Jakarta, BusinessNews Indonesia—Dampak dari shutdown pemerintahan Amerika Serikat (AS) diperkirakan mendorong penguatan nilai tukar Rupiah ke USD, di perdagangan hari ini.
“Sementara itu, isu berkurangnya pembelian obligasi pemerintah AS oleh Tiongkok dan Jepang, juga mendorong penguatan nilai tukar Rupiah,” kata analis dari Samuel Sekuritas, Ahmad Mikail, dalam riset harian yang dipublikasikan pagi ini di Jakarta.
Mikail mengatakan, untuk hari ini, Rupiah diprediksi bergerak di interval tertentu. Yakni, di Rp 13.300 per USD sampai Rp 13.320 per USD.
Adapun berdasarkan kurs tengah dari Bank Indonesia, nilai tukar Rupiah ke USD, di Jumat akhir pekan kemarin, ditutup di Rp 13.331 per USD.
Sehari sebelumnya, nilai itu di Rp 13.365 per USD.
