Jakarta, TopBusiness – Sejumlah program CSR unggulan diungkap PT Baramulti Suksessarana Tbk. (BSSR), saat sesi penjurian TOP CSR Awards 2024 yang diselenggarakan secara virtual, pada Senin (29/4/2024) lalu. Baramulti Suksessarana merupakan perusahaan yang bergerak di bidang pertambangan dan perdagangan batu bara yang beroperasi di wilayah Kalimantan Timur.
Sebagai perusahaan pertambangan batu bara, BSSR memiliki visi menjadi Perusahaan energi terintegrasi yang terkemuka di Indonesia yang mampu memberikan nilai tambah kepada seluruh stakeholders secara berkesinambungan.
Adapun misi yang dicanangkan antara lain:
- Mengelola Perusahaan berdasarkan prinsip-prinsip Tata Kelola Perusahaan yang baik (Good Corporate Governance).
- Mengedepankan budaya perbaikan berkesinambungan (continuous improvement).
- Mampu memberikan nilai tambah kepada semua pemangku kepentingan (added value for stakeholders).
- Mempunyai struktur biaya yang kompetitif (competitive cost).
Seiring visi-misi yang diusung, BSSR telah menyiapkan strateg bisnis berkelanjutan. “Yang pertama, tentunya kami menggunakan prinsip Good Corporate Governance (GCG), (di mana) ada nilai-nilai transparansi, akuntabilitas, kemudian responsibility, kemandirian, kewajaran, serta kesetaraan. Kedua, kami juga (mengadopsi) Tripple Bottom Line (People, Planet, Profit). Jadi, pendekatan dengan tiga unsur baik People, Planet, dan Profit sesuai dengan Peraturan Kementerian ESDM No. 1824,” kata M. Fajri Pasaribu, CSR Section Head PT Baramulti Suksessarana Tbk, dalam paparannya di hadapan dewan juri.
Kebijakan CSR
Selain memiliki visi-misi perusahaan secara umum sebagaimana disebut di atas, Baramulti Suksessarana juga memiliki visi-misi khusus untuk CSR perusahaan. Dalam hal ini, BSSR memiliki visi CSR, yakni menjadi perusahaan yang dikenal menjalankan kegiatan untuk meningkatkan kemandirian masyarakat dan kelestarian lingkungan di sekitarnya secara konsisten, sehingga tercipta hubungan yang harmonis dan berkelanjutan.
Sementara untuk misinya, adalah menjalankan kegiatan usaha dengan menjaga keseimbangan dimensi yang menerapkan konsep ramah lingkungan, kesejahteraan komunitas dan keberlanjutan usaha.
“Dalam menjalankan Program CSR di masyarakat, kami tentunya memiliki dasar, yakni akarnya adalah potensi dan masalah yang ada di masyarakat. Kemudian dari potensi dan masalah itu kami pakai pendekatan ke dalam pilar, mulai dari Kesehatan, Pendidikan, Pendapatan Riil, Kemandirian Ekonomi, Sosial Budaya, Lingkungan, Kelembagaan Komunitas, dan Infrastruktur yang kami padupadankan dengan visi-misi pemerintah daerah juga visi-misi BSSR yang pada akhirnya nanti tercipta sebuah program yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat,” jelas Fajri.
Lebih lanjut dijelaskan Fajri, dalam setiap program CSR yang dijalankan, BSSR memulainya dari pemetaan sosial atau assessment kebutuhan. Dengan begitu, dalam perencanaannya BSSR bisa melihat apa tujuan yang diinginkan dan kemudian juga berkaitan dengan anggaran biaya yang dibutuhkan.
“Dalam melakukan asesmen, kami juga menilai beberapa poin apakah program ini dapat dijalankan? Ketika nanti penilaiannya itu kami anggap bisa atau dapat dijalankan, maka kemudian akan kami lakukan pengajuan kepada manajemen dan setelah disetujui baru nanti akan dilakukan sosialisasi, implementasi, dan sampai pada monitoring evaluasi dan laporan kegiatan,” jelasnya.
Untuk alokasi anggaran CSR sendiri, seperti dikatakan Fajri, dari tahun ke tahun alokasi anggaran BSSR untuk program CSR disusun berdasarkan Kepmen ESDM No. 1824 yang dituangkan ke dalam rencana induk pemberdayaan dan pengembangan masyarakat.
“Program-program CSR yang dilakukan tersebar ke delapan pilar, ada Pendidikan, kesehatan, Tingkat Pendapatan Riil, Kemandirian Ekonomi, Sosial Budaya, Lingkungan, Kelembagaan Komunitas, dan Infrastruktur,” tandas Fajri.
Program CSR Unggulan
Ada beberapa program CSR unggulan yang diungkap BSSR dalam sesi penjurian TOP CSR Awards 2024. Yang pertama adalah Program Gemerlap (Gerakan Merdeka Lewat Air Bersih Pamsimas).
Dikatakan Fajri dalam menjalankan program ini, pihak BSSR berkolaborasi bersama dengan pemerintah desa dan juga dari akademisi, yakni Politeknik Negeri Samarinda untuk membangun sebuah instalasi pengolah air, untuk menyelesaikan permasalahan yang ada di masyarakat.
“Jadi, Desa Batuah salah satu desa Ring 1 kami, memiliki masalah problem di sumber air baku di masyarakat, karena desa ini secara geografis tidak memiliki sumber air permukaan atau sungai yang cukup karena posisinya berada di dataran tinggi. Sehingga masyarakat dalam keseharian itu hanya mengandalkan sumur-sumur galian, sumur bor, atau dalam musim hujan mereka melakukan sistem tadah air hujan. Berangkat dari masalah itu, kemudian kami berkolaborasi bersama untuk membuat program ini. Kami laksanakan program ini dari tahun 2022,” ujarnya.
Dalam pelaksanaannya Program CSR Pamsimas dilakukan di tiga dusun. Fajri mengatakan, di tahun 2024 ini rencananya dari ketiga Pamsimas ini distribusinya sudah bisa dilakukan atau tersebar di 432 rumah dan kalau dikonversi ke jumlah KK (kepala keluarga) atau berkisar di 648 KK atau 2.592 orang.
“Sedikit gambaran jumlah pelanggan Pamsimas dari tahun 2021 sampai tahun 2023. Jadi dari tahun ke tahun kami melihat ada peningkatan. Jadi distribusi air dari Pamsimas ini dari tahun ke tahun mengalami peningkatan dan masyarakat sangat menyambut positif dan untuk mengelola instalasi ini dari pengurus Pamsimas sendiri itu sistemnya seperti PDAM.”
“Jadi, di tiap-tiap rumah dipasangkan meteran juga sehingga pemakaian yang dilakukan oleh masyarakat itu nanti dihitung berapa meter kubik, nanti akan dilakukan oleh anggaran per kubik yang telah ditentukan oleh pengurus,” tandas Fajri.
“Kami juga sempat mengukur program ini dengan pendekatan SROI dan kami dapat poinnya di 2,08, dan kami pikir ini nilai yang cukup baik, dan manfaat yang didapat oleh masyarakat sangat banyak, khususnya rumah tangga. Dan dari ketiga Pamsimas ini kami hitung sudah kurang lebih sudah menjangkau 10,6% penduduk desa Batuah,” jelasnya.
“Dari total penduduk 11.500, dari ketiga Pamsimas ini sudah mencapai 1.232 orang yang menerima manfaat, kemudian muncul peluang pendapatan asli desa dari pengolahan Pamsimas ini, dan kami juga berkontribusi terhadap capaian SDGs, tujuan 6, persentase rumah tangga yang menggunakan layanan sanitasi yang dikelola secara aman. Dan juga program ini Alhamdulillah berkontribusi terhadap capaian IDM Desa Batuah, sehingga ditetapkan sebagai desa mandiri,” sambungnya.
Selanjutnya, ada juga Program Budidaya Perikanan Air Tawar (Pokdakan Tunas Jaya). Program ini dilakukan berdasarkan potensi yang dimiliki oleh Desa Bakungan, salah desa Ring 1 BSSR.
“Pada prinsipnya dalam program ini kami juga kolaborasi untuk menyamakan persepsi dengan pemerintah dan juga kelompok pembudi daya. Kami berharap kelompok pembudi daya ini dapat maju dan terlepas daripada tengkulak, sehingga mereka bisa lebih mandiri, dan nanti akan lebih mendapatkan manfaat yang lebih dari hasil penjualan mereka. Dari pendekatan yang kami lakukan saat ini kelompok sudah mulai mengurangi ketergantungannya terhadap tengkulak, dan mereka sekarang ini sudah secara mandiri menjual hasil produksi mereka ke pedagang-pedagang besar,” jelas Fajri.
Selain dua program di atas, BSSR juga masih memiliki program CSR unggulan lain, di antaranya Program Demplot Pertanian (Kelompok Tani Harapan Baru), Program Dsart-Kriya Kayu Palet, Program Peternakan Sapi Desa Batuah, Pemberian Makanan Tambahan (PMT) Posyandu, dan Tilawah Masjid BSSR.
Editor: Busthomi
