Jakarta, TopBusiness—Analis dari Indo Premier Sekuritas (Ipot), Hari Rachmansyah, pagi ini memberikan rekomendasi mingguan untuk perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI).
Berbicara tentang potensi market pada pekan ini (13-17 Oktober 2025), Hari memerkirakan pergerakan IHSG akan dibayangi oleh sejumlah katalis global yang berpotensi menekan sentimen pasar. “Preassure diperkirakan muncul di awal pekan seiring kebijakan tarif baru yang diterapkan pemerintahan Trump terhadap China,” kata Hari dalam riset yang diterima redaksi Majalah TopBusiness, pagi ini.
“Hal itu dapat meningkatkan ketegangan perdagangan dan menimbulkan kekhawatiran terhadap prospek pertumbuhan global.”
Di sisi lain, ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan China juga berpotensi mendorong kenaikan harga emas sebagai aset lindung nilai. Kombinasi faktor eksternal tersebut dapat memicu aksi profit taking dan meningkatkan risiko terjadinya arus keluar dana asing (foreign outflow) dari pasar saham domestik dalam jangka pendek.
“IHSG berpotensi koreksi menguji support di 8.150 dengan resist terdekat 8.272. Pelaku pasar disarankan bersikap defensif, fokus pada saham berfundamental kuat, serta menerapkan strategi buy on weakness secara selektif,” jelas Hari.
Hari kemudian merekomendasikan saham dan obligasi berikut ini.
- Buy CDIA (Entry: 2,320, Target Price (TP): 2,670 dan Stop Loss (SL): 2,140). Sepanjang pekan terakhir, CDIA mencatat net buy asing Rp536 miliar, menandakan minat beli yang solid. Selama bertahan di atas EMA-5, saham ini berpotensi melanjutkan tren naik, didukung sentimen positif dari langkah perusahaan memperkuat kendali pada dua anak usahanya di sektor pelayaran, CSI dan MIM, dengan trading plan:
- Buy ANTM (Entry: 3,310, Target Price (TP): 3,600 dan Stop Loss (SL): 3,190). Sepanjang pekan terakhir ANTM mencatat net buy asing sebesar Rp135 miliar, didorong oleh sentimen positif dari kenaikan harga emas yang signifikan akibat meningkatnya ketidakpastian global. Kondisi ini memberikan peluang bagi saham ANTM untuk melanjutkan potensi penguatan dalam waktu dekat. Dengan Trading plan.
- Buy SSIA (Entry: 2,090, Target Price (TP): 2,320 dan Stop Loss (SL): 1,970). SSIA mulai menunjukkan perubahan arah dengan pergerakan harga yang berbalik ke tren uptrend, didukung oleh meningkatnya minat investor besar serta sentimen positif dari pengembangan proyek kawasan industri Subang Smartpolitan. Proyek ini menjadi katalis utama karena diharapkan menarik investasi dari berbagai sektor, termasuk otomotif dan manufaktur, yang dapat meningkatkan kinerja penjualan lahan dan pendapatan perusahaan ke depan. Dengan trading plan
- Buy Obligasi PBS38 dan PBS3. Instrumen pendapatan tetap juga menarik untuk diperhatikan pekan ini di saat ketidakpastian yang tinggi. Bagi investor yang ingin memperoleh imbal hasil maksimal, seri PBS38 dengan YTM 6,73% dapat menjadi pilihan utama karena menawarkan return kompetitif dengan tenor panjang. Sementara itu, untuk investor yang lebih mengutamakan fleksibilitas dengan tenor jangka pendek, seri PBS3 dengan YTM 4,62% tetap memberikan peluang menarik.
