Jakarta, TopBusiness—Seiring dengan semakin kuatnya posisi Jakarta sebagai salah satu ekonomi digital dengan pertumbuhan tercepat di Asia Tenggara, permintaan terhadap pusat data di area perkotaan terus meningkat.
Dalam keterangan resmi (26/10/2025), disebutkan bahwa, menyikapi momentum ini, Tim Manajemen Proyek Colliers Indonesia menekankan pentingnya pelaksanaan Technical Due Diligence (TDD) secara menyeluruh.
Itu demi keberhasilan pengembangan dan kinerja operasional jangka panjang.
Rahmat Daresa Alam, Head of Project Management Colliers Indonesia, menyampaikan, “Membangun pusat data di lingkungan perkotaan merupakan investasi dengan risiko tinggi.”
“Memilih lokasi yang tepat bukan sekadar tugas teknis-melainkan keputusan strategis yang memengaruhi keandalan operasional dan hasil finansial.”
TDD dapat memberdayakan para pemangku kepentingan untuk mengambil keputusan yang lebih percaya diri dan berdasarkan informasi yang tepat saat memilih lokasi untuk fasilitas yang bersifat kritis seperti pusat data.
Kepadatan kota Jakarta menghadirkan tantangan tersendiri, termasuk risiko banjir, daya dukung tanah yang rendah, serta keterbatasan pasokan air-terutama untuk fasilitas berskala besar.
Faktor-faktor ini dapat berdampak signifikan terhadap belanja modal dan operasional jangka panjang. Tanpa penilaian lokasi yang tepat, pengembang berisiko menghadapi proyek yang mahal dan kegagalan teknis.
TDD membantu mengurangi risiko sejak awal, merumuskan ruang lingkup proyek secara jelas, serta mengendalikan jadwal dan anggaran.
“Kami mendorong pendekatan ganda dalam penilaian lokasi, yang memastikan kepatuhan teknis sekaligus relevansi kontekstual,” kata dia.
Studi terbaru yang dilakukan oleh tim itu mengidentifikasi faktor-faktor paling krusial dalam pemilihan lokasi, yaitu:
lokasi strategis,
Keandalan infrastruktur,
stabilitas lingkungan, dan geoteknik.
Prioritas ini memungkinkan para pemangku kepentingan untuk mengevaluasi lokasi berdasarkan kelayakan teknis dan keselarasan strategis.
Mengintegrasikan TDD sejak awal, potensi risiko dapat diidentifikasi lebih dini sehingga mendukung transisi yang lebih lancar dari tahap perencanaan hingga tahap operasional.
Para pengembang dan investor perlu mengadopsi pola pikir “ready-to-build” – yang didukung oleh data, standar, dan wawasan strategis.
