TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Hingga Akhir September, PGEO Gaet Laba Bersih Rp1,73 Triliun

Busthomi
29 October 2025 | 14:44
rubrik: Capital Market
Tambah 55 MW Energi Bersih ke Listrik Nasional, PGE Sinkronisasi PLTP Lumut Balai Unit 2

Salah satu proyek panas bumi miliki PGEO. FOTO: Dok PGE

Jakarta, TopBusiness – PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (IDX: PGEO) atau PGE kembali mencatat kinerja solid sampai dengan kuartal III-2025.

Perseroan membukukan pendapatan sebesarUS$318,86 juta, melampaui target yang ditetapkan sebelumnya sebesar US$314,30 juta. Pendapatan periode ini mengalami peningkatan 4,20% secara year on year (YoY), dibandingkan kuartal III-2024 yang mencapai angka USD 306,02 juta. 

Capaian positif ini didukung oleh PGE Lumut Balai Unit 2 dengan kapasitas 55 megawatt (MW) yang mulai beroperasi penuh sejak Juni lalu. Pendapatan ini semakin mengukuhkan optimisme Perseroan untuk mendorong terwujudnya transisi energi dan swasembada energi yang menjadi cita-cita pemerintah Indonesia.

Secara umum, berdasarkan laporan keuangan konsolidasi per 30 September 2025, PGE membukukan, pendapatan sebesar US$318,86 juta, Laba Bersih sebanyak US$104,26 juta, EBITDA sebesar US$248,97 juta, Total Aset mencapai US$2,96 miliar, dengan Kas dan Setara Kas sebesar US$628,12 juta. Laba bersih US$ 104,26 juta itu setara dengan Rp1,73 triliun dengan kurs saat ini sebesar Rp16.620.

“Pencapaian ini menjadi bukti nyata kemampuan Perseroan dalam memperkuat kinerja operasional sekaligus mempertahankan pertumbuhan yang berkelanjutan,” ujar Direktur Keuangan PT Pertamina Geothermal Energy Tbk,Yurizki Rio dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (28/10/2025).

“Hasil positif tersebut menjadi semangat kami untuk terus memberikan nilai tambah bagi pemegang saham dan mempercepat transisi nasional menuju energi bersih,” jelasnya.

Sementara itu, total aset lancar Perseroan mencatat peningkatan dari US$828,56 juta menjadi US$831,78 juta dibandingkan posisi per 31 Desember 2024. Kenaikan ini mencerminkan pertumbuhan bisnis yang positif serta menunjukkan posisi keuangan Perseroan yang semakin solid dan sesuai dengan arah pengembangan yang direncanakan.

Direktur Operasi PGEO,Ahmad Yani mengungkapkan terdapat sejumlah faktor utama yang memberikan stimulus.

Ia mengatakan, sejumlah upaya dilakukan untuk meningkatkan kapasitas operasional melalui sejumlah proyek strategis pada tahun ini. Hasilnya sudah mulai membuahkan hasil nyata. Beroperasinya Proyek Lumut Balai Unit 2 pada Juni lalu turut menjadi stimulus pertumbuhan pendapatan Perseroan secara year-on-year. 

BACA JUGA:   IHSG Terpantau Melemah

“Ke depan, kami akan terus mengakselerasi pengembangan proyek-proyek strategis lainnya untuk memperkuat portofolio panas bumi nasional,” kata Ahmad Yani.

Menuju Target 1 GW 

Direktur Utama PGEO, Julfi Hadi menyatakan, PGE terus mendorong pencapaian target kapasitas terpasang sebesar 1 gigawatt (GW) yang dikelola secara mandiri dalam 2-3 tahun ke depan.

Ia menegaskan pencapaian target 1 GW bukanlah garis akhir, melainkan awal dari perjalanan yang lebih jauh menuju swasembada energi. 

“Oleh karena itu, kami terus menatap ke depan untuk mewujudkan target 1,8 GW pada 2033 dan mengembangkan potensi panas bumi hingga 3 GW,” ujar Julfi.

Sebagai pionir pengembangan energi panas bumi di Indonesia dengan pengalaman lebih dari 40 tahun, Julfi mengatakan, PGE  saat ini mengelola kapasitas terpasang sebesar 727 MW dari enam wilayah operasi.

Selain proyek Lumut Balai Unit 2, PGE tengah menggarap pengembangan proyek Hululais Unit 1 & 2 berkapasitas 110 MW, proyek-proyek co-generation dengan total kapasitas 230 MW, serta kegiatan eksplorasi di Wilayah Kerja Panas Bumi (WKP) Gunung Tiga yang telah diresmikan oleh Presiden Prabowo pada Juni lalu.

Upaya ini, kata Julfi, tidak semata berfokus pada pertumbuhan bisnis Perseroan saja tetapi juga mencerminkan komitmen untuk memberikan manfaat nyata bagi masyarakat melalui pemanfaatan energi panas bumi yang bersih dan berkelanjutan.

“Ini yang menjadi  landasan kami dalam mengimplementasi strategi beyond electricity dengan mengembangkan peluang bisnis panas bumi di luar kelistrikan (off-grid),” katanya.

Lebih dari sekadar mengembangkan proyek-proyek panas bumi strategis, PGE juga tengah membangun fondasi bagi terbentuknya ekosistem green hydrogen di Indonesia. Pada September lalu, PGE menegaskan langkahnya melalui peluncuran Pilot Project Green Hydrogen Ulubelu.

Ke depan, peta jalan pengembangan PGE juga mencakup inisiatif hilirisasi green ammonia dan green methanol sebagai bagian dari solusi energi masa depan yang rendah emisi.

Tags: Kinerja emitenkinerja kuartalanPGEOPT Pertamina Geothermal Energy Tbk
Previous Post

GOTO Dukung Perpres Transportasi Daring

Next Post

Ada Libur Akhir Tahun, BIRD Optimistis Kinerja Kuartal IV Meningkat

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR