TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Berikut Ini BUMN ke-22 yang Go Public

Nurdian Akhmad
12 October 2017 | 13:53
rubrik: Business Info
Berikut Ini BUMN ke-22 yang Go Public

GMF Go Public (Foto: Ones Anwar)

Jakarta, BusinessNews Indonesia—PT Garuda Maintenance Facility AeroAsia, Tbk (GMF), kemarin  resmi menjadi emiten ke-25 yang melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tahun ini. Dengan demikian, GMF adalah perusahaan ke-559 yang melepas saham ke publik atau IPO (initial public offering).

Perseroan pelat merah yang bergerak di bidang perawatan dan pemeliharaan pesawat terbang tersebut mencatatkan nama di papan utama BEI dengan kode emiten GMFI.

“Selamat datang kepada PT GMF ke Bursa Efek Indonesia. GMFI per hari ini akan mulai dicatatkan dan diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia,” ujar Direktur BEI Samsul Hidayat dalam sambutannya.

Dengan demikian, saat ini sudah ada 22 badan usaha milik negara (BUMN) yang tercatat melantai di BEI. “Jadi, (GMF) ini merupakan perusahaan BUMN ke-22 yang tercatat di Bursa Efek Indonesia. Dan itu merepresentasikan 26,6% dari market cap yang tercatat di BEI adalah BUMN,” kata Samsul.

Direktur Utama GMF AeroAsia Iwan Joeniarto mengatakan, langkah transformatif GMF dengan menjadi perusahaan publik (terbuka) merupakan pencapaian yang membanggakan sekaligus menjadi strategi perusahaan dalam pengembangan usaha.

“Pencapaian yang membanggakan ini merupakan tonggak sejarah, dan penting dalam perjalanan perusahaan kami. Pencapaian ini tentunya tidak terlepas dari dukungan seluruh pihak, khususnya Bursa Efek Indonesia,” tuturnya.

GMF melepas 2.823.351.100 lembar saham baru atau 10% dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah penawaran umum perdananya dengan harga sebesar Rp 400 per lembar saham. Dengan harga tersebut, GMF berhasil menghimpun dana sebesar Rp 1,27 triliun.

Sekitar 60% dana bersih dari hasil IPO ini akan digunakan untuk mendanai ekspansi, sekitar 15% untuk refinancing, dan sisanya untuk kebutuhan modal kerja. Adapun rencana ekpansi GMF akan memulai dengan pembangunan fasilitas perawatan pesawat di Batam, Australia, Asia Timur, dan Timur Tengah.

BACA JUGA:   Jelang HBKN, Kemendag Dorong Percepatan Distribusi Bapok Antisipasi Kondisi Cuaca

“Dengan kinerja yang positif, prospek industri yang menjanjikan, dan kepercayaan dari berbagai pihak, melalui IPO ini kami mengajak masyarakat Indonesia untuk bergabung menjadi bagian dari keluarga besar GMF dan turut berkonstribusi bagi ekonomi Indonesia. Dengan senantiasa memperhatikan good corporate governance (GCG), GMF mengupayakan untuk dapat memberikan keuntungan bagi seluruh pemangku kepentingan perusahaan,” pungkas Iwan.

Previous Post

Perubahan Domestik-Global Cepat, Harus Dihitung Cermat

Next Post

3 Lapangan Gas Natuna Mulai Dikembangkan

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR