Jakarta, TopBusiness – Jakarta International Container Terminal (JICT) resmi menerapkan Terminal Booking System (TBS) bersama seluruh terminal peti kemas di Pelabuhan Tanjung Priok, Minggu (17/8/2025) lalu.
Sistem terbaru ini diharapkan menjadi terobosan untuk meningkatkan efisiensi logistik nasional, mengurangi antrean, serta memangkas biaya tinggi yang selama ini menjadi hambatan daya saing Indonesia.
Direktur Utama JICT Ade Hartono, menegaskan penerapan TBS merupakan tonggak penting dalam perjalanan transformasi logistik nasional.
“Dengan TBS, kita membebaskan logistik dari antrean panjang, waktu tunggu yang tidak pasti, dan biaya tinggi. JICT jadi pelopor layanan yang lebih tertib, modern, dan efisien,” ujar Ade dalam keterangan tertulis, Kamis (21/8/2025).
Melalui TBS, setiap kendaraan pengangkut peti kemas kini memiliki jadwal pasti saat masuk terminal.
Langkah ini dinilai efektif menekan potensi kemacetan dan memangkas waktu tunggu truk secara signifikan.
“Bagi pengguna jasa, TBS memberi kepastian. Bagi operator pelabuhan, sistem ini menghadirkan tata kelola yang lebih teratur. Dan bagi Indonesia, langkah ini mendukung upaya menurunkan biaya logistik nasional yang selama ini menjadi kendala daya saing,” tambah Ade.
Peluncuran TBS yang bertepatan dengan Hari Kemerdekaan RI memiliki makna simbolis. Tidak hanya memperingati sejarah, tetapi juga menandai langkah maju bangsa melalui inovasi logistik.
JICT menegaskan komitmennya untuk terus mendukung kebijakan pemerintah dan memperkuat kolaborasi dengan regulator, operator pelabuhan, hingga pelaku usaha logistik agar sistem ini berjalan optimal.
Sebagai terminal peti kemas terbesar dan tersibuk di Indonesia, JICT menempatkan keberhasilan implementasi TBS sebagai bagian dari tanggung jawab nasional.
“Kami percaya, keberhasilan TBS tidak hanya ditentukan oleh teknologi, tetapi juga oleh komitmen, koordinasi, dan konsistensi semua pihak. Inilah langkah bersama untuk membangun logistik Indonesia yang lebih tangguh,” ujar Ade.
