Jakarta, TopBusiness – PT PELNI (Persero) sebagai BUMN transportasi laut dengan memeliki tujuan sangat mulia yaitu memberikan akses kemudahan bagi seluruh masyarakat agar melakukan pergerakan dengan mudah. Karenanya, keunggulan kompetensi human capital atau HC tak bisa dihilang dalam bisnis proses, dengan ditunjukkand engan roadmap.
Ditegaskan Vice President SDM PT PELNI, Opik kepada Dewan Juri TOP Human Capital Awards 2025, di PELNI pihaknya sudah memiliki roadmap pengelolaan sumber daya manusia (SDM) untuk tahun 2025 hingga 2029. “Roadmap, ini kami bagi dalam beberapa fase. Pertama, Fase Integreted HC Operating Model for Center Excelence (CoE), dimana pada fase Ini telah termaktub konsep Standarisasi Model Operasi HC Terintegrasi, Tranformasi Budaya dan Cara Kerja,” kata dia secara online, melalui aplikasi rapat zoom, di Jakarta, Jumat (10/10/2025) akhir pekan lalu.
Lalu, Fase 2 yaitu Suitanable Talent to Support Hi-Performance Organization, dengan melakukan Optimalisasi Teknologi untuk mendukung layanan Human Capital. Dan juga Talent Suitanability untuk mendukung kinerja bisnis. Dan fase 3, Human Capital that adapts to business development dan melakukan penguatan fungsi dan kapabilitas HC yang adaptif terhadap perkembangan binis.
Pembangunan HR Masterplan terintegresi untuk seluruh PELNI Grup secara konprehensif. Budaya kerja baru yang berdaya saing global. Tingkat awareness yang tinggi terhadap implementasi aspek ESG. Terbentuknya PELNI NEXT Generations yang suistanable Leaders.
“Terpenuhinya crew kapal sesuai dengan Quality-Assured Shiping Operator, Total Shiping Solutions Provider dan Suitanable Shipping Provider”, tegas Opik.
Semenatara itu ditegaskan Opi, PELNI membangun HC yang andal dengan membangun Learning Center agar insan perusahaan bisa terbentuk dengan sesuai dengan yang diharapkan. Lantas pula dibangun budaya dan culture. “Tentunya dibangun pula belajar bagi seluruh insan PELNI ini, coaching dan traning terus dibangun agar kualitas SDM PELNI tetap memenuhi kualitas jaminan kerja standar global. Kami juga membangun kompetensi Learning di seluruh bisnis PELNI, dan kami bangun pula TALENT KOSTUMIS dan Digital Learning diseluruh bisnis PELNI, agar pertumbuhan perusahaan semakin meiningkat dan unggul dengan dukungan digitalisasi baik dalam opersional maupun administrative”, tegas Opik.
Sebagai perusahaan dengan core business-nya pada transpotasi laut, PELNI telah menerapkan roadmap, budaya perusahaan. Dan 2027 Digitalisasi, tentunya pada tahun 2026 akan ditetapkan index, dan culture perusahaan. Ini upaya PELNI menjadi perusahaan transpotasi laut terintegrasi dan berstandar dan kinerja global, apalagi Indonesia sebuah negara kepulauan yang sangat luas dengan Kawasan destinasi wisata dan sangat indah serta memukau. “Ini meupakan potensi besar yang harus bisa dikelola dengan baik oleh perusahaan milik negara agar kebermanfaatanya dapat dirasakan langsung sesuai dengan amanat Undang-undang Dasar 1945 pasal 32,” papar Opik.
Selanjutnya dengan keunggulan HC, perusahaan tidak hanya memberikan pelayanan transpotasi laut untuk penumpang saja, akan tetapi sudah merambah pada jasa keagenan, jasa pengoperasian terminal, pergudangan, angkutan rede, dan ekpedisi forwading, kegiatan pemeliharaan kapal, usaha dock dan reparasi kapal, kegiatan charter dan broker kapal, jasa konsultan, pendidikan dan pelatihan, serta pelayanan kesehatan.
Dengan kinerja bisnis semakin apik, PELNI pun terus menunjukkan bahwa tata kelola perusahaan semakin apik. Sehingga, penghasilan perusahaan terus mengalami peningkatan. Tercatat, pendapatan pada tahun 2023 sebesar Rp 5,766 triliun dan pada tahun 2024 Rp 6,177 triliun ada peningkatan 7,12% dan laba usaha pada 2023 sebesar Rp 201,630 miliar dan laba usaha di tahun 2024 Rp 194,250 miliar.
