Jakarta, TopBusiness – PT Bangun Karya Perkasa Jaya Tbk (IDX: KRYA) berenca melepas anak usahanya yakni PT Karya Artha Sinergi (PT KAS). Hal ini lantaran Perusahaan akan focus bergelut di bidang kendaraan listrik atau electric vehicle (EV).
Menurut Direktur KRYA Brigitta Notoatmodjo, Direktur, sehubungan dengan perubahan pengendalian dari KRYA, perseroan saat ini sedang melakukan penyesuaian arah dan strategi bisnis agar selaras dengan lini usaha dari pengendali baru di bidang kendaraan listrik (EV) melalui PT Green City Traffic. Perusahaan tersebut telah menjadi entitas anak baru Perseroan sejak 30 September 2025.
“Dengan demikian, fokus kegiatan usaha Perseroan ke depan akan diarahkan pada pengembangan bisnis kendaraan listrik dan ekosistem pendukungnya,” katanya seperti dalam keterbukaan informasi, Kamis (23/10/2025).
Untuk itu, sebagai bagian dari restrukturisasi internal usaha tersebut, KRYA berencana untuk melakukan penjualan sahamnya pada entitas anak, yakni PT KAS tersebut. Hal ini, lantaran PT KAS dinilai tidak lagi sejalan dengan fokus utama usaha Perseroan di bidang EV.
“Untuk calon pembeli sendiri yaitu pihak ketiga non-afiliasi. Nanti akan diumumkan setelah penandatanganan perjanjian jual beli saham,” katanya.
Adapun untuk nilai transaksinya sendiri, Perseroan memiliki 51% saham di PT KAS, akan tetapi berdasarkan laporan keuangan konsolidasian Perseroan, nilai penyertaan tersebut hanya mewakili sekitar 1% dari total ekuitas Perseroan.
“Dengan begitu, transaksi ini tidak termasuk dalam kategori Transaksi Material maupun Transaksi Afiliasi sebagaimana diatur dalam peraturan perundang-undangan yang berlaku,” katanya.
Adapun nilai transaksi berdasarkan nilai nominal pada saat transaksi dilaksanakan mengingat bahwa PT KAS tidak memiliki aktifitas bisnis dan tidak melakukan kegiatan usahanya, maka nilai transaksi yang dilakukan adalah sebesar Rp1.020.000.000. Ini setara dengan 0,97% berdasarkan nilai ekuitas Perseroan berdasarkan Laporan Keuangan Perseroan per tanggal 31 Desember 2024 sebesar Rp106.215.757.963. Sehingga, kata dia, dikategorikan bukan Transaksi Material.
Sementara dampak kejadian terhadap kondisi keuangan atau operasional Perseroan dari rencana penjualan saham PT KAS ini tidak berdampak material terhadap kegiatan operasional, kondisi keuangan, maupun kelangsungan usaha Perseroan.
“Setelah transaksi ini selesai, PT Karya Artha Sinergi tidak lagi menjadi entitas anak Perseroan dan tidak akan dikonsolidasikan dalam laporan keuangan konsolidasian Perseroan,” katanya.
Rencana transaksi penjualan saham PT KAS sendiri, lanjut dia, diharapkan dapat dirampungkan pada Triwulan IV Tahun 2025, setelah seluruh dokumen hukum dan persyaratan peraturan perundang-undangan terpenuhi.
