove dan Pembentukan Kelompok Tani,” kata Andi Nuraisyah.
Pada Pusat Edukasi Pembibitan Mangrove, input kegiatan yang dilakukan di antaranya adalah sebagai berikut. Pertama, pemeliharaan persemaian berupa pagar pengaman pembibitan. Kedua, penyediaan pondok kerja pembibitan. Ketiga, penyediaan Polibag 100.000 lembar.
Sementara itu output kegiatan adalah sebagai berikut: pertama, produksi bibit mangrove 100.000 bibit/tahun. Kedua, diversifikasi spesies mangrove dengan mengembangkan dan mempertahankan keanekaragaman spesies mangrove. Ketiga, sebagai wadah edukasi pembibitan mangrove untuk pelajar, mahasiswa dan komunitas pencinta alam dapat belajar pembibitan mangrove. Keempat, penyediaan bibit bagi masyarakat dan Lembaga lain.
Sementara itu Pembentukan Kelompok Tani dihadirkan sebagai upaya sosialisasi program dengan cara membangun community engagement dengan warga. Tujuan dari community engagement ini adalah terbangunnya pemahaman, penerimaan, dan kepercayaan masyarakat sebagai penerima manfaat dan pelaksana program CSR di lapangan.
Editor: Busthomi
