Jakarta, TopBusiness — Di tengah iklim bisnis yang kian tidak menentu, RedDoorz justru mempertegas posisinya sebagai pemimpin industri perhotelan berbasis teknologi di Asia Tenggara. Tak hanya sukses mencatatkan pertumbuhan positif dan konsisten, perusahaan ini juga masuk dalam daftar nominator TOP Human Capital (HC) Awards 2025, berkat pengelolaan Human Capital terintegrasi yang bertumpu pada strategi organisasi yang berkelanjutan, tangkas, dan efisien.
Presentasi di hadapan dewan juri pada Jumat (26/9/2025) menjadi momen spesial bagi tim RedDoorz. Yona Aldila Pratama, VP of Human Resources, hadir langsung didampingi Sri Yunita Maksudi, Head of Talent Management and Culture, serta Anindita Arci Achedya, Employer Branding and Engagement Lead. Dalam sesi tersebut, mereka memaparkan bagaimana RedDoorz mengubah berbagai tantangan menjadi peluang melalui strategi manajemen talenta dan inovasi berkelanjutan.
“Ekonomi saat ini sangat volatile. Ada perlambatan pertumbuhan, ketidakpastian, disrupsi digital, hingga tekanan biaya. Karena itu, RedDoorz merancang organisasi yang gesit, efisien, dan berkelanjutan, agar tetap kompetitif sekaligus siap menangkap peluang baru,” ujar Yona di hadapan para juri.
Kembangkan Lima Pilar Organisasi Tangguh
Dipelopori Tim HR RedDoorz (HR Avengers) yang memiliki pengalaman panjang di Talent Management, HR Strategy, Rewards, Employer Branding, Engagement, dan People Development, RedDoorz membangun strategi organisasinya berdasarkan lima pilar utama. Pilar ini, kemudian menjadi fondasi pertumbuhan berkelanjutan, yaitu:
- Kelincahan dalam pengambilan keputusan, memungkinkan perusahaan merespons dinamika pasar dengan lebih cepat dan tepat.
- Struktur yang fleksibel, mampu beradaptasi dengan fluktuasi permintaan serta optimalisasi penggunaan sumber daya.
- Pengembangan kapabilitas masa depan, melalui peningkatan kompetensi dan kesiapan tenaga kerja dalam menghadapi tantangan baru.
- Keseimbangan antara efisiensi biaya dan penciptaan nilai jangka panjang, untuk memastikan keberlanjutan bisnis tanpa mengorbankan inovasi.
- Sinergi antara manusia, proses, dan teknologi, guna mendorong inovasi yang kompetitif dan berkelanjutan.
Pondasi ini menjadi dasar lahirnya berbagai program pengembangan talenta di RedDoorz. Program-program tersebut mencakup orientasi untuk karyawan baru, akademi internal, bootcamp teknis, hingga kegiatan mentoring. Jalur kepemimpinan pun dibentuk secara sistematis melalui program Future Leader dan Leadership Coaching. Tak ketinggalan, RedDoorz juga menggelar pelatihan di bidang negosiasi, penjualan, layanan perhotelan, strategi berbasis data, serta lokakarya manajemen proyek.
Gunakan Teknologi AI
RedDoorz juga menggunakan Teknologi Ai dalam pelaksanaan Human Capital yang dijalankannya. Salah satunya, pada Proses Perekrutan. Teknologi Ai ini dilaksanakan dalam proses Sumber Daya dan Penyaringan, Penilaian Otomatis, Wawancara Video, dan Penjadwalan.
Pada proses Sumber Daya dan Penyaringan, RedDoorz melakukan pindai resume dan profil profesional untuk mengidentifikasi kandidat yang sesuai dengan persyaratan pekerjaan dengan algoritma AI. Untuk proses Penilaian Otomatis, RedDoorz menyelenggarakan dan menilai penilaian pra-kerja, seperti tes keterampilan, tantangan coding, atau evaluasi kepribadian.
Selanjutnya pada proses Wawancara Video, RedDoorz dicatat melakukan transkripsi jawaban dan analisis pola komunikasi untuk memberikan laporan terstruktur dan berbasis data kepada manajer perekrutan, memastikan setiap kandidat dievaluasi secara konsisten. Terakhir pada proses Penjadwalan, RedDoorz mengkoordinasikan secara otomatis waktu antara kandidat dan manajer perekrutan, mengurangi bolak-balik email dan penundaan.
Kembangkan Budaya Keterlibatan Melalui Inisiatif
Menurut Yona kembali, manajemen RedDoorz pada saat ini dicatat menggembangkan REDDY DNA: Pemecah Masalah, Kolaboratif, Tangguh, Integritas Tinggi, Merangkul Keberagaman, Enerjik, dan Gesit. DNA yang dikembangkan ini membentuk jatidiri perusahaan untuk dapat tumbuh bersama.
Guna mewujudkan DNA tersebut, RedDoorz kemudian memupuk budaya keterlibatan melalui berbagai inisiatif. Seperti misalnya, adalah sebagai berikut.
Pertama. Budaya Positif & Pengakuan (contoh: Morning Coffee, Rewards & Recognition). Kedua. Komunitas & Koneksi (contoh: Futsal, Basket, RedRunners, acara bulanan, perayaan tematik). Ketiga. Pertumbuhan & Dukungan (contoh: Program Pembelajaran, RedCare, Buddy Program).
“Di RedDoorz, DNA kami tidak hanya didefinisikan, tetapi juga dijalani setiap hari”, kata Yona.
Prestasi Nyata di Pasar
Strategi organisasi yang diracik kini terbukti membuahkan hasil nyata. Hingga saat ini, RedDoorz berhasil mengelola lebih dari 4.200 properti dan 65.000 kamar di Indonesia dan Filipina saja. Capaian angka tersebut semakin menegaskan posisi perusahaan sebagai pemain dominan di pasar perhotelan regional.
Lebih dari sekadar angka properti, RedDoorz juga memiliki basis pelanggan yang loyal. Hal ini tercermin dari skor Net Promoter Score (NPS) yang mencapai 75 persen, jauh melampaui rata-rata industri perhotelan yang berada di angka 45 persen. Angka ini menunjukkan bahwa mayoritas tamu tidak hanya puas, tetapi juga memilih untuk memesan langsung melalui platform RedDoorz.
Dari sisi keuangan, kinerja perusahaan tetap stabil dan positif. Pada akhir 2023, Net Booking Value (NBV) tercatat sebesar 140 juta dolar AS. Tingkat hunian kamar juga menunjukkan tren kenaikan, dari 52,6 persen pada 2024 menjadi 54,8 persen di 2025.
“Semua capaian ini membuktikan bahwa RedDoorz bukan hanya mampu bertahan, tetapi juga tumbuh sebagai pemimpin pasar, berkat organisasi yang adaptif dan berkelanjutan,” tegas Yona.
