Jakarta, TopBusiness – Perumda BPR Rokan Hulu memaparkan capaian kinerja dua tahun terakhir dengan menegaskan pentingnya Governance, Risk, and Compliance (GRC) sebagai motor pertumbuhan yang tangguh dan berkelanjutan.
Dalam presentasi bertema Resiliency to Sustainability Leading Through GRC, Direktur Kepatuhan, Imra Gustin menekankan bahwa GRC bukan hanya kewajiban kepatuhan, tetapi strategi bisnis jangka panjang.
“Pandangan dan kebijakan manajemen tentang hubungan GRC dan sustainable business adalah bahwa GRC bukan hanya kewajiban kepatuhan, tetapi strategi menciptakan nilai jangka panjang dan reputasi yang solid,” ungkap Imra dalam wawancara penjurian TOP GRC awards 2025 secara daring, Kamis (14/8/2025). Dalam kesempatan ini, turut hadir Direktur Utama Perumda BPR Rokan Hulu, Anggi Firmansyah.
Masih menurut Irma, kebijakan yang diterapkan mencakup penetapan arah strategi bisnis, integrasi GRC ke dalam seluruh proses, pemantauan kebijakan, evaluasi risiko, dan pengelolaan risiko operasional. Implementasi juga dilengkapi dengan pedoman kerja fungsi kepatuhan, ketentuan komite kredit, opini kepatuhan untuk mitigasi risiko, serta struktur organisasi yang mendukung GRC.
Bank BPR Rokan Hulu mengacu pada regulasi eksternal seperti POJK No. 9 Tahun 2024 dan SEOJK No. 12 Tahun 2024 tentang tata kelola BPR/BPRS. Di sisi internal, perusahaan memiliki SK Direksi terkait pedoman kerja, penanganan benturan kepentingan, audit internal, strategi anti-fraud, prosedur kepatuhan, tata kelola TI, dan peraturan pegawai.
Meski skor penilaian GCG 2023 mencapai 1,5 (sangat baik), terjadi penurunan menjadi 3 pada 2024 akibat posisi ketua dewan pengawas yang masih kosong. Perusahaan menegaskan bahwa peran pengawasan aktif, evaluasi kebijakan, dan arahan strategis tetap dijalankan melalui rapat berkala sesuai ketentuan OJK.
Keberhasilan GRC dan ESG dalam dua tahun terakhir tercermin dari pencapaian penyaluran kredit melebihi target, peningkatan penghimpunan dana, penciptaan laba untuk dividen, hingga kolaborasi dengan dinas daerah dan kerja sama strategis dengan BPKAD.
Inovasi dan Transformasi Teknologi
Selain tata kelola, inovasi produk dan teknologi menjadi pendorong utama pertumbuhan Perumda BPR Rokan Hulu. Salah satu terobosan yang mendapat sambutan positif adalah Tabungan Tarisa, produk tabungan dengan konsep arisan yang diluncurkan dua tahun terakhir. “Produk ini cukup memberikan kontribusi simpanan bagi BPR Rokan Hulu,” bebernya.
Tak hanya itu, strategi penghimpunan dana juga diperkuat dengan memperluas jaringan kantor hingga enam unit, menambah tenaga marketing dana, serta menggencarkan promosi melalui media sosial seperti Facebook dan Instagram. Kerja sama dengan sekolah, dinas, lembaga keuangan, dan BUMDes turut meningkatkan jumlah simpanan secara signifikan.
Di sisi penyaluran dana, fokus diarahkan pada sektor konsumtif berisiko rendah seperti kredit ASN, kredit sertifikasi, dan kredit modal kerja proyek daerah yang pembayarannya bersumber dari kas pemerintah daerah.
Perusahaan juga memanfaatkan teknologi informasi sebagai bagian dari efisiensi operasional dan layanan pelanggan. Fasilitas yang dihadirkan meliputi sistem core banking sesuai ketentuan OJK, SMS notifikasi, pengelompokan profil risiko nasabah, hingga WhatsApp Center untuk menampung keluhan nasabah secara cepat.
Pertumbuhan kinerja keuangan pun signifikan. Aset naik dari Rp116 miliar pada 2023 menjadi Rp179,8 miliar di 2024, dengan target di atas Rp200 miliar pada tahun ini. Dana pihak ketiga meningkat 50,53%, kredit tumbuh 67,97%, meski laba turun dari Rp970 juta menjadi Rp820 juta akibat kenaikan biaya.
Pengakuan atas capaian ini ditandai dengan penghargaan Top BUMD Award Bintang 4 pada 2023 dan 2024, serta Top GRC Award Bintang 4 selama dua tahun berturut-turut.
“Untuk penghargaan Top GRC Award, ini adalah tahun kedua kami meraihnya, dan mudah-mudahan tahun ini bisa mencapai bintang lima,” pungkasnya.
