TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Di Pasar Fixed Broadband, WIFI Siapkan Penetrasi 5G FWA dan Frekuensi 1,4 GHz

Busthomi
23 October 2025 | 08:20
rubrik: Business Info, Capital Market
Di Pasar Fixed Broadband, WIFI Siapkan Penetrasi 5G FWA dan Frekuensi 1,4 GHz

FOTO: Istimewa

Jakarta, TopBusiness – PT Solusi Sinergi Digtal Tbk, yang dikenal sebagai Surge (IDX: WIFI), mengumumkan kesiapannya untuk memimpin revolusi penetrasi fixed broadband di Indonesia, khususnya setelah anak perusahaannya, PT Telemedia, memenangkan lelang pita frekuensi 1,4 GHz di Regional 1.

Kemenangan ini, dikombinasikan dengan pengembangan ekosistem yang matang dan fokus pada layanan terjangkau, diproyeksikan akan menjadi “game changer” yang mengakselerasi pertumbuhan signifikan.

Merujuk riset dari Deloitte research 2025, pasar fixed broadband Indonesia diprediksi akan mengalami pertumbuhan signifikan dari CAGR stagnan 7% (2020-2024) menjadi pertumbuhan eksponensial dalam lima tahun ke depan. Proyeksi ini didorong oleh dua faktor utama: Fixed Wireless Access (FWA) 5G dan proyek Affordable Broadband.

5G FWA diproyeksikan tumbuh sangat pesat dengan Compound Annual Growth Rate (CAGR) sebesar 57% hingga tahun 2030, sementara Fiber-to-the-Home (FTTH) tumbuh sekitar 10%. Total potensi pelanggan fixed broadband (FBB) dapat mencapai hampir 40 juta rumah tangga pada tahun 2030.

Shannedy Ong, Direktur WIFI (Surge), menyoroti potensi pasar yang besar ini. “Penetrasi Fixed Broadband di Indonesia merupakan salah satu yang terendah di Asia Tenggara. Kita akan melihat ke depan, lima tahun ke depan, akan tumbuh signifikan,” katanya usai paparan public WIFI, dikutip Kamis (23/10/2025).

“Trigger point-nya FWA dengan 57 persen growth rate (2025 – 2030), dan FTTH akan tumbuh sekitar 10 persen. Potensi market kita, Regional 1, mencakup Pulau Jawa, Papua, dan Maluku, adalah ‘golden zone’ dengan potensi yang sangat besar,” ujarnya.

Strategi Eksekusi 5G FWA di Regional 1

Regional 1 (Jawa, Papua, Maluku) merupakan target utama, karena mencakup 61% dari total 73.9 juta rumah tangga di Indonesia, atau sekitar 45 juta pelanggan potensial.

BACA JUGA:   Java Backbone Beroperasi Penuh, Laba Bersih WIFI Meroket 136%

Beberapa potensinya adalah, pertama, Ekosistem End-to-End 1,4 GHz pertama di dunia. Mengingat frekuensi 1,4 GHz merupakan frekuensi baru secara global, Surge telah melakukan pengembangan bersama selama dua tahun dengan mitra teknologi global untuk menciptakan ekosistem end-to-end.

Yaitu, perangkat pelanggan (CPE/Chipset): Bekerja sama dengan Qualcomm dan ASR. Lalu Infrastruktur Radio (RAN): berkolaborasi dengan vendor global seperti OREX SAI, Nokia, Huawei, Baicells, dan Fiberhome.

“Perangkat radio komersial telah dikembangkan dan penggelaran perdana dijadwalkan mulai bulan November atau akhir tahun ini, dengan peluncuran 5G FWA 1,4 GHz yang diklaim akan menjadi yang pertama di dunia pada awal tahun depan,” katanya.

Kedua, infrastruktur dan kecepatan rollout. Penggelaran FWA akan memanfaatkan 50.000+ existing tower dari mitra tower company seperti PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG) dan PT Centratama Telekomunikasi Indonesia Tbk (CENTRATAMA, mempercepat rollout secara drastis. Teknologi wireless FWA mengeliminasi kebutuhan menarik kabel ke rumah dan mengurus izin RT/RW, sehingga mempercepat pencapaian target Home Connect.

Ketiga, Value Proposition dan Target Pasar. Surge memposisikan FWA sebagai solusi yang Diferensiatif dengan fokus: yaitu, Harga Terjangkau: Paket FWA 100 Mbps seharga Rp100.000/bulan unlimited Data, dan free modem rental, menargetkan 54 juta rumah tangga yang mampu berlangganan paket ini.

Lalu, Target Underserved/Unserved: Menjangkau wilayah yang belum terlayani fixed broadband oleh fiber. Kemudian, perkembangan Bisnis FTTH yang Ambisius. Dan tentu saja selain FWA, Surge juga terus memperkuat bisnis FTTH-nya.

“Pencapaiannya per September, Surge telah mencapai 1,51 juta Home Pass dan 831 ribu Home Connect dengan Take-Up Rate 55%,” ujar dia.

“Dan untuk target akhir 2025 sebanyak 2,5 juta Home Pass dan 1,5 juta Home Connect dengan Take-Up Rate 60%, menunjukkan pertumbuhan signifikan (11,3 kali di Home Pass dan 8,2 kali di Home Connect dibandingkan Desember tahun sebelumnya),” ujar Shannedy lagi.

BACA JUGA:   Kabel Optik Jakarta-Singapura Ini Incar 40 Juta Rumah Tangga

Adapun untuk kualitas dan inovasi pembangunan dilakukan dengan standar global NTT East melalui joint training center di 5 kota di Jawa. Selain itu, Surge telah meluncurkan teknologi Wi-Fi 7 dan XGS-PON pertama di Indonesia dengan kecepatan 2Gbps.

“Target Jangka Panjang perusahaan adalah mencapai 5 juta Home Connect per tahun, mulai dari tahun 2026, didukung oleh kolaborasi strategis dengan mitra teknologi dan infrastruktur,” pungkas Shannedy.

Tags: pasar fixed broadbandPT Solusi Sinergi Digital TbkSurgewifi
Previous Post

Hari Ini, IHSG Diperkirakan Turun

Next Post

ESSA Lunasi Seluruh Utang dan Perkuat Langkah Menuju Energi Rendah Karbon

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR