Jakarta, TopBusiness — PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) membukukan kinerja keuangan yang solid sepanjang sembilan bulan pertama tahun 2025. Berdasarkan laporan ke Bursa Efek Indonesia (BEI), Kalbe mencatat laba bersih sebesar Rp2,63 triliun hingga kuartal III-2025, tumbuh 10,63 persen secara tahunan (YoY) dari Rp2,37 triliun pada periode yang sama tahun lalu.
Dari sisi pendapatan, penjualan bersih Kalbe Farma meningkat 7,21 persen YoY menjadi Rp25,98 triliun, dibandingkan Rp24,23 triliun pada kuartal III-2024.
Presiden Direktur Kalbe Farma, Irawati Setiady, menjelaskan bahwa pertumbuhan tersebut ditopang oleh perbaikan margin laba kotor menjadi 40,6 persen, berkat bauran produk yang lebih baik dan harga bahan baku yang stabil.
“Pertumbuhan juga disumbang oleh kenaikan pada mayoritas segmen bisnis Kalbe, terutama segmen obat resep yang tumbuh 11 persen YoY,” ujar Irawati dalam keterangannya, Selasa (28/10/2025).
Menurutnya, peningkatan pada segmen obat resep didorong oleh penjualan obat-obatan specialty serta obat generik yang banyak digunakan dalam program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).
Selain obat resep, segmen produk kesehatan juga tumbuh 9,4 persen YoY, didorong peningkatan penjualan di berbagai lini. Adapun bisnis distribusi dan logistik naik 10,3 persen YoY, seiring dengan pertumbuhan produk dari prinsipal eksternal.
Irawati menambahkan, berbagai inisiatif strategis seperti pengembangan ekosistem onkologi, obat biologis, serta alat kesehatan berjalan sesuai rencana. Sementara itu, rejuvenasi merek di kategori produk konsumer dilakukan agar tetap relevan dengan tren konsumen masa kini.
“Kami terus berfokus memberikan total shareholder return yang baik melalui kinerja fundamental dan kebijakan dividen yang konsisten,” imbuhnya.
Dengan arus kas operasional yang sehat, Kalbe Farma mampu meningkatkan rasio dividen menjadi 50–60 persen dari laba bersih serta melanjutkan program pembelian kembali saham (buyback) senilai Rp250 miliar, setelah sebelumnya merealisasikan Rp1,25 triliun.
Fokus Efisiensi dan Kemandirian Kesehatan
Di tengah dinamika ekonomi dan geopolitik global, Kalbe Farma terus memperkuat kapabilitas produksi alat kesehatan lokal sebagai sumber pertumbuhan berkelanjutan. Perusahaan juga berkomitmen menjaga rantai pasokan dan ketersediaan produk di pasar.
Untuk mempertahankan margin, Kalbe menerapkan efisiensi berbasis digitalisasi dan optimalisasi pemasaran, serta mengelola penggunaan mata uang asing guna mengantisipasi kebutuhan impor bahan baku.
Irawati optimistis perusahaan dapat mencapai target pertumbuhan penjualan 6 persen dan laba bersih 8 persen sepanjang 2025.
“Walaupun menghadapi ketidakpastian finansial dan geopolitik global, kami percaya Kalbe Farma mampu terus tumbuh dan memanfaatkan peluang untuk memperkuat kemandirian kesehatan Indonesia,” tegas Irawati.
