Jakarta, TopBusiness – Indeks harga saham gabungan atau IHSG di PT Bursa Efek Indonesia hingga sesi penutupan perdagangan berpotensi melemah hari ini.
Melalui website samuel.co.id, daily report Samuel Sekuritas Indonesia, Senin (13/10/2025) ini, memperlihatkan judul IHSG Berpotensi Melemah Hari Ini.
Pasar saham AS ditutup melemah pada Jumat (10/10). Dow -1,90%, S&P 500 -2,71%, Nasdaq -3,56%. Pasar AS ditutup melemah seiring dengan AS memasuki minggu kedua shutdown pemerintahan dan pengumuman tarif ke Tiongkok. Yield UST 10Y melemah 2,22% (-0.092 bps) ke 4,053%, dan USD Index turun 0,43% ke 99,0.
Pasar komoditas bergerak mayoritas melemah Jumat kemarin (10/10). Harga minyak WTI -4,24% ke level USD 58,90/bbl, harga minyak Brent -3,82% ke level USD 62,73/bbl, harga batubara -0,66% di level USD 90,2/ton, dan CPO -0,24% ke level MYR 4.584. Harga emas terpantau menguat 1,05% ke level USD 4.018/oz.
Bursa Asia ditutup mayoritas melemah Jumat kemarin (10/10). Kospi +4,48%, Hang Seng -1,73, Nikkei -1,01% dan Shanghai -0,94%.
IHSG ditutup menguat 0,08% ke level 8.257,9. Investor asing mencatatkan keseluruhan net buy sebesar Rp 729 miliar. Di pasar reguler, investor asing mencatatkan net buy Rp 1.183,6 miliar, dan pada pasar negosiasi tercatat net sell asing Rp 454,6 miliar. Net buy asing tertinggi di pasar reguler dicatatkan CDIA (Rp 313,9 miliar), WIFI (Rp 312,8 miliar), dan ANTM (Rp 214,3 miliar). Net sell asing tertinggi di pasar reguler dicetak BBRI (Rp 144,7 miliar), BMRI (Rp 136,1 miliar), dan BBNI (Rp 71,4 miliar). Top leading movers emiten BRPT, CUAN, TPIA, sementara top lagging movers emiten BBRI, BBCA, BMRI.
Pagi ini, Kospi tercatat melemah 1,68%, sementara Nikkei tidak diperdagangkan hari ini. “Kami memperkirakan IHSG bergerak melemah, didorong sentimen negatif pasar AS dan regional,” demikian sebagaimana dikutip.
