TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

IHSG Dibuka Menguat, Optimisme Investor Dorong Indeks Bertahan di Zona Hijau

Agus Haryanto
15 January 2026 | 09:23
rubrik: Capital Market
FOTO2 BURSA EFEK

Ilustrasi harga saham di Bursa Efek Indonesia. FOTO: Rendy MR/TopBusiness

Jakarta, TopBusiness — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengawali perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan penguatan signifikan, mencerminkan optimisme investor terhadap prospek pasar saham domestik. Sejak pembukaan perdagangan pagi ini, IHSG langsung bergerak di zona hijau, seiring meningkatnya minat beli pada sejumlah saham berkapitalisasi besar (big cap) dan saham sektor unggulan.

Pada awal sesi perdagangan, IHSG dibuka menguat di kisaran 9.070, atau naik sekitar 0,60–0,70 persen dibandingkan dengan penutupan perdagangan sebelumnya. Penguatan ini memperpanjang tren positif IHSG yang telah berlangsung dalam beberapa sesi terakhir, sekaligus menandai bertahannya indeks di atas level psikologis 9.000.

Selain IHSG, sejumlah indeks acuan lainnya juga bergerak positif. Indeks LQ45 yang berisi 45 saham unggulan tercatat menguat sekitar 0,5 persen, sementara indeks IDX30 dan IDX80 turut bergerak di zona hijau. Pergerakan ini menunjukkan penguatan pasar yang relatif merata, tidak hanya ditopang oleh satu atau dua saham saja.

Hingga beberapa menit setelah pembukaan, aktivitas perdagangan terpantau cukup aktif. Nilai transaksi awal mencapai triliunan rupiah, dengan volume perdagangan ratusan juta saham. Secara umum, jumlah saham yang menguat lebih banyak dibandingkan saham yang melemah.

Beberapa saham yang mencatatkan kenaikan harga paling menonjol di awal perdagangan antara lain:

  • PT XL Axiata Tbk (EXCL) yang menguat lebih dari 7 persen, didorong oleh sentimen positif kinerja dan prospek industri telekomunikasi.
  • PT Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL) yang naik sekitar 6–7 persen, seiring minat investor terhadap saham sektor pertambangan.
  • PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) yang menguat sekitar 5–6 persen, melanjutkan penguatan saham teknologi di tengah ekspektasi perbaikan kinerja fundamental.

Selain itu, saham-saham blue chip seperti ASII, BBCA, BREN, ANTM, dan INCO juga terpantau bergerak menguat dan menjadi penopang utama laju IHSG. Sementara itu, sejumlah saham sektor konsumer dan kesehatan bergerak variatif dengan kecenderungan konsolidasi.

BACA JUGA:   Kans IHSG Rebound, Ini 6 Saham yang Dijagokan BNI Sekuritas

Di sisi lain, tekanan jual masih terlihat pada beberapa saham tertentu, meski skalanya relatif terbatas. Koreksi ringan lebih banyak disebabkan oleh aksi ambil untung (profit taking) setelah reli harga dalam beberapa hari terakhir.

Secara sektoral, mayoritas indeks sektor dibuka menguat. Sektor teknologi, infrastruktur, dan energi menjadi kontributor utama penguatan IHSG pada awal perdagangan. Sektor perbankan juga menunjukkan pergerakan positif, meski kenaikannya cenderung moderat.

Analis pasar menilai penguatan sektor-sektor tersebut mencerminkan strategi investor yang mulai kembali mengoleksi saham-saham fundamental kuat, terutama yang memiliki prospek pertumbuhan jangka menengah hingga panjang. Masuknya aliran dana investor asing juga turut menopang pergerakan indeks secara keseluruhan.

Penguatan IHSG pada pembukaan perdagangan tidak terlepas dari sentimen positif global dan domestik. Dari dalam negeri, optimisme investor didorong oleh stabilitas ekonomi makro, kinerja emiten yang relatif solid, serta ekspektasi keberlanjutan pertumbuhan ekonomi nasional.

Sementara dari eksternal, pasar merespons positif perkembangan pasar keuangan global yang relatif kondusif, sehingga mendorong peningkatan risk appetite investor terhadap aset berisiko, termasuk saham di pasar berkembang seperti Indonesia.

Dari sisi teknikal, IHSG dinilai masih berada dalam tren naik (uptrend) jangka pendek. Level support terdekat berada di kisaran 9.000, sedangkan level resistance berada di area 9.100–9.150. Selama indeks mampu bertahan di atas level support tersebut, peluang penguatan lanjutan masih terbuka, meskipun potensi volatilitas tetap perlu diantisipasi.

Untuk perdagangan sepanjang hari, pelaku pasar diperkirakan akan mencermati pergerakan saham-saham unggulan serta dinamika transaksi investor asing. Aksi ambil untung masih berpotensi terjadi, terutama pada saham-saham yang telah mencatat kenaikan tajam dalam waktu singkat.

Analis menyarankan investor untuk tetap selektif dalam memilih saham, dengan fokus pada emiten berfundamental kuat dan likuiditas tinggi. Strategi buy on weakness dinilai masih relevan di tengah tren penguatan IHSG, sembari tetap memperhatikan manajemen risiko.

BACA JUGA:   IHSG Terjun 2,81 Persen, Dirut BEI Tenangkan Pasar

Dengan sentimen yang masih relatif positif, IHSG berpeluang melanjutkan pergerakan di zona hijau, meskipun pergerakannya diperkirakan akan berlangsung dinamis dan fluktuatif hingga penutupan perdagangan.

(Sumber data: AI)


Tags: ihsgindeks
Previous Post

Perkuat Modal Kerja, IRSX Siap Terbitkan Right Issue Senilai Rp3,71 Triliun

Next Post

PGEO Mulai Eksekusi Proyek PLTP Lumut Balai Unit 3 Berkapasitas 55 MW

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR