Jakarta, TopBusiness – Indeks harga saham gabungan atau IHSG di PT Bursa Efek Indonesia hingga sesi penutupan perdagangan diperkirakan turun hari ini.
Melalui website samuel.co.id, daily report Samuel Sekuritas Indonesia, Rabu (22/10/2025) ini, memperlihatkan judul IHSG Diperkirakan Turun Hari Ini.
Pasar AS ditutup beragam pada hari Selasa (21 Okt). Dow Jones +0,47%, S&P 500 +0,00%, dan Nasdaq -0,18%. Dow Jones ditutup pada rekor tertinggi baru karena Wall Street menyambut gelombang laporan pendapatan kuartalan terbaru dari perusahaan-perusahaan besar seperti General Motors dan Coca-Cola. Imbal hasil obligasi Treasury AS 10 tahun turun 0,65% (0,026bps) menjadi 3,959%, sementara Indeks USD naik 0,35% menjadi 98,94.
Pasar komoditas sebagian besar melemah pada hari Selasa (21 Okt). Minyak mentah WTI melemah 0,52% menjadi USD 57,5/barel, minyak mentah Brent 0,51% menjadi USD 61,3/barel, batu bara 0,23% menjadi USD 106,5/ton, CPO 0,18% menjadi MYR 4.505, dan emas 5,3% menjadi USD 4.125,2/oz.
Pasar Asia ditutup menguat pada hari Selasa (21 Okt). Nikkei melemah 0,27%, Hang Seng melemah 0,65%, dan Shanghai melemah 1,36%.
IHSG menguat 1,84% menjadi 8.238,08, dengan total beli bersih asing sebesar Rp1.342,4 miliar — terdiri dari beli bersih Rp1.405,1 miliar di pasar reguler dan jual bersih Rp62,7 miliar di pasar negosiasi. Pembelian bersih asing teratas di pasar reguler adalah BBCA (Rp1.301,5 miliar), TLKM (Rp226,4 miliar), dan ADRO (Rp140,8 miliar), sementara penjualan bersih teratas adalah BMRI (Rp117,2 miliar), CUAN (Rp104,5 miliar), dan BBNI (Rp102,1 miliar). Saham-saham yang paling banyak bergerak adalah BBCA, TLKM, dan BBRI, sementara saham-saham yang paling lambat bergerak adalah MLPT, SMMA, dan PGUN.
Pagi ini, Kospi (0,12%) dan Nikkei (0,18%) dibuka melemah. “Kami memperkirakan IHSG akan melemah hari ini, tertekan oleh sentimen dari pasar regional dan komoditas,” demikian sebagaimana dikutip.
