Jakarta, TopBusiness – PT Fore Kopi Indonesia Tbk (IDX: FORE), coffee chain premium affordable, baru saja melaksanakan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (“RUPST”) di Fore Experience, Jakarta Selatan, Kamis (26/6/2025).
RUPST dilaksanakan secara luring dan daring menggunakan aplikasi yang disediakan PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (“KSEI”) yaitu Electronic General Meeting System KSEI (“eASY.KSEI”).
Pada pelaksanaan RUPS Tahunan Fore Coffee di Jakarta hari ini (26/6), para pemegang saham telah menyetujui dan menyepakati seluruh atau lima agenda Rapat, yaitu sebagai berikut:
Pertama, persetujuan dan pengesahan Laporan Tahunan Perseroan tahun buku yang berakhir pada 31 Desember 2024 termasuk di dalamnya Laporan Kegiatan Perseroan, Laporan Pengawasan Dewan Komisaris dan Laporan Keuangan tahun buku yang berakhir pada 31 Desember 2024, serta pemberian pelunasan dan pembebasan tanggung jawab sepenuhnya (acquit et de charge) kepada Dewan Komisaris dan Direksi Perseroan atas pengurusan dan pengawasan Perseroan yang dilakukan selama tahun buku bersangkutan.
Kedua, penetapan penggunaan laba bersih tahun buku yang berakhir pada 31 Desember 2024.
Ketiga, penunjukan Akuntan Publik yang akan mengaudit laporan keuangan Perseroan untuk tahun buku yang berakhir pada 31 Desember 2025.
Keempat, persetujuan atas penentuan gaji, honorarium dan tunjangan lainnya bagi anggota Dewan Komisaris dan Direksi.
Kelima, laporan Pertanggungjawaban Realisasi Penggunaan Dana Hasil Penawaran Umum Perdana Saham Perseroan (“IPO”).
“Soal laba ditahan itu memang untuk perkuat struktur permodalan FORE. Itu sangat penting. Karena akan memperkuat permodalan kita. Makanya kita tak pakai (sebagai laba ditahan),” tutur Direktur Utama PT Fore Kopi Indonesia Tbk, Vico Lomar, saat acara paparan public, Kamis (26/6/2025).
Di tempat yang sama, Direktur FORE, Mohammad Fahmi Rachmattulah mengatakan, kebijakan tak bagi dividen tahun ini lantaran ingin membangun ekuitas yang lebih kuat terlebih dahulu.
“Sehingga kita putuskan untuk laba ditahan. Ke depan, dividen akan kita tentukan berdasar hasil RUPS. Target kita sekitar 40% dividennya (dari laba bersih). Nanti akan ditentukan hasil RUPST-nya,” jelas dia.
Lebih jauh Vico menjelaskan, selama 2024 lalu kinerja Perseroan kian cemerlang. Lonjakan pendapatan Fore Coffee sebesar 115% menjadi Rp1,04 triliun dan lebih dari 4.900% laba bersih yang mencapai Rp58,2 miliar pada tahun buku 2024.
“Ini merupakan hasil dari momentum positif strategi ekspansi agresif Perseroan. Hal ini ditandai dengan penambahan jumlah gerai hingga 35%, mencapai total 232 gerai pada akhir tahun 2024,” ujarnya.
Dengan capaian positif pada kinerja income statement tahun lalu, maka per 31 Desember 2024 jumlah ekuitas Fore Coffee menjadi Rp253,12 miliar atau melesat 227% (YoY), sedangkan liabilitas tercatat meningkat 48% (YoY) menjadi Rp387,64 miliar.
Dengan demikian, hingga akhir 2024 total aset Fore Coffee menjadi Rp640,76 miliar atau bertumbuh 89% (YoY).
“Pada tahun 2025, Perseroan telah menetapkan target untuk terus meningkatkan kinerja usaha, baik dari sisi keuangan dan operasional dan tetap menjaga loyalitas konsumen terhadap merek Fore Coffee,” tegas Vico.
Vico mengungkapkan, optimisme Fore Coffee untuk mencapai target kinerja keuangan untuk Tahun Buku 2025 didasari praktik pembukaan outlet baru yang semakin matang dan sistematis, serta adanya komitmen operational excellence sebagai pilar utama untuk menjaga kualitas dan efisiensi.
“Yang tidak kalah penting, kekuatan brand Fore Coffee yang terus berkembang dan semakin diterima oleh konsumen telah memberikan keyakinan kepada kami untuk melangkah lebih jauh di tahun 2025,” pungkas Vico.
