Jakarta, TopBusiness – PT Tugu Reasuransi Indonesia atau Tugure memiliki people insight report sepanjang tiga tahun ke belakang. Ini akan menjadi pegangan tim untuk melaksanakan sistem manajemen human capital dan mengambil keputusan yang lebih baik lagi ke depannya.
Dapat diartikan secara singkat, di sini, bahwa people insight report merupakan sebuah laporan yang berisikan wawasan atau insight dari data karyawan dengan tujuan membantu perusahaan dalam membuat keputusan yang lebih baik terkait sumber daya manusia (SDM).
Dalam konteks itu, perusahaan mendapatkan masukan dalam memutuskan suatu arah kebijakan, terkhusus mengenai hubungan kerja antara atasan-bawahan dan rekan kerja sehingga diharapkan dapat meminalisir karyawan berhenti bekerja secara sukarela.
Ketika menjabarkan materi presentasi bertema ‘Strengthen Human Capital Foundation in The Organization – The Role of Talent Mobility and HCMS as Strategic Business Partner’, Plt. Human Resources Development and General Affairs Group Head, Rezda Fahmandiva, menyinggung soal pihaknya telah melakukan teks interview sepanjang tahun 2022 – 2024.
“Dapat disampaikan terkait dengan people insight report. Ini kami paparkan hasil dari teks interview tahun 2022, 2023, dan 2024. Itu dari info teks interview yang kami lakukan ada beberapa hal yang menjadi konsen atau masukan dari teman-teman yang memutuskan untuk mundur secara sukarela dari perusahaan. Itu memang beragam persentase yang dihasilkan,” kata Rezda kepada Dewan Juri TOP Human Capital Awards 2025, di Jakarta, Kamis (16/10/2025) secara online melalui aplikasi rapat zoom.
Pada gilirannya, perusahaan akan mendapatkan informasi hingga masukan berupa point of concern, sehingga dapat dijadikan pertimbangan dalam pengambilan arah kebijakan dalam mengelola human capital secara lebih baik lagi di kemudian hari.
Dalam hal ini, point of concern mengacu pada human capital yang menjadi pusat perhatian, seperti potensi tantangan yang dapat memengaruhi aset berharga perusahaan, yaitu karyawan.
Dijelaskan Rezda, ada hal-hal mayoritas yang dapat dijadikan point of concern yaitu dari sisi arahan atasan dan rekan kerja.
“Dan ini juga masukan bagi kami untuk dapat menginformasikan kepada atasan yang bersangkutan untuk dapat memberikan arahan yang lebih jelas. Kemudian melakukan coaching dan consuling yang tepat sasaran dan harapannya ini bisa dapat diperbaiki dari sisi komunikasinya dari atasan ke bawahannya,” papar dia.
Selanjutnya, Tugure juga mencermati informasi-informasi lain yang bisa dijadikan pegangan, walau bukan mayoritas.
“Dan hal-hal yang di highlight ini adalah memang bukan yang paling besar, mayoritas yang diisi. Tapi, ini menjadi konsen kami juga untuk dilakukan perbaikan dari sisi gaji, keseimbangan beban kerja dan kondisi pekerjaan. Dan juga ada pelatihan yang diberikan, itu juga menjadi konsen yang dilihat dari people insight report yang disampaikan oleh teman-teman,” ungkap dia.
Dari people insight report Tugure pada tahun 2022 memperlihatkan bahwa arahan dari atasan mencapai 11 persen, dan rekan kerja sebesar 13 persen. Di 2023, arahan dari atasan dan rekan kerja masing-masing 12 persen dan 14 persen. Sementara 2024, arahan dari atasan dan rekan kerja masing-masing 13 persen.
Selanjutnya, di tahun 2022 untuk gaji, keseimbangan beban kerja dan kondisi pekerjaan, serta pelatihan yang diberikan masing-masing adalah 7 persen, 9 persen, dan 11 persen, serta 11 persen. 2023, gaji mencapai 6 persen, keseimbangan beban kerja (8 persen) dan kondisi pekerjaan (11 persen), serta pelatihan yang diberikan (12 persen). Dan 2024, gaji sebanyak 6 persen, keseimbangan beban kerja (9 persen) dan kondisi pekerjaan (11 persen), serta pelatihan yang diberikan (10 persen) .
