TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Tujuh Produsen Mobil Listrik akan Bangun Pabrik di Indonesia, Nilai Investasi Rp 15,4 Triliun

Albarsyah
7 May 2025 | 14:01
rubrik: Business Info
Kendaraan Listrik Bisa Jadi Bintang Baru, Mengapa?

Ilustrasi SPBU listrik untuk mobil listrik. FOTO: istimewa

Jakarta, TopBusiness – Kementerian Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mengungkapkan terdapat tujuh perusahaan produsen kendaraan listrik (electric vehicle/EV), yang minat untuk membangun pabrik dan berproduksi di Indonesia.

Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Roeslani mengungkapkan, dari tujuh perusahaan yang dimaksud, beberapa diantaranya sudah berkomitmen dan tengah membangun konstruksi pabrik.

Terkait 7 produsen mobil listrik yang memiliki minat untuk membangun pabriknya di Indonesia, yakni BYD, Citroen, Aion, Gili, Maxus, Volkswagen, dan VinFast. Adapun nilai investasi untuk pembangunan pabrik mobil listrik ini mencapai Rp 15,4 triliun, dengan kapasitas produksi mencapai 281.000 unit per tahun.

“Sudah ada 7 produsen kendaraan listrik yang menyatakan pemindahan investasinya dan sudah mulai melakukan konstruksi dengan nilai total Rp 15,4 triliun,” beber Rosan di kawasan SCBD, Jakarta, Selasa (6/5/2025).

Kepala BKPM mengungkapkan, minat investasi itu tak terlepas dari angka penjualan kendaraan listrik di Indonesia terus mengalami tren peningkatan dari waktu ke waktu. Penjualan kendaraan listrik pada 2024 meningkat 151%.

Seiring tren penjualan itu, Rosan mengungkapkan sudah selayaknya Indonesia memiliki pabrik kendaraan listrik di dalam negeri. Ini akan mel dan membangun ekosistem kendaraan listrik yang berkesinambungan dari hulu hingga hilir.

“Memang pertumbuhan ini sangat-sangat signifikan. Dan bagaimana kita harus memperkuat ekosistem kita, karena kita tidak ingin menjadi market saja,” ungkap Rosan.

Di samping itu, kinerja realisasi investasi di Indonesia khususnya ekosistem kendaraan listrik, terus mengalami tren peningkatan. Pemikatnya adalah Indonesia yang telah berkomitmen untuk mencapai net-zero emission (NZE) pada tahun 2060 atau lebih cepat.

Indonesia juga memiliki potensi sumber daya alam untuk baterai kendaraan listrik, yang jumlahnya sangat besar, baik itu komoditas nikel maupun bauksit. Hal ini tentu jadi pertimbangan kuat para investor untuk menanamkan modalnya di Indonesia.

BACA JUGA:   Dukung Pengembangan Mobil Listrik, LKN Kembali Gelar Dialog Nasional

“Kita ketahui Indonesia ini sudah commit kepada dunia secara eksternal maupun internal ingin mencapai net zero emisi pada tahun 2060 atau lebih cepat dibandingkan tahun 2060 dan kita sudah commit itu,” tandas Rosan.

Tags: mobil listrik
Previous Post

Mandiri Group Gandeng BEI Genjot Edukasi Finansial hingga Pelosok Negeri

Next Post

MNC Group Tunjukkan Komitmen CSR Berkelanjutan Lewat Program Kesehatan, Pendidikan, dan Lingkungan

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR