Jakarta, TopBusiness – PT Transportasi Gas Indonesia (TGI) menegaskan komitmennya untuk menempatkan sumber daya manusia (SDM) atau human resources (HR) sebagai mitra strategis bisnis perseroan.
Dengan memposisikan HR alias human capital (HC) sebagai mitra strategis, manajemen TGI optimistis mampu mendukung transisi energi, memperkuat daya saing, dan terus tumbuh sebagai perusahaan energi nasional berkelas dunia.
Direktur Keuangan dan Administrasi TGI yang juga membawahi fungsi human resources, Sahat Parlindungan Simarmata, menegaskan bahwa HR sudah menjadi bagian tak terpisahkan dari misi perusahaan. “Kami percaya pengelolaan human capital yang tepat adalah kunci keberlanjutan bisnis TGI,” ujar Sahat mengawali presentasi penjurian TOP Human Capital (HC) Awards 2025 yang dilakukan secara daring, Selasa (9/9/2025).
Hadir pula Indah Pritanti (HR Manager TGI), Nila Apriani (Training & Development Officer TGI), Alfita Ayu (Recruitment & Industrial Relations Officer TGI), dan Welva Lienita (Compensation & Benefit Officer TGI). Tim TGI membawakan materi presentasi berjudul:
Strengthening the role and contribution of HR as a strategic partner to effectively support the Company’s business strategy.
Berdiri sejak 1 Februari 2002 atau kini berusia 23 tahun, TGI mengoperasikan pipa transmisi gas bumi sepanjang lebih dari 1.000 Km dari Grisik (Sumatera Selatan) ke Duri (Riau) serta ke Singapura. Mayoritas saham TGI dimiliki oleh PT Pertamina Gas Negara atau PGN (59,87%), diikuti Medco Energy (40%), dan Yayasan Kesejahteraan Pegawai dan Pensiunan PGN (0,13%).
Menghadapi tantangan bisnis ke depan, TGI telah menyiapkan Long Term Strategic Plan 2023–2028 dengan tiga pilar: memperkuat bisnis inti, mengembangkan bisnis berdekatan dengan bisnis inti, dan memperluas bisnis ke bisnis baru lainnya. Sejumlah inisiatif telah dilakukan, antara lain pembangunan Mercury Removal Unit (MRU) di Pulau Pemping (Batam) untuk menjamin kualitas gas ekspor ke Singapura, pengembangan bisnis biometan, serta proyek pipa transmisi baru di Kalimantan.
“Semua langkah ini menunjukkan komitmen kami untuk menjaga kinerja operasional dan keuangan yang solid serta mendukung masa depan energi yang berkelanjutan,” ujar Sahat.
Kinerja keuangan TGI juga menunjukkan tren positif. Pendapatan perusahaan naik dari Rp 1,87 triliun pada 2023 menjadi Rp2,11 triliun pada 2024, sedangkan laba bersih meningkat dari Rp 829 miliar menjadi Rp1,02 triliun. Semua itu dicapai dengan jumlah karyawan yang relatif stabil, yakni 268 orang. “Efisiensi menjadi salah satu kekuatan utama kami,” ucap Sahat.
Sahat juga menegaskan bahwa kesuksesan bisnis dan operasional perusahaan tidak lepas dari peran dan kontribusi human capital ataupun HR.
HR Manager PT TGI, Indah Pritanti menambahkan bahwa strategi HC PT TGI berfokus pada lima hal. Pertama, Talent Mobility & Development atau Program rotasi, mutasi, dan secondment di antara entitas joint venture (JV). Kedua, Competency Development Program berua sertifikasi teknis migas dan soft skills leadership. Ketiga, Organizational Restructuring. Di sini, TGI melakukan penyesuaian struktur untuk efisiensi dan kelincahan organisasi.
Keempat, Succession Planning. Perusahaan melakukan identifikasi dan persiapan calon pemimpin masa depan. Kelima, Employee Engagement Program, misalnya dengan melakukan survei keterlibatan pegawai, kegiatan budaya, dan program kesejahteraan.
“Semua inisiatif ini menghasilkan dampak positif berupa percepatan rekrutmen, peningkatan kesiapan suksesor dan efisiensi biaya melalui digitalisasi HR,” ujar dia.
Talent Mobility dan Kenyamanan Karyawan
Indah dalam presentasinya memaparkan Program talent mobility di TGI yang memungkinkan karyawan berpindah ke jabatan lain, penugasan lintas fungsi, rotasi antardepartemen, promosi, hingga penugasan sementara untuk memperluas kompetensi. Program ini didukung juga dengan assesment dan position requirement list (PRL) mapping sehingga setiap mobilitas sesuai dengan potensi dan kebutuhan bisnis perusahaan.
“Manfaatnya bagi perusahaan adalah retensi pegawai lebih baik, efisiensi biaya rekrutmen, dan adaptasi bisnis lebih cepat. Bagi karyawan, program ini meningkatkan motivasi, pengalaman lintas fungsi, serta peluang karier,” ujar Indah.
TGI juga memperhatikan aspek kenyamanan dan kesejahteraan karyawan. Kantor pusat di JB Tower Jakarta dilengkapi air purifier, cozy café corner, nursing room untuk penyimpanan ASI atau air susu ibu, ruang ibadah, ruang pelatihan, hingga area gym.
Perusahaan rutin menggelar employee gathering untuk memperkuat kebersamaan. Transformasi digital dilakukan melalui sistem Human Resource Information System (Sanfis) yang memudahkan absensi, cuti, hingga akses data kompensasi secara mandiri.
Menyelesaikan PKB
Terkait pelaksanaan hubungan industrial, TGI baru saja menyelesaikan Perjanjian Kerja Bersama (PKB) 2025–2027 melalui musyawarah antara manajemen dan serikat pekerja. PKB ini menjadi landasan formal yang mengatur hak dan kewajiban serta memastikan hubungan kerja berjalan adil, transparan, dan saling menghormati. “Dengan adanya PKB ini kami yakin Insya Allah tercipta keharmonisan yang baik di TGI,” ucap dia.
TGI juga mengalokasikan anggaran signifikan untuk pelatihan dan sertifikasi operasional, teknis, serta HSSE atau Health, Safety, Security, and Environment (Kesehatan, Keselamatan, Keamanan, dan Lingkungan).
Sisi lain yang juga mendapat perhatian perusahaan adalah digitalisasi proses HR. Perusahaan membangun sistem digital untuk mendukung efektivitas dari pengelolaan SDM di TGI melalui aplikasi Human Resource Information System (HRIS) bernama SunFish.
Melalui aplikasi tersebut, seluruh pegawai hingga direksi dapat mengakses berbagai layanan secara mandiri mulai dari untuk absensi, cuti, data personal update hingga informasi mengenai kompensasi dan benefit.
“Dengan adanya sistem ini, proses administrasi menjadi lebih cepat, transparan, dan efisien. Karyawan juga merasa lebih mudah dalam mengelola secara mandiri kebutuhan personalnya,” kata Indah.
Penghargaan dan Komitmen
Upaya TGI dalam mengelola SDM mendapat pengakuan eksternal. Pada 2024 perusahaan meraih peringkat 2 Paritrana Award BPJS Ketenagakerjaan DKI Jakarta kategori usaha besar sektor pertambangan, manufaktur, dan konstruksi.
Penghargaan itu diberikan karena TGI dinilai berhasil memaksimalkan penggunaan Jamsostek Mobile Online atau JMO kepada seluruh karyawan dan jajaran direksi. TGI juga berkomitmen untuk turut serta dalam Program Sertakan dari BPJS Ketenagakerjaan kepada karyawan dan lingkungan sekitar. TGI juga aktif berpartisipasi dalam program CSR melalui BPJS Ketenagakerjaan dengan memberikan jaminan sosial bagi tenaga rentan.
Selain penghargaan tersebut, TGI tahun lalu dianugerahi TOP Human Capital Award 2024, termasuk penghargaan The High Performing Human Capital Director 2024 yang diberikan kepada Sahat Simarmata selaku direktur keuangan dan administasi PT TGI. Dengan mengikuti penjurian kemarin, PT TGI tahun 2025 ini kembali menjadi kandidat peraih TOP Human Capital Awards.
