Jakarta, BusinessNews Indonesia—Pertamina mengembangkan proyek listrik terintegrasi di Bangladesh. Untuk itu, Pertamina bekerja sama dengan Bangladesh Power Development Board (BPDB).
Vice President Corporate Communication Pertamina, Adiatma Sardjito, menjelaskan bahwa nilai investasi proyek ini diperkirakan sekitar Rp 26,3 triliun atau USD 2 miliar.
“Proses penyelesaian konstruksi fasilitas ini perlu waktu tiga tahun setelah tahap financial closing dicapai,” kata dia dalam keterangan pers (29/1/2018).
Dia mengatakan bahwa dalam proyek ini, BPDB akan bertindak sebagai pembeli listrik yang dihasilkan oleh fasilitas terintegrasi tersebut.
Nota kesepahaman Pertamina dengan BPDB telah ditandatangani di 28 Januari 2018. Kerja sama ini merupakan tindak lanjut dari nota kesepahaman sebelumnya di sektor energi yang ditandatangani Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral RI dengan Ministry of Power, Energy and Mineral Resources of the People’s Bangladesh, 15 September 2017.
Dalam nota sebelumnya tersebut, Pertamina akan membangun dan mengembangkan proyek terintegrasi di Bangladesh. Hal itu terdiri dari Independent Power Producer (IPP) Combined Cycle Gas Turbine (CCGT) Power Plant dengan kapasitas 1400 mw.
Adiatma menjelaskan, proyek ini nantinya akan terhubung dengan fasilitas penerima LNG yang terdiri dari Floating Storage and Regasification Unit (FSRU), infrastruktur mooring dan off loading, serta jalur pipa gas baik subsea maupun onshore.
