Jakarta, TopBusiness – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada pembukaan perdagangan Kamis (12/3/2026) di Bursa Efek Indonesia (BEI) bergerak di zona hijau. Indeks tercatat naik 9,45 poin atau 0,13 persen ke level 7.398,85. Sementara itu, indeks LQ-45 yang berisi 45 saham paling likuid juga menguat 1,34 poin atau 0,18 persen ke posisi 753,58.
Pada awal perdagangan sesi I, aktivitas transaksi terpantau cukup aktif. Nilai transaksi tercatat sekitar Rp1,02 triliun dengan volume perdagangan mencapai sekitar 2,15 miliar saham yang diperdagangkan dalam lebih dari 132 ribu kali frekuensi transaksi. Pergerakan saham pada awal sesi didominasi penguatan dengan ratusan saham berada di zona hijau, sementara sebagian lainnya mengalami pelemahan dan stagnan.
Kenaikan IHSG pada pembukaan perdagangan terutama ditopang oleh saham-saham berkapitalisasi besar dari sektor perbankan dan telekomunikasi. Saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menguat sekitar 0,70 persen ke level Rp9.250 per saham. PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) naik sekitar 0,62 persen ke posisi Rp6.500 per saham, sementara PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) bertambah sekitar 0,54 persen menjadi Rp7.050 per saham. Penguatan juga terjadi pada saham PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) yang naik sekitar 0,43 persen ke posisi Rp3.500 per saham.
Selain sektor perbankan, saham sektor energi dan pertambangan juga memberikan kontribusi positif terhadap pergerakan indeks. Saham PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) menguat sekitar 1,05 persen ke level Rp7.200 per saham, sementara saham PT Adaro Energy Indonesia Tbk (ADRO) naik sekitar 0,75 persen menjadi Rp2.720 per saham. Penguatan saham-saham berkapitalisasi besar tersebut memberikan dorongan signifikan terhadap kenaikan IHSG pada awal perdagangan.
Pergerakan positif IHSG pada pembukaan perdagangan mencerminkan optimisme investor terhadap kondisi pasar domestik. Minat beli investor masih terlihat pada saham-saham unggulan yang memiliki fundamental kuat dan kapitalisasi pasar besar. Saham perbankan tetap menjadi penopang utama indeks karena bobotnya yang besar dalam perhitungan IHSG serta prospek pertumbuhan kredit yang dinilai stabil.
Di sisi lain, sektor energi dan komoditas mulai kembali diminati investor seiring ekspektasi harga komoditas global yang relatif stabil. Hal ini mendorong investor melakukan akumulasi pada saham-saham terkait, terutama yang memiliki kinerja keuangan yang solid.
Meski demikian, pelaku pasar masih cenderung berhati-hati dalam mengambil keputusan investasi. Sentimen global, termasuk dinamika kebijakan suku bunga bank sentral utama dunia serta pergerakan harga komoditas internasional, masih berpotensi memengaruhi volatilitas pasar saham.
Secara teknikal, pergerakan IHSG pada perdagangan hari ini diperkirakan masih akan bergerak terbatas dengan kecenderungan menguat. Level support diperkirakan berada di kisaran 7.360 hingga 7.380, sementara level resistance berada pada rentang 7.420 hingga 7.450. Investor diperkirakan masih akan mencermati pergerakan saham-saham berkapitalisasi besar yang berpotensi menjadi penggerak utama indeks sepanjang sesi perdagangan.
Data AI
