Jakarta, TopBusiness – PT Petrosea Tbk (IDX:PTRO) untuk ke-14 kalinya melaksanakan program Fresh Operator Training Program (FOTP) sebagai bagian dari komitmen jangka panjang Perusahaan dalam memberdayakan dan mengembangkan kompetensi masyarakat lokal serta tanggung jawab sosial Perusahaan di sekitar wilayah operasionalnya.
Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, kali ini program dilaksanakan secara terpusat di proyek Kideco Jaya Agung (KJA) yang berlokasi di Kabupaten Paser, Kalimantan Timur. Pada acara peresmian FOTP tahun ini yang dilaksanakan pada tanggal 4 Juli 2025, sebanyak 53 peserta hadir untuk mengikuti program ini.
Para peserta adalah putra daerah terbaik yang merupakan lulusan SMA dari 7 lokasi di lingkar proyek operasional pertambangan batubara dan nikel yang dikelola Petrosea di provinsi Sumatera Selatan, Kalimantan Tengah dan Kalimantan Timur, serta Sulawesi Tengah. • 10 peserta dari Kabupaten Musi Rawas, Sumatera Selatan • 10 peserta dari Kecamatan Batu Sopang, Kalimantan Timur • 20 peserta dari wilayah provinsi Kalimantan Tengah • 13 peserta dari Kecamatan Bahodopi, Sulawesi Tengah Selama mengikuti program FOTP, seluruh peserta akan mempelajari berbagai materi, termasuk pembinaan mental dan fisik, pelatihan dasar operator dan pelatihan simulator alat berat.
Sedangkan alat berat yang digunakan dalam pelatihan ini di antaranya adalah dump truck HD Caterpillar 777 dan Komatsu 785 yang memiliki kapasitas 100 ton, serta dump truck lainnya seperti articulate dump truck dan Caterpillar 773 dengan kapasitas berkisar antara 40 ton sampai dengan 60 ton.
Setelah selama sebulan menerima pelatihan terpusat, seluruh peserta akan kembali ke lokasi proyek masing-masing untuk melanjutkan praktik kerja lapangan selama dua bulan guna mencapai 300 jam kerja pengoperasian alat berat.
Sedangkan selama sembilan bulan terakhir, para peserta akan difokuskan untuk lebih menyesuaikan diri dengan unit alat berat dan area kerja, serta mematuhi seluruh peraturan perusahaan dan keselamatan kerja yang berlaku di masing-masing proyek.
Seluruh peserta yang telah menyelesaikan pelatihan dengan baik dan dinyatakan lulus akan diangkat menjadi karyawan Petrosea sebagai operator alat berat dan memiliki kesempatan untuk mengembangkan karier lebih lanjut hingga ke jenjang pengawas lapangan.
“Dengan pelaksanaan FOTP secara terpusat, Petrosea berharap dapat mencetak lebih banyak operator andal dari masyarakat lokal sekaligus sebagai bentuk komitmen dalam mendukung pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan melalui penciptaan lapangan kerja,” ujar Iman Darus Hikhman selaku Mining Director PT Petrosea Tbk.
Seluruh target kinerja operasional dan keuangan Petrosea didukung oleh budaya Keselamatan, Kesehatan Kerja & Lingkungan (K3L) yang kuat melalui penerapan target zero accident, operational excellence dan continuous improvement, serta faktor pengelolaan risiko dan Good Corporate Governance (GCG) sebagai tulang punggung perusahaan yang berkesinambungan.
