Jakarta, TopBusiness—Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah dan Aneka Kementerian Perindustrian RI (IKMA Kemenperin) Reni Yanita menyampaikan, IKM (Industri Kecil dan Menengah) komponen otomotif tengah menghadapi tantangan dari dampak situasi ekonomi saat ini. Tantangan itu cukup kompleks.
“Kondisi perekonomian global juga menuntut peningkatan efisiensi dan produktivitas pelaku IKM komponen otomotif, antara lain melalui penguatan teknologi dan digitalisasi,” kata Reni dalam keterangan resmi untuk wartawan (24/4/2025).
“IKM komponen otomotif harus memenuhi QCD (Quality, Cost, and Delivery) yang dipersyaratkan. Untuk itu perlu adanya kerjasama dan kolaborasi sehingga pembinaan IKM dapat berjalan sinergi, efektif, dan berkelanjutan,” kata Reni.
Salah satu kolaborasi yang telah dijalin oleh Kemenperin adalah melaksanakan program Automotive Industry Development bersama Japan International Cooperation Agency (JICA), yang sudah diluncurkan pada 25 Februari 2025. “Tindak lanjut dari kerjasama tersebut diwujudkan dalam bentuk kegiatan fasilitasi matchmaking antara IKM Komponen Otomotif dengan system integrator yang merupakan tech startup Indonesia,” ungkap Reni.
Proses matchmaking telah dilaksanakan pada periode 25 Februari – 28 Maret 2025 secara daring melalui platform Startup for Industry (www.startupforindustry.id), di mana IKM dapat menemukan tech startup yang dapat memberikan solusi teknologi yang sesuai dengan permasalahan dan kebutuhannya.
