Jakarta, TopBusiness – PT Pertamina Patra Niaga AFT Eltari mampu menciptakan bisnis proses berkelanjutan melalui penciptaan program-program tanggung jawab sosial perusahaan dengan penerapan prinsip gender equality, disability, and social inclusion alias GEDSI.
Ditegaskan CSR Officer Buhari Ramdani, pihaknya memegang prinsip GEDSI dengan menggandeng beberapa pemangku kepentingan. “Penerapan prinsip GEDSI (Gender Equality, Disability, and Social Inclusion) dalam program CSR, dengan melibatkan perempuan, penyandang disabilitas, dan kelompok marjinal sebagai pemateri, peserta, maupun penerima manfaat,” ujar dia kepada Dewan Juri TOP CSR Awards 2025, Jumat (25/4/2025).
Lanjut Buhari Ramdani, menjelaskan pihaknya selalu mengelola bisnis dengan apik agar dapat memberikan kontribusi besar bagi pemegang saham dan berinvetasi sosial dalam membangun masyarakat sekitar operasional. “Kami terus berkembang dan maju baik dalam ekonomi, pendidikan, kesehatan dan menjaga lingkungan hijau berkelanjutan,” ucapnya.
Tak terkecuali, pihaknya mempunyai keberhasilan yang layak menjadi contoh bagi perusahaan lain. Pertama, pemanfaatan limbah menjadi produk bernilai ekonomi seperti ecoenzim dan POC. Kedua, model bank sampah berbasis insentif, yang mengubah sampah dari beban menjadi tabungan ekonomi. “Banyak nasabah yang telah mencairkan tabungannya untuk keperluan rumah tangga, biaya anak sekolah, hingga biaya berobat,” imbuh Buhari.
Anak usaha Pertamina yang langsung melakukan bisnis penyaluran dan distribusi Avtur bertanggung jawab pada bisnis yang berkelanjutan dengan menguranggi jejak karbon dan mendukung Net zero Emision (NZE).
Selanjutnya, melakukan pengembangan perekonomian masyarakat di lingkar operasional di wilayah Kupang, Nusa Tengara Timur. “Pembangunan masyarakat berbasiskan kepada sosial, pendidikan, ekonomi. Untuk operasional yang hijau tersebut perusahaan mendapatkan ganjaran PROPER HIJAU tahun 2024, dan PROPER BIRU 2021-2023,” ungkap dia.
Strategis bisnis difokuskan pada penyediaan layanan avtur yang andal dan ramah lingkungan. Strategi ini mencakup, optimalisasi distribusi avtur melalui 5 KSO, penerapan LCA untuk memastikan pengelolaan lingkungan dari hulu ke hilir, dan peningkatan kinerja lingkungan melalui implementasi ISO 14001 dan perolehan PROPER Hijau KemenLH.
Dalam membangun program CSR untuk mendukung bisnis berkelanjutan, untuk pengembangan masyarakat ini terfokus pada:
1. Kampung Berseri program ini masuk dalam pengelolaan sampah dan ekonomi sirkular,mengurangi beban Tempat Pembuangan Akhir (TPA) memperkuat citra baik perusahaan dimata masyarakat.
2. Program Eltari Sehati, ini program kesehatan masyarakat, meningkatkan kualitas hidup masyarakat dan memperkuat kehidupan sosial dengan lingkungan sekitar.
3. Program Rumah Tenun Malole, pemberdayaan ekonomi local,mendukung inklusi ekonomi masyarakat sekitar perusahaan.
