Jakarta, TopBusiness—Indo Premier Sekuritas (Ipot) pagi ini mengeluarkan analisis dan rekomendasi saham untuk pekan ini. Analis Ipot, Indri Liftiany Travelin Yunus, mengatakan: berbicara tentang potensi market pada pekan ini (22-26 September 2025), berlakunya rebalancing indeks FTSE per 22 September 2025 menjadi salah satu sentimen utama.
“Dalam hal ini, saham berkode DSSA masuk ke kategori Large Cap, sedangkan BDMN keluar dari Mid Cap,” kata Indri dalam analisis yang diterima wartawan Majalah TopBusiness dari Manajer Komunikasi Ipot, Johanes Sutanto.
Sementara itu, beberapa saham seperti KEEN, MIDI, BCAP, MLIA, MLBA, CNMA, CLEO, dan ULTJ masuk ke kategori Micro Cap. Dan BEST, TEBE, PSSI, MTMH, KKGI, SMBR, serta UCID keluar dari kategori tersebut.
Sentimen lain yang memengaruhi pasar datang dari Amerika Serikat yang menunjukkan adanya data ekonomi yang beragam. Indeks S&P Global Manufacturing Flash AS diproyeksikan sedikit menurun, sementara data Initial Jobless Claims dan Indeks PCE diprediksi meningkat.
Di sisi lain, Michigan Consumer Sentiment diperkirakan turun dan pasar juga menantikan pidato Ketua The Fed Jerome Powell yang berpotensi memberikan sinyal pemangkasan suku bunga lebih lanjut.
“Berdasarkan dengan sentimen yang ada, kami menilai bahwa IHSG berpotensi bergerak bervariasi dengan kecenderungan menguat sepanjang pekan ini dalam rentang support 7.850 hingga resistance 8.150,” tandas Indri.
Merespons dinamika pasar ini, Indri merekomendasikan saham dan reksadana di bawah ini.
- Buy RATU (Current Price: 6.400, Entry: 6.400, Target Price: 6.850 (+7,0%), Stop Loss: < 6.175 (-3,5%) dan Risk to Reward Ratio: 1:2,0). PT Raharja Energi Cepu Tbk (RATU) tengah mengkaji peluang ekspansi portofolio energi di Blok Kasuri, Papua Barat dan optimalisasi porsi hak partisipasi di Blok Cepu. RATU ditutup membentuk candlestick marubozu diiringi dengan volume spike sehingga berpotensi besar melanjutkan penguatannya. RATU sedang berusaha untuk breakout level 6400 untuk konfirmasi pembalikan arah yang kuat.
- Buy NCKL (Current Price: 1.080, Entry: 1.080, Target Price: 1.150 (+6,5%), Stop Loss: < 1.050 (-2,8%) dan Risk to Reward Ratio: 1:2,3). Ada akumulasi asing cukup besar pada saham PT Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL) dalam sepekan terakhir. NCKL berada dalam kondisi low risk dan berhasil bertahan di atas garis EMA 20. Stochastic Oscillator masih menunjukkan potensi penguatan berlanjut untuk NCKL.
- Buy on Breakout ASII (Current Price: 5.725, Entry: 5.775, Target Price : 6.125 (+6,1%), Stop Loss: < 5.650 (-2,2%) dan Risk to Reward Ratio: 1:2,8). Emiten PT Astra International Tbk (ASII) ditutup membentuk candlestick marubozu dan bertahan di area resistance-nya. ASII juga tercatat mengalami akumulasi cukup besar selama sepekan terakhir dan jika ASII mampu bertahan di atas level 5800 maka ASII berpotensi menguat hingga level 6125.
- Buy Reksa Dana Saham Premier ETF Perfindo i-Grade (XIPI). Dalam sepekan lalu indeks Pefindo i-Grade mencatatkan penguatan paling tinggi dibandingkan indeks lainnya yakni sebesar (+2,81%). Berdasarkan teknikalnya, Pefindo i-Grade masih berpotensi melanjutkan penguatannya di pekan ini, sehingga IPOT merekomendasikan buy Power Fund Series (PFS) Premier ETF Perfindo i-Grade (XIPI) untuk dikoleksi.
