
Jakarta, businessnews.id —- Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan, pada bulan Maret 2014 terjadi inflasi sebesar 0,08 persen. Inflasi itu disumbang oleh produk makanan dan rokok.
“Inflasi terjadi karena adanya kenaikan harga yang di tunjukan oleh indeks berapa pengeluaran yaitu kelompok makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau sebesar 0,43 persen,” papar Kepala BPS, Suryamin, di Jakarta, hari ini.
Beberapa komoditas yang mengalami kenaikan harga pada bulan maret 2014, dia mengatakan, antara lain: beras, cabe rawit, tarif angkutan udara, bawang putih, minyak goreng, rokok filter, susu untuk balita, bayam, mie, rokok kretek, rokok putih, dan mobil.
Sementara itu kelompok perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar, menyumbang inflasi sebesar 0,16 persen; kelompok sandang sebesar 0,08 persen; kelompok kesehatan sebesar 0,41 persen; kelompok pendidikan , olah raga, dan rekreasi sebesar 0,14 persen; kelompok tranportasi, jasa keuangan, dan komunikasi sebesar 0,24 persen.
Sedangkan tingkat inflasi tahun kalender Maret 2014 sampai Februari 2014 sebesar 1,41 persen, dan inflasi year on year (yoy) yakni bulan Maret 2014 terhadap bulan Maret 2013, sebesar 7.32 persen.
”Angka ini cukup rendah dan menunjukkan adanya pengendalian harga,” terangnya. (ZIZ)