Jakarta, TopBusiness – Laju IHSG kemarin ditutup naik 0.3%, disertai dengan net buy asing ~191 Miliar. Saham yang paling banyak dibeli asing adalah BRMS, BREN, BBCA, MBMA, dan ARCI.
Untuk perdagangan hari ini, menurut Head of Retail Research BNI Sekuritas, Fanny Suherman, laju IHSG masih berpotensi melanjutkan kenaikan terbatas hari ini.
“Dengan kondisi itu, maka level Support IHSG akan berpotensi di rentang 8070-8100 dan level Resist IHSG diperkirakan di kisaran 8160-8200,” ujar dia, dalam risetnya, Selasa (30/9/2025).
Global Overnight Review
Wall Street Kompak Menguat, Ditopang Kenaikan Saham AI. Indeks-indeks saham Wall Street ditutup kompak menguat pada perdagangan Senin (29/9).
Penguatan tersebut ditopang kenaikan saham teknologi berbasis kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), serta kenaikan harga saham Electronic Arts (EA) usai pengumuman akuisisi.
Indeks S&P 500 naik 0,26%, Nasdaq Composite menguat 0,48% dan Dow Jones Industrial Average meningkat 0,15%. Saham Nvidia, pada pekan lalu tertekan akibat keraguan terhadap rally AI, kembali menguat sekitar 2%.
Saham produsen chip lain seperti Advanced Micro Devices (AMD) dan Micron Technology juga mencatat kenaikan masing-masing lebih dari 1% dan 4%.
Dari sektor gim, saham Electronic Arts melesat 4,5% setelah perusahaan mengumumkan akan diambil alih secara private dalam kesepakatan senilai US$ 55 miliar.
Menurut Goldman Sachs, total nilai merger dan akuisisi (M&A) di AS sepanjang tahun ini sudah menembus US$ 1 triliun, naik 29% dibandingkan periode sama tahun lalu.
Pekan lalu, melemahnya euforia pembangunan infrastruktur AI sempat menekan bursa AS, dengan S&P 500 mencatat kinerja mingguan terburuk sejak 1 Agustus.
Selain itu, pasar juga mencermati ancaman shutdown pemerintah federal AS. Departemen Tenaga Kerja menyatakan tidak akan merilis data ekonomi, termasuk laporan ketenagakerjaan September pada Jumat (3/10), jika pendanaan pemerintah tidak diperpanjang.
Presiden Donald Trump bahkan menyebut kemungkinan adanya pemangkasan besar-besaran pegawai federal jika shutdown terjadi.
“Kami akan memangkas banyak posisi yang bisa dipangkas secara permanen,” ujar Trump dalam wawancara dengan NBC News, meski ia menambahkan lebih memilih menghindari hal tersebut.
Bursa Asia Bergerak Beragam, RBA Mulai Rapat Dua Hari. Bursa saham Asia-Pasifik bervariasi dengan mayoritas naik pada awal pekan ini, Senin (29/9).
Investor menantikan hasil rapat kebijakan Bank Sentral Australia (RBA) yang dimulai hari ini dan akan berlangsung selama dua hari. RBA diperkirakan masih akan mempertahankan suku bunga acuannya pada level 3,6%.
Di bursa regional, indeks S&P/ASX 200 Australia naik 0,85%. Sementara itu di Korea Selatan, indeks Kospi menguat 1,33%, dan Kosdaq naik 1,38%.
Sedangkan, pasar Jepang melemah. Indeks Nikkei 225 terkoreksi 0,69% dan Topix turun 1,74% setelah mencatat rekor tertinggi pada perdagangan Jumat pekan lalu. Selain itu, Hang Seng Hong Kong naik 1,89% dan Taiex Taiwan turun 1,70%. (Source: Investor Daily, Kontan, Bloomberg)
Trading Idea hari ini: NCKL, MLPL, INET, BUVA, EMTK, dan MDKA
- NCKL Spec Buy dengan area beli di 1160-1170, cutloss di bawah 1150. Target dekat di 1185-1210.
- MLPL Spec Buy dengan area beli di 200-210, cutloss di bawah 190. Target dekat di 220-230.
- INET Spec Buy dengan area beli di 274-284, cutloss di bawah 264. Target dekat di 288-310.
- BUVA Buy if Break 530, dengan target dekat di 555-575. Cutloss di bawah 505.
- EMTK Buy on Weakness dengan area beli di 1260-1295, cutloss di bawah 1230. Target dekat di 1320-1370.
- MDKA Spec Buy dengan area beli di 2140-2200, cutloss di bawah 2110. Target dekat di 2230-2300.
