Jakarta, TopBusiness – PT Superior Prima Sukses Tbk (BLES), emiten di sektor industri bata ringan dan semen mortar mencatatkan kinerja positif selama kuartal III-2025 ini.
Selain itu, selama kuartal ketiga, juga ditandai dengan beroperasinya pabrik kelima di Banjarnegara, Jawa Tengah sejak Juli lalu. Ini teah berdampak positif terhadap kinerja keuangan persreoan.
“Perseroan berhasil meneruskan trend positif di Kuartal III tahun 2025. Dan pabrik kelima Perseoran di Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah sudah beroperasi di bulan Juli 2025,” demikian pernyataan resmi Perseroan dikutip dari keterbukaan informasi Bursa efek Indonesia, Selasa (28/10/2025).
Dai pos keuangan, untuk pendapatan bersih perusahaan mencapai Rp 1.073.158.188.485. Ini tumbuh sekitar 3,92% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya atau year on year (yoy).
“Dengan laba bersih sampai dengan Kuartal III tercatat sebesar Rp 48.807.517.510, atau meningkat dari sebelumnya Rp 40.678.994.599 atau pencapaian laba bersih sampai dengan Kuartal II,” tuturnya. “Dengan margin EBITDA diperkirakan berada di kisaran 17,54 persen.”
Sementara dari segi bisnis, untuk volume penjualan bata ringan meningkat sekitar 23,05% dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Hal ini, disebutkan perseroan, menandakan kemampuan Perseroan untuk meningkatkan pemasaran dan distribusi produknya. Dengan aset Perseroan meningkat sebesar 11,84% dibandingkan tahun buku 2024.
“Seiring dengan beroperasinya pabrik kelima di Banjarnegara, Jawa Tengah pada Juli 2025, total kapasitas produksi Perseroan mencapai 5,6 juta m3 per tahun,” katanya.
Dan dengan adanya pabrik kelima tersebut, kata dia, akan mempercepat proses distribusi dan mengurangi biaya distribusi untuk penjualan produk Perseroan ke wilayah Jawa Tengah bagian Barat dan Selatan. Ini juga sekaligus akan meningkatkan market share produk Perseroan.
“Perseroan menunjukkan daya tahan dan kinerja positif di tengah tantangan industri, serta memperkuat posisinya sebagai produsen bata ringan terbesar dan distribusi terluas di Indonesia,” kata dia.
Dengan adanya efisiensi produksi, pemerataan rantai distribusi, penetrasi pasar, dan peningkatan kapasitas pabrik menjadi fokus utama untuk menjaga pertumbuhan jangka panjang.
