Jakarta, TopBusiness – PT Cisadane Sawit Raya Tbk (IDX: CSRA) mengaku optimistis menghadapi tahun 2026. CSRA pun melihat tren permintaan global yang stabil serta proyeksi harga CPO yang relatif kuat.
“Untuk itu, perusahaan optimis dapat menutup tahun 2025 dengan pertumbuhan positif dan berkelanjutan. Dan untuk tahun 2026 sudah menyiapkan beberapa inisiatif strategis,” tutur Seman Sendjaja, Direktur Keuangan dan Pengembangan Strategis CSRA, Rabu (29/10/2025).
Adapun inisiatif tersebut adalah, pertama, persiapan peresmian pabrik kelapa sawit ketiga Perusahaan di kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan yang telah commissioning sejak Agustus 2025 dengan kapasitas produksi 30 ton/per jam.
Kedua, digitalisasi proses agribisnis secara berkelanjutan serta penerapan mekanisasi dan transport panen di seluruh kebun Perusahaan.
Dan ketiga, penguatan tata kelola dan ESG melalui penekanan pada nol deforestasi, nol pembukaan lahan gambut dan nol eksploitasi (NDPE).
“Kami bersyukur atas kinerja positif yang terus berlanjut hingga kuartal ketiga tahun ini. Peningkatan pendapatan dan laba bersih mencerminkan strategi operasional yang konsisten serta komitmen kami terhadap efisiensi dan keberlanjutan,” katanya.
Perseroan akan terus fokus pada transformasi digital, peningkatan SDM, dan ekspansi organik untuk menciptakan nilai jangka panjang bagi para pemegang saham dan seluruh pemangku kepentingan.
”Pencapaian ini tidak hanya menegaskan komitmen kami terhadap keunggulan operasional, tetapi juga memposisikan kami dengan baik untuk peluang di masa depan. Perusahaan telah memprioritaskan pembangunan berkelanjutan untuk mencapai tingkat produktivitas yang solid dan keunggulan operasional,” imbuhnya.
Fokus strategis utama, kata dia, adalah meningkatkan marjin melalui investasi pada mekanisasi untuk meningkatkan efisiensi produksi dan manajemen biaya.
“Ke depan, direksi berkomitmen untuk memanfaatkan peluang secara strategis dengan berinvestasi di area yang berpotensi tinggi. Ini mencakup investasi signifikan dalam teknologi untuk meningkatkan efisiensi operasional dan inisiatif yang bertujuan untuk mendorong budaya perusahaan yang dinamis,” katanya.
Perusahaan juga fokus pada penyederhanaan alur kerja dan membekali karyawan dengan keterampilan yang diperlukan untuk berkembang di masa depan. Ini memastikan bahwa CSRA tetap gesit dan kompetitif di pasar yang berkembang pesat.
Rasio Keuangan
CSRA berhasil mempertahankan efisiensi biaya operasional yang ramping, konsisten dengan tren pertumbuhan pendapatannya.
Marjin bruto perusahaan tercatat sebesar 35,9% di 9M25, menurun dibandingkan 45,6% pada 9M24, yang terutama disebabkan oleh peningkatan biaya pembelian Tandan Buah Segar.
Sebaliknya, pada tingkat operasional, marjin usaha mengalami penurunan menjadi 22,7% di 9M25, dari 27,7% pada 9M24, dengan tetap fokus pada pengendalian beban usaha yang tetap stabil di tengah pertumbuhan penjualan.
Pada tingkat laba bersih, perusahaan berhasil mempertahankan marjin bersih sebesar 16,0% pada 9M25, sedikit terkoreksi dari 16,5% di 9M24.
Selain itu, rasio utang terhadap EBITDA tercatat sebesar 2,42x di 9M25, turun dari 3,35x pada akhir tahun lalu, sementara rasio utang bersih terhadap EBITDA tercatat di level 1,83x, cukup rendah dibandingkan 2,88x akhir tahun 2024.
Rasio lancar CSRA pada 9M25 tercatat sebesar 1,69x, menunjukkan posisi likuiditas yang jauh lebih sehat dibandingkan dengan posisi pada FY24.
Rasio ini mencerminkan peningkatan kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban jangka pendeknya.
Sementara itu, rasio aset terhadap ekuitas menjadi 1,68x pada 9M25, dibandingkan 1,73x pada FY24. Peningkatan ini mengindikasikan posisi leverage yang lebih baik, sekaligus mencerminkan kapasitas perusahaan dalam memenuhi kewajiban utangnya.
Dari sisi rasio utang berbunga terhadap ekuitas sebesar 0,54x, menurun dari 0,59x pada tahun sebelumnya, seiring dengan kenaikan jumlah ekuitas Perusahaan.
