PT Bumi Laksamana Jaya (BLJ) Perseroda- Kabupaten Bengkalis terus mendorong lahirnya Sumber Daya Manusia (SDM) unggul dan berdaya saing melalui berbagai kegiatan pelatihan upskilling dan reskilling. Saat ini difokuskan pada upaya peningkatan kemampuan agar alignment (bisa selaras) dengan strategi bisnis perusahaan, termasuk bidang digital agar mereka sigap beradaptasi dengan perubahan pasar yang kian kompetitif.
Jakarta, TopBusiness – Kegiatan pelatihan upskilling (meningkatan keterampilan dan kemampuan) dan reskilling (pelatihan kemampuan baru) bagi SDM, dilakukan untuk terus menjaga daya saing, meningkatkan produktivitas, yang memungkinkan karyawan bisa cepat beradaptasi dengan tuntutan perubahan pasar akibat kemajuan teknologi yang kian dinamis belakangan penuh ketidakpastian. Era yang juga dikenal dengan VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, and Ambiguity) yang membutuhkan pelaku usaha menjadi fleksibel, responsif, dan adaptif dalam menghadapi perubahan cepat ini. Salah satu kuncinya selain inovasi berkelanjutan, juga pengembangan sumber daya manusia (SDM).
Aktivitas peningkatan SDM khususnya PT BLJ, dilakukan melalui berbagai Pendidikan dan Pelatihan (Diklat), workshop, seminar dan lainnya termasuk dengan melibatkan mitra dan kalangan akademisi. Belum lama ini misalnya dilakukan kegiatan Upskilling bidang migas melalui kerja sama dengan PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) Zona Rokan, berkolaborasi dengan PT Hutama Karya (Perserojuga ) menyelenggarakan workshop yang berfokus pada pengembangan SDM tangguh untuk mendorong kemandirian daerah, serta beberapa aktivitas peningkatan lainmnya.
Secara umum, perusahaan melakukan berbagai tahapan dalam pengembangan SDM melalui Workforce Planning, Talent Management, Competency Development, Performance Management, Reward & Recognition.
“Sesuai dengan visi – Menjadi BUMD unggulan dan terpercaya dalam mengelola potensi daerah untuk mendorong kemandirian ekonomi dan kesejahteraan masyarakat Bengkalis, kami menaruh perhatian besar terhadap peningkatan SDM. Kami berkomitmen menjadikan SDM sebagai Aset Strategis Perusahaan untuk keberlangsungan perusahaan dalam mendukung optimalisasi potensi lokal. Bagi kami, SDM adalah asset strategis, bukan sekedar biaya”. Investasi SDM = Investasi Masa depan Daerah,” ungkap Maulana Rezfajri, Manager Business Development PT BLJ dalam sesi paparan presentasi dan wawancara penjurian “TOP Human Capital Awards 2025, secara daring, pada Rabu (15/10/2025), yang dihelat Majalah TopBusiness-Jakarta.
TOP Human Capital Awards (TOP HC Awards 2025) merupakan ajang corporate rating (penilaian), pembelajaran, serta penghargaan bidang Human Capital terbesar di Indonesia yang diselenggarakan Majalah TopBusiness bekerja sama dengan sejumlah konsultan dan asosiasi terkait bidang SDM, serta kalangan akademisi. Tujuan penyelenggaraan TOP HC Awards 2025 juga untuk mendorong peningkatan efektivitas dan kualitas manajemen pengelolaan human capital (Human Capital Management System /HCMS) di perusahaan-perusahaan di Indonesia untuk mendukung keberhasilan bisnis.
Dalam kesempatan ini, Maulana Rezfajri, mewakili manajemen, membawakan materi presentasi berjudul: “From Culture to Capital-Menjadikan SDM sebagai Aset Strategis Perusahaan”. Turut hadir dalam wawancara penjurian ini, Harry Firmansyah – Staf Business Development, dan Indra Kurniawan – Manager Finance BLJ. Sedangkan juri penilai terdiri Ir. Tendri Supriatno- Creating Shared Value (CSV) Institut, Dr. Sofi Suryasnia -Praktisi Financial (Bank & Insurance)-Akademisi UNPAD), dll), Benyamin De Haan (Senior Advisor PT MSI Group) yang dimoderatori oleh Ahmad Chury (Solusi Kinerja Bisnis/MSI Group).
Dalam paparannya, Maulana Rezfajri menegaskan bahwa manajemen BLJ dibawah kendali Dirut BLJ Bengkalis Abdul Rahman, telah meneguhkan komitmen bahwa SDM selain aset juga mitra strategis manajemen. Perusahaan melakukan pendekatan modern dalam startegi HCMS yang menempatkan HR bukan sekadar sebagai fungsi pendukung, tetapi sebagai bagian integral dari strategi bisnis perusahaan secara berkelanjutan. “Dirut kami dalam berbagai kesempatan menegaskan bahwa pembangunan SDM berkualitas adalah pondasi utama untuk menjadikan BLJ berdaya saing, sekaligus untuk memberikan kontribusi bagi Bengkalis sebagai daerah yang mandiri dan berdaya saing,” ujarnya.
Strategi pengembangan SDM senantiasa juga diselaraskan dengan strategis pengembangan bisnis perusahaan. Di antaranya untuk meningkatkan efisiensi operasional, ekspansi ke sektor baru, transformasi digital, peningkatan layanan public, termasuk juga untuk mendukung regenerasi kepemimpinan (melalui talent management dan succession planning).
“Saat ini kita banyak lakukan pelatihan untuk peningkatan kemampuan digital (pelatihan digital skill) sejalan dengan fokus perusahan yang juga melakukan transformasi bisnis sesuai dengan tuntutan transformasi di era digital ini. Perusahaan melakukan transformasi dan pemanfaatkan teknologi, di antaranya untuk mempercepat proses, mengurangi biaya operasional, dan meningkatkan efisiensi. Kami juga telah membangun sistem aplikasi digital untuk manajemen data pegawai, kinerja, hingga mendukung pelatihan. Dalam hal ini telah mengaplikasikan Digital HR Transformation, di mana 100% proses HR administrative, kini telah terdigitalisasi melalui HCMS ERP,” terangnya.
Lebih lanjut dikatakan, PT Bumi Laksamana Jaya juga melakukan Restrukturisasi organisasi menjadi lebih flat dari 5 level menjadi 3 level serta melakukaninternalisasi budaya agile way of working menjadi salah satu inisiatif untuk mentransformasi bisnis menjadi: lebih cepat dalam merespon perubahan, mendorong pertumbuhan inovasi, meningkatkan ownership karyawan terhadap pekerjaan, serta mendorong peningkatan skill dan expertise melalui penguatan jalur karir fungsional.
Perusahaan juga menerapkan Learning & Development dengan menggunakan metode blended learning berdasarkan 4 E Learning Model, yakni Education, Exposure, Experience dan Environment. Dalam kaitan konsep Human Capital Management System (HCMS), terutama Employee Relationship, perusahaan menerapkan komunikasi dua arah- menciptakan saluran komunikasi terbuka antara manajemen dan pegawai untuk menyampaikan aspirasi, masukan, serta solusi perbaikan. Perusahaan juga terus berupaya membangun keharmonisan hubungan Kerja – menumbuhkan rasa saling percaya, kebersamaan, dan komitmen bersama dalam mencapai tujuan organisasi.
Dilakukan pula penerapan standar Health, Safety, Security, and Environment (HSSE). Termasuk juga jaminan layanan kesehatan dan keselamatan kerja (K3). BLJ juga telah memanfaatkan TI dalam operasional kata Maulana, antara lain: Solution Attendance Management yaitu aplikasi Absensi Sidik Jari. Manfaatnya, memudahkan manajemen kehadiran karyawan. Sistem Aplikasi Akuntansi Berbasis Web untuk memudahkan penyusunan laporan keuangan perusahaan.
Berbagai langkah ini, juga berdampak pada kepuasan karyawan, di mana hasil Survei Kepuasan Karyawan dengan hasil tingkat kepuasan di atas 60 persen. Di antaranya mencakup aspek lingkungan kerja, manajemen dan komunikasi, kepuasan umum, gaji dan tunjangan, serta pengembangan karir.
Dalam hal ini, perusahaan juga mengalokasikan investasi dalam pelatihan dan pengembangan karyawan untuk meningkatkan kompetensi dan kualitas pelayanan BUMD. Hal ini juga sejalan dengan visi misi sebagai BUMD yang diharapkan bisa menjadi penggerak bagi kemajuan dan kemandirian ekonomi daerah.
PT Bumi Laksamana Jaya (Perseroda) merupakan perusahaan yang dibentuk oleh Pemerintah Kabupaten Bengkalis pada tanggal 6 Desember 2001. Dengan Saham 100% milik Pemerintah Daerah Kab. Bengkalis. Perusahaan mempunyai visi “Menjadi BUMD unggulan dan terpercaya dalam mengelola potensi daerah untuk mendorong kemandirian ekonomi dan kesejahteraan masyarakat Bengkalis”.
Sedangkan misi perusahaan di antaranya : 1. Berpartisipasi dalam peningkatan kualitas sumberdayamanusia dan pemberdayaan ekonomi untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat. 2. Menciptakan nilai tambah yang atraktif bagi pemegang saham melalui pengelolaan operasional dan investasi berdasarkan prinsip Good Corporate Governance. 3. Menjadi tempat untuk tumbuh dan berkembangnya menjadi individu yang profesional yang memilki integritas dan kompetensi yang handal. 4. Mengoptimalkan kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Aktivitas Bisnis
Aktivitas usaha utama BLJ meliputi bidang minyak dan gas (Migas), Sipil, dan sektor Konstruksi, termasuk penyewaan alat berat konstruksi dan Manpower. Dalam aktivitas usaha, 65% berorientasi profit atau keuntungan dengan memfokuskan pada pengelolaan sektor-sektor yang menguntungkan dan berpotensi besar agar bisa memberikan dividen. “Dari aspek usaha, peningkatan SDM juga berdampak pada kinerja tentunya. Sehingga BLJ juga bisa terus memberikan kontribusi pada PAD dan mendapat pengakuan Stakeholder. Dalam hak ini BLJ tahjun lalu bisa memberikan dividen kepada Pemda kab. Bengkalis sebesar Rp 345.585.672.794,” ujarnya.
Selain profit oriented, BLJ itu juga mengemban layanan public 35% yang memfokuskan pada bidang pelayanan Masyarakat. Termasuk di antara menjadi bagian untuk ikut sebagai pengendali Inflasi Daerah atau bagian dari Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID).
Dengan kinerja yang positif di bawah kepemimpinan Dirut Abdul Rahman, BLJ juga telah meraih sejumlah capaian positif. Pertama, tingkat kinerja BUMD tahun 2023/2024 berdasar penilaian BPKP, meraih kategori AA atau “Sehat” dengan skor 87,80. Selama dua tahun berturut-turut juga meraih laba bersih. Sesuai data laporan keuangan audit tahun 2023 sebesar Rp 593.920.451.952 dan tahun 2024 sebesar Rp 23.348.968.085.
