Jakarta, TopBusiness – Ajang Webinar TOP GRC Awards 2025 yang digelar hari ini, Selasa (2/9/2025), mendapat sambutan antusias dari para peserta yang mewakili perusahaan finalis TOP GRC Awards 2025.
Tak kurang dari 350 peserta mengikuti kegiatan webinar ini yang merupakan rangkaian kegiatan TOP GRC Awards 2025 yang puncak acaranya akan diselenggarakan pada 8 September 2025. Webinar ini mengambil tema ”Resilience to Sustainability: Leading Through GRC”.
Dalam sambutan pembukaan webinar, Ketua Penyelenggara TOP GRC Awards 2025 M. Lutfi Handayani menyampaikan bahwa TOP GRC Awards 2025 merupakan kegatan pembelajaran bersama mengenai Governance , Risk, dan Compliance sekaligus apresiasi dan penghargaan kepada perusahaan-perusahaan yang dinilai telah menerapkan GRC dengan baik.
TOP GRC Awards ini juga merupakan rangkaian kegiatan dengan GRC Summit 2025 yang sudah diselenggarakan pada 21-22 Agustus 2025 di Yogyakarta.
Webinar dan TOP GRC Awards 2025 diselenggarakan oleh majalah TopBusiness bekerja sama dengan Asosiasi GRC Indonesia, IRMAPA (Indonesia Risk Management Professional Association), ICoPI (Institute Compliance Professional Indonesia), dan PaGi (Perkumpulan Profesional Governansi Indonesia), Lembaga Kajian NawaCita (LKN).
Ajang ini juga didukung oleh beberapa perusahaan konsultan bisnis dan GRC, serta akademisi dari Universitas Indonesia maupun Universitas Padjadjaran Bandung.
“Tujuan webinar ini adalah yang pertama menjadi sarana pembelajaran bersama dalam meningkatkan implementasi GRC untuk mendukung peningkatan tumbuhnya bisnis perusahaan secara berkelanjutan,” ujar Lutfi.
Kedua, kata dia, Webinar ini juga menjadi ajang berbagi pengalaman dan pengetahuan tentang inovasi dan keberhasilan implementasi GRC di Indonesia.
GRC di Tengah Tantangan Bisnis
Lutfi dalam sambutannya juga menyinggung soal tantangan bisnis ke depan yang seringkali memunculkan ketidakpastian. Hal itu membuat pendekatan GRC juga mengalami perubahan dan penyempurnaan dari waktu ke waktu.
“GRC tidak hanya technic value, tapi juga creating value. Bagaimana GRC atau tim GRC memunculkan inovasi-inovasi untuk perbaikan-perbaikan proses bisnis agar kinerja terus meningkat,” kata dia.
Menurut Lutfi, pesatnya perkembangan teknologi digital juga mendorong perkembangan GRC ke depan menjadi GRC yang berbasis artificial intelligence atau AI. Ini yang perlu diadopsi bersama. Namun, kata dia, satu hal yang paling penting dalam sistem GRC adalah bagaimana sistem GRC itu benar-benar menjadi satu sistem yang diimplementasikan.
“Bukan sekadar memiliki pedoman dan infrastruktur GRC, tapi bagaimana sistem dan infrastruktur GRC itu menjadi sebuah kebijakan yang diimplementasikan di perusahaan,” kata Lutfi.
Mendukung pernyataan Lutfi, Ketua Dewan Juri TOP GRC Awards 2025 Dr. Antonius Alijoyo dalam sambutannya juga menyatakan bahwa organisasi bisnis ke depan dihadapkan pada berbagai ketidakpastian antara lain dari technology disruption, reducing carbon emission, national/global economic slow down, geopolitical instability, exchange rate instability, serta demographic change.
“Lingkungan organisasi kita diharapkan bisa mengelola hazard/threat, mampu mengantisipasi ketidakpastian itu, kita cegah jangan sampai itu terjadi. Kalau itu terjadi, organisasi diharapkan bisa melakukan tidnakan koreksi dan recovery agar damage-nya tidak membuat kita selesai, tapi mampu berkelanjutan,” ujar Anton.

Dalam kondisi ketidakpastian tersebut, menurut Anton, sebenarnya juga ada prospek untuk promoting dan keluar dari kondisi tersebut, sehingga justru menjadi keuntungan bagi suatu organisasi bisnis.
Oleh karena itu, kata dia, sebagai praktisi GRC hendaknya tidak hanya berhenti pada comply secara aturan legal, tapi juga mampu memastikan create value, termasuk memasukkan integritas moral, sehingga dalam pengambilan keputusan bisa berimbang.
“Decision made tidak hanya sekadar accomplished atau memiliki kompetensi yang cukup, membuat organisasi kita profitable, tapi kita juga harus smart. Kita mampu bergerak dinamis dengan baik, keputusan dan aksi kita akan juga berimplikasi banyak terhadap para pemangku kepentingan sehingga diharapkan bisa wise. Ada bagian dari moratilty kita, ethical decision kita harus ambil sehingga impact-nya bisa mengurangi damage yang tidak perlu, dan kita bisa berkelanjutan,” tutur Anton.
Sharing Kandidat Penerima TOP GRC Awards 2025
Kegiatan webinar ini terbagi dalam tiga sesi dengan pembicara pada Sesi 1 adalah Subramaniam Anbanathan, MBA., S.Si (Dewan Juri TOP GRC Awards sekaligus researcher, advisor, dan Consultant GRC). Subramaniam Anbanathan dalam sesi ini membawakan materi berjudul “Penetapan Kebijakan dan Prosedur GRC Berbasis Kinerja Berprinsip Agar Bisnis Tumbuh Berkelanjutan”.
Kemudian di Sesi 2 diisi dengan tiga pembicara yakni Sharing Kandidat Penerima Penghargaan TOP GRC Awards 2025, yaitu Peggy Fathiya yang juga Kepala Divisi Manajemen Risiko Terintegrasi PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero).
Pembicara lainnya Reski Anindhito selaku VP Risk Strategy & Integrated Governance PT Perusahaan Gas Negara Tbk dan Pasabri Pesti selaku Direktur Business Development dan Portfolio Management PT Pos Indonesia (Persero).
Setelah break makan siang, dilanjutkan Sesi 3 yang juga diisi dengan sharing kandidat penerima penghargaan TOP GRC Awards 2025, yaitu dari Yonathan Gautama selaku Direktur Utama PT Sahabat Mikro Fintek (SAMIR). Kemudian ada Ade Syahputra (Direktur Risiko dan Kepatuhan PT LiuGong Finance Indonesia) dan Andira Reoputra (Direktur Utama Perumda Pembangunan Sarana Jaya).
Selaku moderator adalah anggota dewan juri TOP GRC Awards 2025 yaitu Kusuma Prabandari dan Goenawan Loekito.
Kegiatan Webinar ini free untuk perusahaan peserta TOP GRC Awards 2025. Tak hanya itu, para peserta juga berkesempatan mendapat doorprize menarik dari penyelenggara.
