Jakarta, BusinessNews Indonesia—Pembangunan Jembatan Petuk (Kupang, Nusa Tenggara Timur) menggunakan anggaran tahun jamak sebesar Rp 235 miliar, tahun 2015 hingga 2017. Jembatan dengan tipe precast prestresed girder ini memiliki lima pilar dengan tinggi 25-35 meter.
“Jembatan nantinya akan dihiasi dengan berbagai bentuk ornamen budaya lokal sehingga akan menjadi ikon baru kebanggaan masyarakat NTT dan Kupang,” kata Menteri PUPR RI, Basuki Hadimuljono, belum lama ini.
“Pembangunan jembatan di samping memperhatikan fungsinya, menjadi lebih bagus dengan mengakomodir ornamen budaya setempat.” kata dia.
Penggunaan ornamen budaya lokal juga diterapkan dalam pembangunan Jembatan Layang (fly over) Simpang Bandara-Tanjung Api Api, di Kota Palembang, sepanjang 460 meter.
Itu dengan menggunakan motif kain songket pada dinding jembatan layang.
“Pembangunan sudah dimulai sejak Juli 2016 dan ditargetkan rampung Mei 2018 mendatang,” kata Menteri Basuki.
