Jakarta, TopBusiness – PLN Nusantara Power UP Cirata terus memperkuat komitmennya terhadap pembangunan berkelanjutan melalui program tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL) atau Corporate Social Responsibility (CSR) berbasis ekonomi sirkular.
Salah satu program unggulan yang saat ini menjadi perhatian utama adalah “Si Makmur” (Sinergi Maggot dan Jamur), yang berhasil memberdayakan masyarakat sekitar melalui pengelolaan limbah rumah tangga menjadi produk bernilai ekonomis.
Demikian seperti disampaikan oleh Ahmad Jalaludin, Senior Manager PLN Nusantara Power UP Cirata, dalam presentasi di ajang Top CSR Awards 2025, yang dilakukan secara online, beberapa waktu lalu. Hadir menemani Ahmad Jalaludian adalah Vani selaku Manager Business Support, Ridwan selaku Assistant Manager SDM & Umum, dan Zahra sebagai Staf SDM.
Disebut Jalaludin, program ini dirancang sebagai solusi terintegrasi terhadap dua isu krusial di sekitar Waduk Cirata: pengelolaan sampah organik dan peningkatan pendapatan masyarakat lokal.
Limbah rumah tangga dimanfaatkan sebagai pakan larva black soldier fly (maggot), yang selanjutnya dijadikan pakan ternak. Kotoran maggot (kasgot) kemudian digunakan sebagai pupuk organik dan media tanam jamur tiram.
“Melalui Si Makmur ini, kami tidak hanya mengurangi limbah organik, tetapi juga menciptakan nilai ekonomi baru dan mendukung ketahanan pangan lokal,” ujar Ahmad Jalaludin.
Program ini melibatkan kelompok masyarakat binaan yang secara aktif mengelola proses produksi maggot dan budidaya jamur.
Hasilnya cukup signifikan: rata-rata pendapatan per anggota kelompok mencapai Rp2 juta hingga Rp2,5 juta per bulan, sebuah angka yang cukup berarti bagi perekonomian rumah tangga di desa sekitar.
Selain memberdayakan masyarakat, program Si Makmur juga mendorong efisiensi operasional perusahaan. Dengan mengelola limbah secara mandiri, perusahaan mampu menekan potensi pencemaran lingkungan serta memperoleh penerimaan sosial dari masyarakat sekitar—hal yang biasa dikenal sebagai social license to operate (SLO).
Program ini menjadi bukti nyata kontribusi PLN UP Cirata terhadap Asta Cita Pemerintahan Prabowo Subianto —khususnya dalam aspek pengentasan kemiskinan dan penguatan ekonomi lokal.
“Si Makmur juga telah menjadi model yang direkomendasikan untuk direplikasi oleh unit atau perusahaan lain yang memiliki potensi sumber daya serupa,” terang dia.
Tak hanya berhenti pada dampak ekonomi, pendekatan PLN Nusantara Power juga mencerminkan prinsip keberlanjutan global, sejalan dengan standar ISO 26000 tentang Social Responsibility, yang mengedepankan efisiensi energi, pelestarian lingkungan, dan keterlibatan komunitas.
Dengan inovasi sosial seperti Si Makmur, PLN Nusantara Power UP Cirata membuktikan bahwa pengelolaan CSR tidak sekadar kewajiban, tetapi bisa menjadi strategi bisnis yang berkelanjutan dan berdampak nyata bagi masyarakat dan lingkungan.
Selain program Si Makmur, pemegang Proper Hijau 3 tahun berturut-turut ini juga memiliki program CSR Lentera Hijau dan program Akses Air Bersih & Infrastruktur Sosial. Untuk Lentera Hijau, berupa pemanfaatan eceng gondok sebagai kerajinan dan pakan serta berdampak positif terhadap pengendalian gulma dan membuka lapangan kerja.
Sementara untuk program Akses Air Bersih & Infrastruktur Sosial, berupa penyediaan air bersih & pembangunan fasilitas pendidikan/Kesehatan yang memiliki dampak positif berupa peningkatan kualitas hidup masyarakat.
