TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

PRDA Hadirkan Next Generation Laboratory Lewat Prodia Clinical Multiomics Centre

Busthomi
17 November 2025 | 16:08
rubrik: Business Info
PRDA Hadirkan Next Generation Laboratory Lewat Prodia Clinical Multiomics Centre

FOTO: Istimewa

Jakarta, TopBusiness — PT Prodia Widyahusada Tbk (IDX: PRDA) kembali memperkuat posisinya sebagai pelopor layanan laboratorium klinik di Indonesia dengan meresmikan Prodia Clinical Multiomics Centre (PCMC) by Mass-Spectrometry Technology, bertepatan dengan 14 tahun berdirinya laboratorium mass spectrometry.

PCMC mengusung pendekatan multiomics yang memungkinkan deteksi dini penyakit dan strategi pengobatan personal, sekaligus memperkuat komitmen Prodia menghadirkan precision medicine dengan hasil pemeriksaan yang akurat dan sesuai kebutuhan pasien.

Layanan ini diresmikan secara simbolis oleh Andi Widjaja, selaku Founder dan Komisaris Utama PT Prodia Widyahusada Tbk, Dewi Muliaty, selaku Direktur Utama PRDA, Lies Gantini selaku Vice President Diagnostic Operations PRDA, disaksikan jajaran Direksi dan Dewan Komisaris Prodia, serta sejumlah tamu yang hadir dari kalangan profesi dokter, pelanggan, dan beberapa mitra strategis Grup Prodia. 

Komisaris Utama & Founder Prodia, Andi Widjaja, turut mengapresiasi peresmian Prodia Clinical Multiomics Centre yang semakin melengkapi dan mempermudah akses layanan laboratorium mass spectrometry bagi pelanggan Prodia.

“Inovasi ini menjadi bukti komitmen Prodia dalam mendukung pengobatan individual dan presisi (personalized & precision medicine) dengan mengedepankan tes-tes multiomics dengan teknologi mass spectrometry yang sudah kami kembangkan sejak 14 tahun lalu,” kata Andi dalam keterangannya, Senin (17/11/2025).

Inisiatif ini, kata dia, diharapkan menjadi sarana deteksi dini penyakit degeneratif yang menjadi kunci pengendalian risiko dan manajemen yang lebih baik untuk pelanggan. Serta memperluas jenis pemeriksaan lab dapat diperiksa agar manfaatnya semakin dirasakan masyarakat.

“Hingga saat ini, Prodia dapat memeriksa lebih dari 140 jenis biomarker lab kesehatan, seperti asam amino, asam lemak, vitamin, hormon, logam berat dan mineral melalui teknologi mass-spectrometry,” ungkap Andi. 

Pada kesempatan yang sama, Direktur Utama PRDA, Dewi Muliaty mengungkapkan, Prodia memiliki pengalaman panjang dalam pengembangan teknologi mass spectrometry, baik untuk layanan diagnostik pelanggan maupun kontribusi penelitian pada ilmu kedokteran diagnostik.

BACA JUGA:   Gandeng Rare Disorders, PRDA Gelar Kegiatan CSR untuk Komunitas Penyandang Penyakit Langka

“Visi kami adalah menjadi layanan kesehatan terpercaya yang menunjang pengobatan generasi baru dan center of excellence diagnostik di Indonesia. Selama lebih dari satu dekade, kami konsisten berinovasi menghadirkan layanan yang proaktif, preventif, dan personal melalui teknologi ini,” ujar Dewi.

Selain digunakan dalam pelayanan sehari-hari, kata dia, mass spectrometry juga dikembangkan untuk riset ilmiah yang telah dipublikasikan di forum nasional maupun internasional.

Prodia bahkan, kata Dewi, terdaftar dalam program Newborn Screening dari Central for Disease Control and Prevention (CDC), serta diakui telah memenuhi standar mutu global melalui akreditasi College of American Pathologist (CAP).

“Kami berkomitmen untuk terus menghadirkan standar layanan kelas dunia yang relevan dengan kebutuhan kesehatan masyarakat Indonesia saat ini dan di masa depan,” ujarnya.

Prodia Clinical Multiomics Centre (PCMC) hadirkan lebih dari 140  jenis biomarker (penanda) yang dapat diukur dengan pendekatan multiomics, yaitu metode yang mengintegrasikan berbagai clinical omics untuk memahami kondisi tubuh secara menyeluruh, mulai dari membantu mendeteksi tanda-tanda dini penyakit, memprediksi risiko kesehatan, sekaligus merancang strategi pengobatan yang lebih personal sesuai dengan kondisi unik tiap individu.

Dalam penerapannya, PCMC didukung teknologi mutakhir seperti mass spectrometry dan kromatografi yang mampu menganalisis ribuan metabolit dengan tingkat akurasi tinggi, sehingga memberikan gambaran lengkap dan mendalam tentang bagaimana tubuh menjalankan metabolisme dan merespon gangguan hingga menggambarkan situasi kesehatan.

Salah satu praktisi kedokteran yang juga mendukung peluncuran Prodia, Prof. Dr. dr. Noroyondo Wibowo, Sp.OG, Subsp.KFM. Kata dia, informasi yang diperoleh dari teknologi ini dapat membantu memahami fisiologi hingga tingkat selular melalui parameter-parameter metabolomik.

“Dalam hal ini, teknologi berbasis mass spectrometry memiliki kemampuan untuk mengidentifikasi zat yang dibutuhkan tubuh, mulai dari pra zat aktif, zat aktif, hingga proses metabolisme atau inaktivasi yang mencerminkan episode yang terjadi di dalam sel.”

BACA JUGA:   Ini Adalah Keuntungan Investasi Membership Golf

“Dengan dukungan teknologi cellular dissection, pemeriksaan dapat dilakukan hingga pada tingkat dinding sel, sitoplasma, dan organel-organel sel lain untuk menilai kondisi serta kecukupan nutrisi,” ujar Noroyondo.

Tags: PRDAProdia Clinical Multiomics CentrePT Prodia Widyahusada Tbk
Previous Post

AMFG Petakan Sejumlah Kendala dan Upaya Mengatasinya

Next Post

Akhir Perdagangan Saham, IHSG di Zona Hijau

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR