Jakarta, TopBusiness – Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-47 Pasar Modal Indonesia yang telah dimulai sejak 10 Agustus 2024, Self-Regulatory Organization (SRO) yang terdiri dari PT Bursa Efek Indonesia (BEI), PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI), dan PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) kembali melakukan Corporate Social Responsibility (CSR).
Kali ini, CSR yang dilaksanakan berupa pembangunan jembatan gantung di Sungai Wae Mapar, Desa Nanga Meje, Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur, bekerja sama dengan Yayasan Sahabat Pedalaman (Sahabat Pedalaman).
Simbolisasi peresmian jembatan dilakukan oleh Direktur Pengembangan Infrastruktur dan Manajemen Informasi KSEI Dharma Setyadi, sekaligus Ketua HUT ke-47 Pasar Modal Indonesia, didampingi Direktur Pengawasan Transaksi dan Kepatuhan BEI Kristian S. Manullang dan Kepala Divisi Sekretaris Perusahaan KPEI Lisda Sitohang, kepada Direktur Sahabat Pedalaman Wafiq Zuhair. Prosesi dilakukan secara hybrid melalui online meeting dan secara langsung di Desa Nanga Meje, pada Kamis (27/11). Acara turut dihadiri Kepala Desa Nanga Meje Arnoldus Soro Leko, Kepala Desa Uluwae Fabianus Ruerani, serta sejumlah pejabat dan tamu lainnya.
Pada seremoni penyerahan bantuan, Dharma menyampaikan bahwa jembatan tersebut memiliki peranan penting bagi kehidupan masyarakat desa, untuk keperluan aksesibilitas, peningkatan kualitas hidup, ekonomi lokal, budaya dan pariwisata, serta pendidikan.
“Warga Desa Nanga Meje sebelumnya mengalami kendala karena akses yang masih terisolasi, hanya terdapat jembatan darurat yang selalu hanyut terbawa arus sungai deras setiap musim hujan. Menyadari pentingnya akses jembatan ini, maka SRO melalui kerja sama dengan berbagai pihak, merealisasikan program pembangunan Jembatan Pelosok Negeri di Sungai Wae Mapar yang memiliki panjang 60 meter. Jembatan tersebut telah resmi digunakan dan diharapkan memberikan kemudahan bagi masyarakat sekitar,” jelas Dharma melalui keterangan resmi kepada TopBusiness.id, di Jakarta, akhir pekan lalu.
Pembangunan jembatan ini merupakan salah satu langkah dalam mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat dengan membuka akses ke fasilitas kesehatan, pendidikan, dan ekonomi lokal di Desa Nanga Meje dan tiga wilayah sekitarnya, yaitu Desa Nanga Pu’un, Desa Langgasai, dan Desa Mosi Ngaran.
Dengan adanya jembatan ini, diharapkan anak-anak dapat menuju sekolah tanpa harus melewati jalur berbahaya. Selain itu, warga bisa mendapatkan layanan kesehatan dengan lebih mudah, serta distribusi hasil pertanian dan peternakan ke pasar dapat berjalan lancar.
