Jakarta, TopBusiness – Indeks harga saham gabungan atau IHSG di PT Bursa Efek Indonesia hingga sesi penutupan perdagangan berpotensi sideways hari ini.
Melalui website samuel.co.id, daily report Samuel Sekuritas Indonesia, Jumat (16/05/2025) memperlihatkan judul IHSG Berpotensi Sideways Hari Ini.
Bursa AS ditutup sebagian besar menguat pada Kamis (15/5). Dow +0,65%, S&P 500 +0,41%, dan Nasdaq -0,18%. Pasar AS menguat disebabkan oleh penurunan imbal hasil Treasury, laporan laba kuat dari Cisco dan Deere, serta perkembangan positif dalam hubungan dagang dengan China.
Pasar komoditas ditutup cenderung melemah pada Kamis (15/5). Minyak WTI -1,80% ke level USD 61,7/bbl, minyak Brent -2,36% ke level USD 64,5/bbl, batu bara 0% di level USD 101,9/ton, CPO -1,40% ke level MYR 3.868, dan emas +1,98% ke level USD 3,240/oz.
Bursa Asia ditutup melemah pada Kamis (15/5). Kospi -0,73%, Hang Seng -0,79%, Nikkei -0,98%, dan Shanghai -0,68%.
Sementara itu, IHSG menguat 0,86% ke level 7.040,2, dengan investor asing mencatatkan keseluruhan net buy sebesar Rp 1.684,1 miliar. Di pasar reguler, investor asing mencatatkan net buy Rp 1.650,2 miliar, dan pada pasar negosiasi tercatat net buy asing Rp 33,9 miliar. Net buy asing tertinggi di pasar reguler dicatatkan BBRI (Rp 909,9 miliar), BMRI (Rp 498,3 miliar), dan ANTM (Rp 250,9 miliar). Net sell asing tertinggi di pasar reguler dicetak oleh ASII (Rp 117,7 miliar), BUMI (Rp 62,9 miliar), dan PNLF (Rp 51,1 miliar). Top leading movers emiten BBRI, BMRI, TLKM, sementara top lagging movers emiten GOTO, AMMN, AMRT.
Pagi ini, Kospi dibuka menguat sebesar +0,35%, sedangkan Nikkei melemah tipis sebesar 0,03%. “Kami memperkirakan IHSG akan bergerak sideways hari ini, didukung oleh dinamika yang terjadi di pasar global maupun komoditas,” demikian tertulis di website.
