Jakarta, TopBusiness – PT BPR Bank Jombang Perseroda terpilih menjadi salah satu finalis TOP Human Capital (HC) Awards 2025. Pada Rabu (1/10/2025), manajemen Bank BUMD milik Pemerintah Kabupaten Jombang ini mengikuti sesi presentasi dalam rangka penjurian TOP HC Awards 2025.
Di awal presentasinya, Santoso, Kasie SDM & Umum Bank Jombang memaparkan mulai visi dan misi perusahaan, aktivitas usaha, serta strategi bisnis Bank Jombang.
Visi Bank Jombang adalah menjadi mitra strategis bisnis yang efektif dalam mengembangkan dan mengoptimalkan talenta serta sistem manajemen sumber daya manusia (SDM) untuk mencapai keunggulan kompetitif dan kesuksesan Bank Jombang.
Visi ini ditopang misi Bank Jombang untuk menjadi bank BUMD yang sehat, berdaya saing, aman, terpercaya, dan berdaya saing. Misi lainnya adalah meningkatkan kualitas dan kuantitas pelayanan kepada UMKM, IKM, petani, koperasi, dan masyarakat lainnya.
“Misi kami lainnya adalah mendukung program-program pemerintah daerah dalam rangka meningkatkan pertumbuhan ekonomi daerah melalui penyediaan produk dan jasa perbankan yang unggul, berdaya saing, dan relevan,” ujar Santoso.
Hadir pula dalam penjurian ini, Hosaini (Koordinator Operasional & Pelaporan) dan IIwan (Kasubag IT Operasional). Tim Bank Jombang ini membawakan materi presentasi berjudul, Talent Mobility dan HCMS sebagai Mitra Strategis Bisnis: Mengoptimalkan Potensi PT BPR Bank Jombang.
Misi Bank Jombang selanjutnya menjalankan usaha sesuai dengan kaidah-kaidah perbankan yang sehat dan profesional. ”Kelima, misi adalah meningkatkan kapasitas manajemen kelembagaan dan kompetensi SDM untuk mendukung pertumbuhan kegiatan usaha BPR serta memberikan nilai tambah bagi stakeholder,” ujar dia.
Untuk merealisasikan visi dan misi tersebut, kata Santoso, strategi bisnis yang dilakukan Bank Jombang meliputi pengembangan talenta melalui Talent Mobility dan implementasi Human Capital Management System (HCMS) untuk meningkatkan kinerja, keunggulan kompetitif, dan pelayanan kepada nasabah.
Strategi Pengelolaan SDM
Santoso juga memaparkan tiga strategi pengelolaan SDM atau HCMS Strategy di Bank Jombang. Pertama adalah Pengembangan Kompetensi SDM yang dilakukan dengan menyelenggarakan workshop inovasi (literasi keuangan, financial technology dan digital banking) untuk meningkatkan kualitas Asosiasi Perbankan di Indonesia.
Strategi HCMS kedua adalah Budaya Kinerja dan Pelayanan Prima. Di sini, Bank Jombang menerapkan budaya kerja berbasis kinerja dengan orientasi pelayanan prima (service excellence) untuk meningkatkan kepuasan nasabah, khususnya pelaku UMKM dan masyarakat daerah.
Ketiga adalah Manajemen Risiko dan Kepatuhan dengan membangun kesadaran risiko di seluruh lini melalui sosialisasi prinsip kehati-hatian dan kepatuhan regulasi OJK/LPS agar operasional lebih aman dan berkelanjutan.
Bank Jombang juga memiliki HC Planning atau Perencanaan SDM. Bank BUMD ini melakukan perencanaan strategi SDM dengan menyusun roadmap kebutuhan SDM jangka pendek dan jangka panjang sejalan dengan Rencana Bisnis Bank (RBB), termasuk digitalisasi layanan dan perluasan jaringan kantor.
HC Planning di Bank Jombang juga dilakukan melalui Pengembangan Karier. Perusahaan menyediakan jenjang karier yang jelas (career path) melalui sistem promosi berbasis psikotest, pelatihan, serta sertifikasi kompetensi perbankan.
Bank Jombang juga memiliki manajemen talenta lokal dengan fokus pada pegawai yang potensial, lalu dibina melalui program coaching, dan mentoring.
Untuk penerapan pengelolaan SDM atau HCMS Implementation di Bank Jombang antara lain dilakukan melalui Pelatihan & Pengembangan Karyawan. Ada beberapa program pelatihan rutin yang dilakukan dengan menggandeng lembaga pelatihan resmi, OJK, dan LPS. Pelatihan tersebut antara lain pelatihan manajemen risiko dan APU-PPT, pelatihan layanan digital banking, serta pelatihan service excellence dan literasi keuangan.
Untuk evaluasi dan pengelolaan kinerja, kata Santoso, Bank Jombang menerapkan Key Performance Indicator (KPI) berbasis target bisnis dan pelayanan. Selain itu juga dilakukan evaluasi kinerja secara berkala.
Sebagai bentuk penghargaan dan pengakuan terhadap karyawan, Bank Jombang memberikan reward kepada karyawan berprestasi melalui Employee of The Month/Year, insentif berbasis kinerja, serta penghargaan inovasi kerja. “Apresiasi juga diberikan dalam bentuk pengembangan karier dan kesempatan mengikuti pelatihan eksternal,” ujar Santoso.
Bank Jombang juga menerapkan strategi talent mobility melalui rotasi pekerjaan, program coaching, dan monitoring bagi pegawai potensial. Selain itu, Bank Jombang juga menyiapkan jenjang karir yang jelas melalui sistem promosi berbasis kinerja, pelatihan, dan sertifikasi kompetensi perbankan.
Santoso menambahkan, penerapan HCMS di Bank Jombang terintegrasi dengan strategi bisnis. “HCMS memudahkan kami dalam analisis data karyawan, perencanaan SDM jangka panjang, hingga monitoring kinerja. Dengan begitu, pengelolaan SDM lebih terukur dan selaras dengan arah bisnis,” katanya.
Selain peningkatan kapasitas teknis, Bank Jombang juga menaruh perhatian besar pada pembentukan lingkungan kerja yang harmonis. Budaya kerja inklusif, keterbukaan komunikasi, hingga penerapan work-life balance dijaga agar karyawan merasa dihargai.
“Kami percaya hubungan industrial yang sehat akan berdampak langsung pada produktivitas. Oleh karena itu, kami mendorong partisipasi karyawan, menyediakan jalur komunikasi terbuka, hingga memastikan kepatuhan terhadap regulasi ketenagakerjaan,” kata Santoso.
Digitalisasi dan Inovasi Layanan
Bank Jombang juga mengintegrasikan pengelolaan SDM dengan inovasi digital. Beberapa terobosan yang dijalankan antara lain implementasi Sistem Keuangan Desa (Siskeudes), sebuah platform digital untuk pengelolaan keuangan desa, sehingga meningkatkan transparansi dan akuntabilitas.
Solusii digital lainnya adalah eBilyet Digital untuk manajemen deposito, memberikan nasabah akses yang aman dan nyaman ke dana mereka.
Bank Jombang juga sudah mengimplementasikan WhatsApp Bot bernama Si Bejo. Chatbot ini memungkinkan nasabah mengakses informasi akun dan menerima dukungan melalui WhatsApp.
“Dengan berinvestasi pada mobilitas dan pengembangan talenta, BPR Bank Jombang Perseroda bertujuan untuk meningkatkan kepuasan nasabah, mendorong pertumbuhan bisnis, dan mempertahankan posisinya sebagai bank terkemuka di wilayah tersebut,” ujar Santoso.
Menurut Santoso, infrastruktur teknologi yang diterapkan Bank Jombang juga mendukung keamanan data, digitalisasi proses bisnis, hingga penguatan cyber security.
Kinerja yang Tumbuh Positif
Berkat inovasi HCMS dan digitalisasi tersebut, kinerja keuangan Bank Jombang menunjukkan tren yang menggembirakan pada 2024. Total pendapatan meningkat dari Rp 118,1 miliar pada 2023 menjadi Rp 150,03 miliar pada 2024. Demikian pula laba bersih (total net profit) naik dari Rp 10,39 miliar pada 2023 menjadi Rp 11,42 miliar pada 2024.
Yang membanggakan, kenaikan kinerja keuangan Bank Jombang ini terjadi meskipun jumlah karyawan turun menjadi 205 orang, dibandingkan 212 orang pada 2023. Untuk biaya pelatihan karyawan, Bank Jombang tahun 2024 ini mengalokasikan Rp 1,005 miliar, turun dibandingkan 2023 sebesar Rp 1,4 miliar.
Keberhasilan manajemen dalam pengelolaan SDM dan juga meningkatkan kinerja bisnis yang membuat Bank Jombang terpilih menjadi finalis peraih penghargaan TOP Human Capital Awards 2025.
