Jakarta, BusinessNews Indonesia—Untuk pembangunan jalan tol Padang–Bukit Tinggi–Pekanbaru, pemerintah Jepang menyatakan komitmennya untuk membiayai sebagian konstruksi, yakni sepanjang 40 km. Itu termasuk terowongan sepanjang 7 km, melalui pinjaman kepada pemerintah Indonesia.
Biaya konstruksi total yang dibutuhkan untuk menyelesaikan tol sepanjang 255,8 km tersebut, mencapai Rp 65 triliun. Itu dengan masa konstruksi 2018-2023.
“Kami mendorong pembangunan terowongan jalan tol Padang-Bukittinggi-Pekanbaru, mendapatkan pembiayaan JICA. Termasuk konstruksi jalan penghubungnya,” ungkap Menteri PUPR RI, Basuki Hadimuljono, dalam keterangan media belum lama ini.
Hal ini bertujuan untuk membentuk model dukungan keuangan untuk proyek jalan tol di masa depan. Indonesia dan Jepang telah bersedia menandatangani perjanjian pinjaman pada tahun 2018, sekaligus menandai peringatan 60 tahun hubungan diplomatik kedua negara.
Sementara itu, untuk pembangunan Jalan Akses Pelabuhan Patimban tahap I sepanjang 8,1 km, telah ditandatangani perjanjian pinjamannya pada 15 November 2017. Itu senilai 118,9 miliar yen, atau sekitar Rp 14,2 triliun.
“Saat ini sedang dalam tahapan pelelangan untuk konsultan penyelia dan kontraktor,” ucap Menteri Basuki.
