TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Bidik Golden Trophy, Pertamina Foundation Andalkan Kisah Sukses di Program CSR Desa Energi Berdikari

Busthomi
9 June 2025 | 10:16
rubrik: CSR, Event
Bidik Golden Trophy, Pertamina Foundation Andalkan Kisah Sukses di Program CSR Desa Energi Berdikari

FOTO: TopBusiness

Jakarta, TopBusiness – Pertamina Foundation (PF) kembali terpilih sebagai salah satu penerima penghargaan di bidang Corporate Social Responsibility (CSR) di gelaran TOP CSR Awards 2025. Untuk itu, PF baru saja mengikuti proses penjurian ajang tersebut yang digelar secara online pada Kamis (9/6/2025).

Di dua ajang sebelumnya, PF sudah mendulang penghargaan Bintang 5 atau level tertinggi. Sehingga pada gelaran kali, PF pun mengincar Bintang 5 kembali, sehingga bisa menerima penghargaan Golden Trophy. Beberapa program unggulan pun dipaparkan, bahkan sudah menggambarkan success story atau kisah sukses di banyak program. Salah satunya di program Desa Energi Berdikari.

Hadir lengkap dari PF dalam presentasi kali ini adalah Presiden Direktur PF – Agus Mashud S. Asngari, Direktur Operasi PF – Gusman Adiwardhana, Direktur Keuangan PF – Tito Rahman Hidayatullah, VP Finance & Risk Management – Prihandy Triswiyanto, VP Pemberdayaan Masyarakat dan Lingkungan – Probo Prasiddhahayu, dan VP Human Capital & Business Support – Ikhsan Salman.

Menurut Agus, dalam menjawab tantangan berbagai stakeholders, PF memberikan program pemberdayaan masyarakat dengan pemanfaatan TI, perluasan jaringan pemangku kepentingan, dan pemusatan pemuda. Langkah transformasi yang dilakukan PF ini dalam rangka untuk mencapai tujuannya sebagai World Class Foundation.

Untuk itu, program pertanggungjawaban sosial Perusahaan atau CSR dan TJSL pun digelar. Dalam hal ini, kata dia, PF menegaskan komitmennya dalam mengembangkan program-program CSR yang berdampak luas bagi masyarakat dan lingkungan. Untuk itu, dalam presentasi di hadapan Dewan Juri ajang CSR Award 2025 itu, PF menampilkan berbagai inisiatif unggulan yang fokus utamanya di tiga TJSL yaitu, Pendidikan, Lingkungan, dan Ekonomi.

“Pendekatan CSR yang dilakukan tidak hanya bersifat seremonial, tetapi berorientasi pada keberlanjutan dan penguatan kapasitas masyarakat. Jadi kami tidak hanya menjalankan CSR sebagai kewajiban perusahaan, tapi menjadikannya sebagai gerakan kolektif yang melibatkan mahasiswa, komunitas, hingga UMKM perempuan. Semuanya didesain untuk menciptakan dampak sosial yang nyata dan berkelanjutan,” terang Agus.

Andalkan DEB SoBI

Lebih jauh Agus menegaskan, PF mengandalkan program Desa Energi Berdikari Sobat Bumi (DEB SoBI). Bahkan dalam program ini sudah ada cerita keberhasilannya atau success story.   Program DEB SoBI ini mengusung konsep E4 (Energi, Ekonomi, Edukasi, & Efisiensi) melalui reka cipta EBT untuk memberdayakan ekonomi serta mengedukasi perilaku ramah lingkungan masyarakat desa yang mandiri dan sejahtera berkelanjutan.

Adapun dalam program ini, PF sudah memasang 32 program PLTS (Pembangkit Listrik Tenaga Surya), 4 program biogas, 4 program hybrid (biogas – PLTS). Dengan total energi yang dihasilkan adalah 87.534 kWh/tahun Solar PV dan 7.344 M3/tahun Biogas.

BACA JUGA:   Sukses Memberdayakan Perekonomian, BAZNAS Riau Kandidat TOP CSR Awards 2025

“Sehingga dengan program ini berdampak positif kepada Masyarakat yaitu, 2.678 Penerima manfaat, sebanyak Rp401.599.992,-/tahun peningkatan pendapatan, senilai Rp151.172.163,-/tahun penghematan biaya energi, dan 109.277 kg CO2/tahun reduksi emisi karbon,” jelas dia.

Berikut success story dari DEB ini

  1.  DEB SoBI Kupang

SoBI Kupang memberdayakan Masyarakat melalui pelatihan dan pendampingan pembuatan pestisida nabati, ecoenzyme, NPK nutrisi, Biosaka, & Pengendali hama wereng sebagai upaya optimalisasi aktivitas pertanian.

Adapun memalui pemberdayaan masyarakat (kelompok tani) di desa Pukdale, Kecamatan Kupang Timur, Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) itu mampu menghasilkan luaran berupa: Pestisida nabati sebanyak 100 L/bulan; Ecoenzyme sebanyak 100L/bulan; NPK nutrisi sebanyak 60L/bulan; Biosaka sebanyak 10L/bulan; dan Pengendali hama wereng 100L/bulan.

Program DEB SoBI ini memiliki output yakni 3.053 kg CO2/ th reduksi emisi, 3.600 Wp kapasitas terpasang, Rp36.000.000,-/th pendapatan, dan Rp5.312.765,-/th penghematan biaya energi.

Selain itu juga adanya elektrifikasi pompa pendistribusi air ke lahan pertanian seluas 20.000 m2 dengan drip irrigation system yang mendukung swasembada pangan; dan elektrifikasi mesin pencacah untuk pemenuhan kebutuhan pupuk organik secara mandiri.

“Program Desa Energi Berdikari Sobat Bumi ini melahirkan Local Hero DEB Sobat Bumi PNK yaitu Bapak Yap Immanuel Maradidjal,” katanya.

2. DEB PFSAINS Cilacap

Program DEB PFSains ini diselenggarakan di Desa Kalijaran, Cilacap, Jawa Tengah. Ini adalah energi surya untuk pertanian. Program ini menghasilkan 2.120 kg CO2/tahun reduksi emisi, 2,5 kWp kapasitas terpasang, dan Rp 3.689.420,- penghematan biaya energi.

Proyek PLTS ini untuk agrophotovoltaic yang memanfaatkan air tanah guna mengaliri lahan pertanian. Proyek sains ini berusaha menyelesaikan masalah, yaitu, pertama, kekurangan air untuk lahan pertanian; kedua, bahan bakar (solar) untuk pompa air; dan ketiga, penerima manfaat proyek ini adalah 40 petani dengan luas lahan 3-5 hektare.

3. DEB PFSains Pulau Bungin, Sumbawa

DEB PFSains Pulau Bungin, Kecamatan Alas, Sumbawa, Nusa Tenggara Barat (NTB) ini berupa PLTS untuk Cold Storage. Program ini menghasilkan 2.326 kg CO2/tahun reduksi emisi, 2,4 kWp kapasitas terpasang, dan Rp 4.047.821,- penghematan biaya energi

Proyek sains ini berusaha menyelesaikan masalah, yakni, tidak adanya pendingin untuk menjaga kualitas hasil tangakapan laut; dan proyek 3 cold storage PLTS ini memberikan manfaat pada 10 nelayan.

BACA JUGA:   Program CSR “Mliwang Metubanyune” Jadi Program CSR Andalan SBI Pabrik Tuban

4. DEB PFSains Pulau Pagerungan Kecil, Madura

Program DEB PFSains di Madura ini adalah Hybrid PLTS + PLTB daerah 3T. Dengan manfaatnya bisa menghasilkan 3.102 kg CO2/tahun reduksi emisi, 3.2 kWp kapasitas terpasang, dan Rp 5.397.094,- penghematan biaya energi.

Proyek ini mengatasi masalah, yakni pertama, ketiadaan elektrifikasi pada Pulau Pagerungan kecil; kedua, satu-satunya fasilitas kesehatan tidak memiliki peralatan penunjang yang membutuhkan listrik; dan ketiga, proyek ini mampu memberikan manfaat bagi 1 pulau dengan 6834 jiwa.

5. PFPreneur: Bananania

Program Banania merupakan produk makanan berbahan dasar pisang, antara lain keripik pisang, granola pisang, tepung pisang, cookies pisang dan rambak pisang.

Produk-produknya diproses tanpa pewarna dan tanpa pengawet, dan sudah memiliki izin BPOM, Halal, HAKI dan HACCP serta telah menggunakan energi terbarukan untuk produksi tepung pisang sehingga dapat menekan biaya produksi:

  • 2020: Terpilih menjadi salah satu UMKM terbaik dalam program PFpreneur
  • 2022-2023: Mengikuti UMK Academy dan terpilih menjadi Champion Go Global.
  • 2024: Terpilih dalam pameran Pertamina dalam Trade Expo Indonesia 2024 kerja sama dengan marketplace dari Kanada, Archipelago, pada ajang Trade Expo Indonesia.
  • 2024: Terpilih untuk mengikuti business matching Pertamina SMEXPO 2024 dan berhasil menarik buyer internasional dari China.

Keberhasilan program ini terlihat dari perbandingan sebelum dan sesudahnya yakni di tahun 2020 hingga berhasil di tahun 2025 ini. Seperti dari sisi omset yang semula Rp10 juta per bulan menjadi Rp175 juta hingga 250 juta, untuk jumlah karyawan dari 3 menjadi 10 (tetap) dan 8 tidak tetap, untuk laporan keuangan dari ditulis manual dan disimpan di excel menjadi menggunakan aplikasi Siapik, back up di excel.

Selanjutnya, untuk jumlah produksi sebanyak 800-1.000 pack per bulan menjadi 20 ribu hingga 30 ribu per bulan, untuk mesinnya yang semula masih manual menjadi beberapa sudah semi otomatis, untuk kebutuhan pisang dari 10 kg per bulan menjadi 5 ton pisang per bulan, sedang untuk pasar dari semula lokal Yogyakarta dan hanya offline menjadi lokal, nasional, export, online dan offline. Dan terakhir untuk sistem pembayaran yang semula hanya tunas dan transfer menjadi ditambah QRIS, e-wallet, EDC.

Program CSR Lain

Selain program-program tersebut, kata Agus, PF juga mengandalkan program unggulan lainnya. Seperti Program Beasiswa. Ini dilakukan dengan menggandeng 40 Mitra Perguruan Tinggi.

“Program ini bentuk apresiasi kepada putra-putri terbaik di seluruh Indonesia yang berprestasi secara akademik, aktif dalam kegiatan masyarakat dan kelestarian lingkungan. Sejauh ini sudah ada 1.090 penerima beasiswa yang melaksanakan 10 jenis beasiswa,” katanya.

BACA JUGA:   Chandra Asri Luncurkan Kampanye Lingkungan Berkelanjutan

“jadi, melalui mahasiswa, kami tidak hanya menyalurkan bantuan, tapi juga menanamkan semangat kepemimpinan sosial dan keberlanjutan. Mereka menjadi agen perubahan di komunitas masing-masing,” tambahnya.

Juga ada program PFMuda. Program ini ada dua Banasentra dan Sayur Sleman. Untuk Banasentra, yaitu proyek sosial yang berawal dari dua permasalahan utama yaitu limbah pisang dan minimnya lulusan santri dalam mendapatkan pekerjaan, terbentuklah Banasentra yang memproduksi kerajinan dari limbah pisang sekaligus memberdayakan santri.

“Rekayasa limbah pelepah pisang dengan teknologi biocomposite, di mana serat pelepah dicampur dengan polimer ramah lingkungan menghasilkan material kuat, lentur, dan terurai secara hayati,” ucap dia.

Untuk program Sayur Sleman, yaitu proyek sosial yang bertujuan untuk memperbaiki tata kelola kelembagaan kelompok tani sehingga dapat meningkatkan motivasi, produktivitas, pendapatan, dan mengurangi tingkat kemiskinan bagi 50 rumah tangga petani di Desa Margorejo, Tempel, Sleman.

Implementasi kegiatan: • Usaha Tani/On Farm: budidaya melon premium dan sayur hidroponik. • Kegiatan Off Farm: pelatihan agribisnis, pemasaran, hidroponik, pengolahan cabai, pembuatan modul, aktivasi sosial media, pendataan buyer dan CSR

Selanjutnya ada program Bidang Lingkungan yakni Hutan Lestari. Pelaksanaan Hutan Lestari Pertamina ini telah melakukan kegiatan reforestasi aksi mitigasi perubahan iklim dari tahun 2022–2024 dengan pencapaian, yaitu: 4.374.038 bibit pohon tertanam, 1.784.554 bibit pohon daratan, dan 2.889.034 bibit pohon mangrove.

Beberapa hutan lestari itu yakni Hutan Lestari Mahakam, Hutan Lestari Badak LNG dengan Penanaman DAS NTT & Aceh, dan Hutan Lestari UGM. “Untuk hutan Pertamina Mahakam Lestari sudah tervalidasi dengan target emisi 69,062 ton CO2e selama 10 tahun dengan catatan Opini Positif dari Lembaga Validasi dan Verifikasi,” katanya dengan menambahkan program CSR lainnya adalah Konservasi Hiu Paus Kwatisore, Proyek Lembata “Knato Lawu Lewa.”

Lebih jauh ditegaskannya, seluruh inisiatif CSR PF dirancang mengacu pada standar internasional ISO 26000 tentang tanggung jawab sosial. Hal ini diwujudkan dalam tata kelola transparan, keterlibatan komunitas, serta pencapaian Social Return on Investment (SROI) yang signifikan.

“SROI kami saat ini mencapai 1:1.187. Artinya, setiap Rp1 yang diinvestasikan dalam program sosial, menghasilkan manfaat setara Rp1.187. Ini bukti bahwa pendekatan kami efektif dan berdampak nyata,” pungkas Agus.

Tags: Pertamina FoundationTOP CSR Awards 2025
Previous Post

Pembiayaan Multifinance Melambat 10 Bulan Berturut-turut

Next Post

BI dan OJK Luncurkan Hackathon 2025 untuk Dorong Inovasi Layanan Keuangan Digital

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR