TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Selaras SDGs, Ini Program CSR Unggulan Merdeka Tsingshan Indonesia

Fauzi
6 May 2025 | 16:39
rubrik: CSR, Event
Selaras SDGs, Ini Program CSR Unggulan Merdeka Tsingshan Indonesia

FOTO: TopBusiness

Jakarta, TopBusiness – PT Merdeka Tsingshan Indonesia (MTI) berhasil melewati satu rangkaian tak terpisahkan dari ajang penghargaan TOP CSR Awards 2025, yakni sesi penjurian. Wachid, Manajer Eksternal Affairs PT MTI, hadir memberikan paparannya di hadapan dewan juri pada Rabu (30/4/2025) lalu.

“Dalam rangkaian (ajang) TOP CSR Awards 2025 kami membawa judul, yakni BUMILOKA singkatan yang kami buat dengan kepanjangan BUMDes Penggerak Motor Ekonomi Lokal,” ungkap Wachid mengawali presentasinya.

Merdeka Tsingshan Indonesia merupakan perusahaan yang beroperasi di daerah Morowali, Sulawesi Tengah dan berada di dalam Kawasan IMIP (Indonesia Morowali Industrial Park) di Sulawesi Tengah. “MTI adalah pabrik Iron Metal, jadi untuk industri kimia. Dari statusnya kami adalah sebagai status PMA (Penanaman Model Asing), dan secara share holder 20% dimiliki oleh Tsingshan dan 80% dimiliki oleh Merdeka (PT Merdeka Baterai Materials Tbk),” tandas Wachid.

Memulai start pasca konstruksi pada tahun 2022, MTI disebut memiliki empat pabrik, yakni pabrik Pyrite, Acid, Chloride dan CCP, dengan tiga pabrik sudah masuk ke dalam fase trial commissioning. Saat ini, perusahaan sedang menyelesaikan fase konstruksi untuk Pabrik CCP. “Yang mana dari keseluruhan itu pada intinya kami belum melakukan kegiatan produksi,” jelas Wachid.

Sebagai perusahaan manufaktur, MTI memiliki visi dan misi yang dicanangkan, yakni untuk menjadi perusahaan terkemuka dalam transformasi energi global yang memungkinkan pertumbuhan berkelanjutan dan menciptakan nilai bersama bagi semua pemangku kepentingan. Adapun misinya adalah sebagai perusahaan baterai yang berkelanjutan dan terintegrasi secara vertikal melalui inovasi dan kolaborasi oleh tim yang berbakat dan berdaya.

“Di MTI sendiri kami memiliki corporate culture, yakni GReAtnESs yang mana itu singkatan Growth, Respect, Accountable, Excellence, serta Safety di mana kita bisa uraikan pertumbuhan (growth) tidak akan bisa di-achieve dengan baik tanpa ada Respect yang baik antara satu dengan yang lain, yang tentunya dibungkus manis dengan bekerja secara Accountable bertanggung jawab dan tetap terus menjaga effort menjaga determinasi, menciptakan kesempurnaan hasil yang tentu kita mengutamakan Safety sebagai langkah di setiap kegiatan kami,” ujar Wachid.

BACA JUGA:   Yayasan Desa Bukit Indah, Menyulap Ibu Rumah Tangga Jadi Pahlawan Lingkungan dan Keluarga

Kebijakan dan Inisiatif CSR

Bicara soal kebijakan dan Strategi untuk bisnis keberlanjutan, dalam hal ini Wachid kembali menyinggung soal nilai dan budaya perusahaan, yakni GReAtnESs.

”Seperti di awal kami sampaikan, kami memiliki nilai dan budaya perusahaan GReAtnESs yang mana dipermanis lagi dengan sebuah komitmen yang dibuat oleh Board of Director (BOD) kami, bahkan sampai ke ranah share holder berkaitan dengan kebijakan berkelanjutan untuk dapat menciptakan bagi pemangku kepentingan serta menghasilkan dampak positif yang tentunya bagi ekonomi, lingkungan, karyawan, dan masyarakat. Lalu, diturunkan melalui strategi keberlanjutan yang memiliki keselarasan dengan tujuan SDGs dalam implementasi dalam program CSR,” ungkapnya.

Nah, adapun terkait dengan Kebijakan dan Strategi CSR khususnya dalam hal dukungan manajemen terhadap tata kelola masyarakat, Wachid mengatakan bahwa di level BOD hingga ke level share holder pihaknya sangat berkomitmen bagi seluruh anak perusahaan yang ada untuk melakukan tata kelola masyarakat dengan baik.

“Dan itu kami tekstualkan melalui kebijakan keberlanjutan yang menjadi pegangan perusahaan untuk bisa melakukan kegiatan-kegiatan tata kelola masyarakat dalam hal ini TJSL khususnya yang tentunya selaras dengan tujuan SDGs. Kebijakan ini menjadi bentuk komitmen perusahaan, yang diturunkan dan berlaku kepada anak perusahaan yang bernaung di bawah PT Merdeka Copper Gold Tbk,” ujarnya.  

Adapun kaitannya dalam pelaksanaan TJSL, Heikal, selaku Supervisor Comrell di MTI menyatakan bahwa dalam pelaksanaan TJSL perusahaan menyelaraskan dengan SDGs dan ISO 26000. “(Ini) sudah kita petakan tapi belum kita jalankan, karena pabrik kita masih fase konstruksi belum full operasi,” ungkap Heikal.

Nah untuk grand design TJSL-nya sendiri, Heikal mengatakan bahwa MTI telah melakukannya tahun 2023 lalu bertajuk ‘Harmony’. Inisiatif ini dilakukan sebagai upaya perusahaan untuk menyelaraskan dengan kebutuhan yang ada di operasional dan masyarakat di sekitar pabrik.

BACA JUGA:   PT Berdikari Finalis TOP CSR Awards 2025, Berpartisipasi dalam Program Makan Bergizi Gratis

“Nah, kemudian di 2024, kita banyak eksis dan mulai berkecimpung di masyarakat dengan program penanganan stunting, mungkin ada sunat (sunatan massal), (dan) donor (darah). Mungkin di tahun 2025 ini kita lebih goals-nya penitikberatannya adalah lebih ke empowerment. Jadi, pemberdayaan masyarakat. Muncul lah program BUMILOKA ini,” ujarnya.

Program BUMILOKA merupakan program integrasi kemitraan bisnis BUMDes dengan MTI untuk supply bahan makanan catering Aden melalui penyerapan produk budidaya tanaman pangan dari kelompok tani di masyarakat.

Sebagai proyeksi ekonomi sirkular, untuk meningkatkan produktifitas budidaya tanaman pangan MTI memberikan bantuan modernisasi alat pertanian guna menunjang efektifitas penggunaan air, pupuk serta efisiensi waktu dalam proses perawatan tanaman. Tujuan akhirnya, yaitu meningkatkan pendapatan masyarakat dan modal BUMDes untuk mengembangkan bisnis berkelanjutan dengan peningkatan status BUMDes mandiri yang dapat menyumbang PADes.

Program ini juga menjadi strategi perusahaan untuk melaksanakan efisiensi waktu dan biaya dalam memperoleh bahan pangan untuk kebutuhan dapur katering aden. Sekaligus juga sebagai penunjang mitigasi risiko terhadap krisis bahan pangan akibat kebencanaan. Mengingat secara demografi, Kabupaten Morowali terlintas jalur sesar aktif Matano.

Program BUMILOKA mendukung Asta Cita nomor 6 “Membangun dari desa dan dari bawah untuk pemerataan ekonomi dan pemberantasan kemiskinan”. SElain itu, program ini juga mendukung Program Prioritas Kabinet Merah Putih 2024-2029 No. 14 “Melanjutkan pemerataan ekonomi, penguatan UMKM dan pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN)”

Seperti dikatakan, selain BUMILOKA, MTI juga memiliki inisiatif CSR unggulan lainnya, seperti Merdeka Cegah Stunting yang berkolaborasi dengan Puskesmas Bahodopi dalam penanganan dan pencegahan stunting melalui pemberian PMT dan intervensi pendukung perbaikan gizi di masyarakat. Program lainnya adalah Pelatihan dan Sertifikasi K3 Bagi Masyarakat.

BACA JUGA:   Panin Asset Management Finalis TOP CSR Awards 2025, Bawakan Program CSR Panin AM Berbagi

Editor: Busthomi

Tags: PT Merdeka Tsingshan IndonesiaTOP CSR Awards 2025
Previous Post

Literasi Keuangan dan Pendampingan Usaha Jadi Fokus CSR Fintech Batumbu

Next Post

Hadiri Pengukuhan Pengurus Himpesda Daerah, Wamen Diana Dorong Peran Profesional SDA dalam Dukung Swasembada Pangan

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR